VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Analis: Visi dan Misi Pasangan Calon Belum Sentuh Akar Persoalan

- Apahabar.com Jumat, 18 Januari 2019 - 14:00 WIB

Analis: Visi dan Misi Pasangan Calon Belum Sentuh Akar Persoalan

Ilustrasi debat perdana Capres dan Cawapres 2019 . Foto-apahabar.com/infografis/aji

apahabar.com, JAKARTA – Analis politik Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, visi dan misi yang disampaikan kedua pasangan calon presiden/wakil presiden dalam debat pertama terkait hukum, HAM, korupsi, dan terorisme, belum menyentuh akar persoalan.

“Debat putaran pertama berjalan kaku dan kurang menarik, masih sangat jauh dari harapan publik. Visi dan misi yang disampaikan kedua pasangan calon belum menyentuh akar persoalan, justru kedua kandidat terjebak pada retorika umum yang bersifat normatif,” kata Pangi dalam keterangan tertulis di Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Jumat (18/1/2019).

Pangi mengatakan, bahwa secara umum visi dan misi kedua pasang calon dalam di bidang hukum dan HAM, korupsi, dan terorisme tidak jauh berbeda, keduanya lebih menekankan pada pendekatan atas persoalan.

Pasangan Calon Nomor Urut 01 Jokowi/Ma’ruf dinilai lebih menekankan pada reformasi kelembagaan dan penguatan system, sedangkan Pasangan Calon Nomor Urut 02 Prabowo/Sandiaga lebih menekankan pada kepastian hukum dengan pendekatan perilaku aparat penegak hukum serta memastikan kesejahteraan.

Dari segi kepastian hukum, kedua pasangan dipandang memberikan pandangan yang hampir sama, yakni memastikan tidak terjadi dan/atau menertibkan peraturan-peraturan yang tumpang-tindih.

Dalam hal ini, Pasangan Calon Nomor Urut 01 lebih menekankan pada sinkronisasi lewat badan legislasi nasional, sementara Pasangan Calon Nomor Urut 02 lebih menekankan pembinaan peraturan dengan melibatkan partisipasi publik dan para ahli di bawah kendali langsung presiden untuk menjamin adanya kepastian hukum.

Untuk konteks HAM, kata Pangi, kedua pasangan tidak memiliki prioritas yang jelas, serta secara konseptual juga keliru dalam memahami persoalan dan cenderung membahas hal remeh-temeh.

Ia menilai kedua pasangan tidak bisa membedakan antara konsep hak asasi dan hak warga negara. Hak asasi itu bersifat melekat (given) pada individu yang harus dilindungi, sedangkan hak warga negara harus dipenuhi oleh negara. Kerancuan jalan berpikir, menurut dia, pada akhirnya membuat kedua pasangan tidak mempunyai fokus yang jelas untuk menyelesaikan akar persoalan.

Baca Juga: Analis: Jokowi Lebih Agresif Daripada Prabowo Dalam Debat

Sementara itu, untuk isu pemberantasan korupsi, kedua pasangan dinilai masih berkutat pada jawaban yang bersifat umum dan normatif.

Pasangan Calon Nomor Urut 01 menekankan pada rekrutmen aparat yang punya kapasitas melalui sistem merit serta akan menekan politik berbiaya tinggi. Namun, narasi yang dipaparkan masih kering.

Pasangan Calon Nomor Urut 02 berusaha melakukan pendekatan integritas aparat dengan perbaikan kesejahteraan aparat negara dengan menaikkan rasio pajak sebagai sumber pendanaan, melakukan pengawasan internal yang ketat melalui penegakan disiplin yang ketat serta melakukan perbaikan pencatatan aset negara.

Terakhir, untuk isu penanggulangan terorisme, Pangi mengatakan bahwa Pasangan Calon Nomor Urut 01 masih pada posisi melanjutkan program pemerintah melalui upaya deradikalisasi dengan mengindentifikasi akar persoalan.

Pasangan Calon Nomor Urut 01 berpandangan jika akar persoalan terorisme pada pemahaman keagamaan yang salah, pendekatan keagamaan dipandang akan lebih efektif. Jika akar masalah terletak pada soal kesejahteraan, diselesaikan dengan membuka kesempatan dan akses terhadap pekerjaan secara luas.

Sementara itu, Pasangan Calon Nomor Urut 02 lebih menekankan masalah terorisme pada sisi akar masalah dengan menawarkan pedekatan yang lebih persuasif dan lebih menekankan pada upaya pencegahan melalui peningkatan kapasitas aparat keamanan, intelijen, dan pelibatan TNI dalam skala tertentu melalui pemetaan risiko.

“Jalannya debat putaran pertama jika kita lihat dari segi penyelenggaraan juga masih jauh dari kata sempurna. Publik masih belum terpuaskan dengan format debat yang masih kaku dan belum cair,” tandas Pangi.

Baca Juga: Debat Pertegas Komitmen Jokowi Lanjutkan Program Kerja

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Sah, Dana Cadangan Pilkada Banjarbaru 2020 Rp 18,5 Miliar
apahabar.com

Politik

Cyrus Gelar Survei Ketaatan Beribadah 2 Capres, Hasilnya?  
apahabar.com

Politik

Usai Demokrat, Petahana Banjarmasin Kunci Restu PKB
apahabar.com

Politik

Simak Alasan Khairul Saleh-Habib Ali Setor Dana Awal Kampanye Cuma Rp 100 Ribu
apahabar.com

Politik

Bupati HSU Incar Jabatan Wagub Kalsel
apahabar.com

Politik

Badrul Aini: Fauzi-Eva Sosok Ideal Pimpin Sumenep
apahabar.com

Politik

Jika Tak Tertib, KPU: Penonton Debat Harus Keluar
apahabar.com

Politik

Tepis Isu Negatif, MHM Ungkap Alasan Mundur Jadi Bupati Tanah Bumbu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com