Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Alasan Penyebar Hoaks Surat Suara Belum Ditangkap

- Apahabar.com Senin, 7 Januari 2019 - 15:45 WIB

Alasan Penyebar Hoaks Surat Suara Belum Ditangkap

Petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperlihatkan contoh surat suara Pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta. Foto-Dok Republika

apahabar.com, JAKARTA – Polisi mengklaim sudah mengidentifikasi pembuat hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos di Tanjung Priok. Namun, polisi belum melakukan penangkapan. Polri beralasan akan menguatkan alat bukti terlebih dahulu.

“Polri tidak mau berspekulasi. Kita menguatkan kembali alat bukti yang memang dibutuhkan nanti dalam proses sidik sampai dengan pelimpahan berkas di JPU (Jaksa Penuntut Umum),” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/1).

Konten bohong yang menyatakan adanya tujuh kontainer surat suara tercoblos di Tanjung Priok ini tersebar melalui pesan suara. Selanjutnya, gambar maupun teks tertulis juga ikut tersebar di berbagai media sosial. Polisi bersama KPU dan Bawaslu kemudian menyatakan konten itu hoaks.

Sebelum melakukan penangkapan pembuat konten, kata Dedi, polisi akan meneliti tentang suara yang disampaikan di media sosial melalui laboratorium forensik.

Baca Juga: Presiden Setuju Hidung Belang Dipenjara 5 Tahun, Tapi Mangkrak di DPR

“Suara itu akan kita identifikasi, apabila barang bukti sudah kuat baru penyidik tidak akan ragu melakukan penegakan hukum,” ujar Dedi menjelaskan.

Menurut Dedi, polisi memang mengincar pembuat konten (kreator) dan pendengung (buzzer) atau penyebar aktif konten tersebut. Kreator disebut yang paling bertanggung jawab untuk membuat berita hoaks tersebut. Sementara, Tim buzzer memiliki tugas yang memviralkan pertama kali ke seluruh akun.

“Fokus utama dari tim siber ini adalah kreator sama buzzer-nya,” kata Dedi.

Pembuat konten dan tim buzzer akan dikenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dalam kasus ini tiga orang telah ditangkap di sejumlah daerah, yakni HY di Bogor, LS di Balikpapan dan J di Brebes. Namun, ketiganya hanya merupakan penyebar aktif dan tidak dilakukan penahanan. Ketiganya dikenai pasal 15 UU nomor 1 tahun 1946 dengan ancaman di bawah 5 tahun penjara.

Baca Juga: Cuncung Syafruddin H Maming, Wujudkan Jembatan Kotabaru – Batulicin dan Jalan Tol Batulicin – Banjarmasin (bagian 2 habis)

Sumber: Republika
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

BNPB Sebut Tiga Bencana di 2018 Fenomena Langka

Nasional

Syarat dan Formasi Pelamar CPNS di Kemenkumham RI Tahun Ini
apahabar.com

Nasional

PNS Kementerian PU Ditemukan Tewas Dicor

Nasional

Selama PJJ, IGI: Perlu Ada Standar Penugasan dari Guru
apahabar.com

Nasional

KPK Panggil Petinggi PLN Batubara dan Samantaka
apahabar.com

Nasional

Penasihat KPK Ancam Mundur Bila Capim Bermasalah Terpilih
apahabar.com

Nasional

25 Tahun Telkomsel: Memaknai Konsistensi Melayani Negeri
apahabar.com

Nasional

Survei Indo Barometer: TNI Lembaga Negara Paling Dipercaya Publik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com