Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Anang Kritik Pasha Soal Hari Duka Cita Musik Indonesia

- Apahabar.com Sabtu, 5 Januari 2019 - 17:52 WIB

Anang Kritik Pasha Soal Hari Duka Cita Musik Indonesia

Anggota Komisi X DPR RI, Anang Hermansyah. Foto - net

apahabar.com, JAKARTA- Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mengkritik ide Pasha Ungu tentang Hari Duka Cita Musik Indonesia. Sebaliknya menurut Anang, sebagai Wakil Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah, Pasha mestinya membuat kebijakan konkrit terhadap dunia musik Indonesia.

Ide Pasha mencul terkait musibah yang dialami grup band Seventeen saat tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) malam terjadi. Musibah itu telah menewaskan 437 orang termasuk tiga personel dan sejumlah kru Seventeen.

“Ide Hari Duka Cita bagi musik Indonesia atas peristiwa yang menimpa Seventeen Band tampak populis, tapi tidak menyasar pada substansi,” kata Anang yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Belanda.

Musisi asal Jember (Jawa Timur) menyebutkan semestinya Pasha membentuk peraturan daerah (Perda) terkait “performing right” terhadap pemakaian lagu di ranah bisnis. Seperti di rumah karoke, kafe, hotel termasuk konser musik di Kota Palu.

Misalnya, ada Perda yang isinya setiap konser atau pemakaian lagu di ranah bisnis di Kota Palu wajib menyertakan surat pembayaran “performing right”. “Itu jauh lebih bermanfaat dan bentuk penghormatan bagi pekerja seni dan musik,” kata Anang.

Anang mengatakan peristiwa yang menimpa Seventen Band pada akhir Desember lalu semestinya dapat memantik pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk membuat sistem yang ajeg terkait pelaksanaan UU Nomor 28/2014 tentang Hak Cipta.

“Musibah yang menimpa Seventeen mestinya menjadi pemantik pemerintah untuk membuat sistem terkait ‘performing right’. Begitu semestinya cara pemerintah menghormati musibah yang menimpa Seventen Band,” kata Anang, politisi dari Partai Amanat Nasional.

Baca Juga: 66 Tahun Mengabdi di Istiqlal, Mbah Parno Dihadiahi Kemenag Rumah

Saat kejadian, Seventeen sedang tampil dalam sebuah acara di Pandeglang, Banten. Seventeen tampil di kawasan Tanjung Lesung untuk memeriahkan acara gathering PLN.

Ketika mereka tampil sekitar pukul 21.30 WIB, arus pasang mendadak menghantam panggung. Kejadian berlangsung saat Seventeen baru menyanyikan lagu kedua untuk menghibus penonton.

Air pasang mendadak naik ke permukaan dan menyeret seluruh orang yang ada di lokasi, termasuk personel Seventeen yang saat itu berada di panggung. Panggung roboh diterjang tsunami.

Saat arusnya surut, personel Seventeen ada yang bisa menyelamatkan diri. Namun sebagian tidak menemukan tempat untuk berpegangan.

Tiga personel inti Seventeen ditemukan meningal dunia di lokasi kejadian akibat tsunami Selat Sunda itu, yakni Herman Sikumbang (gitar), Andi (drum) dan Bani (bass).

Saat itu posisi panggung tepat membelakangi laut. Foto-foto dan rekaman video saat Seventeen sedang manggung kemudian dihantam gelombang tsunami beredar luas di masyarakat.

Kini Seventeen hanya menyisakan satu-satunya personel inti, yakni vokalis Riefian Fajarsyah atau yang biasa disapa Ifan Seventeen.

Meski selamat, namun Ifan kehilangan istrinya, Dylan Sahara. Jenazah Dylan ditemukan dua hari setelah kejadian.

Seventeen dibentuk pada tahun 1999 di Yogjakarta. Hingga tahun 2018, Seventeen telah mengeluarkan 6 album, yaitu “Bintang Terpilih” (1999), “Sweet Seventeen” (2005), “Lelaki Hebat” (2008), “Dunia Yang Indah” (2011), “Sang Juara” (2013) dan “Pantang Mundur” (2016).

Baca Juga: Jokowi Sampaikan Duka untuk Korban Tsunami Banten

Sumber: Antara
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gubernur Jambi Zumi Zola Pasrah Hadapi Putusan Pengadilan Tipikor
apahabar.com

Nasional

Terlibat Baku Tembak di Papua, Tiga Prajurit TNI Gugur
apahabar.com

Nasional

Sandi: Saatnya Kita Punya Bank Syariah Terbesar di Asean
apahabar.com

Nasional

Paman Birin Optimistis Proyek KA Terealisasi: ‘Biar Lagu Kereta Malam Berhenti’
apahabar.com

Nasional

Letusan Soputan Belum Pengaruhi Aktivitas Penerbangan Sulut
apahabar.com

Nasional

Prabowo ‘Jual’ Janji Turunkan Harga Telur, Peneliti: Merugikan Peternak
apahabar.com

Nasional

Pengamat: Jokowi Hati-hati dengan Pelonggaran PSBB
apahabar.com

Nasional

Harapan Syifa, Bocah Celebral Palsy di Hari Disabilitas Internasional 2018
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com