Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri Esok, Kemenag Kalsel Gelar Rukyatul Hilal di Puncak Gedung Bank Kalsel Selamat..! Tanah Bumbu Raih Peringkat Tiga MTQ Nasional Tingkat Provinsi XXXIII Polisi Kotabaru Tangkap Otak Pembunuhan Brutal di Mekarpura Pemilu Ulang di Banjarmasin Selatan, Cucu Habib Basirih Pinta Jauhi Politik Uang

Apa yang Sebenarnya Diukur oleh Rating Televisi?

- Apahabar.com Rabu, 2 Januari 2019 - 20:56 WIB

Apa yang Sebenarnya Diukur oleh Rating Televisi?

Ilustrasi. Foto - Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemahaman yang salah selama ini soal rating televisi, seolah jadi mendewakan rating sebagai penentu bagus atau tidaknya sebuah tayangan di televisi.

Rating menjadi satu-satunya tujuan tiap-tiap channel untuk menayangkan konten televisi dalam bentuk dan cara apapun agar ratingnya tinggi.

Hal tersebut wajar, karena rating televisi yang selama ini ada, masih dijadikan satu-satunya patokan untuk menentukan bagus tidaknya sebuah tayangan.

Baca Juga: Nokia 9 PureView Bakal Punya Fingerprint Bawah Layar

Menurut Achjuman A. Achjadi dari Dattabot seperti dikutip dari technology.uzone.id, salah satu perusahaan big data, mengatakan bahwa kebanyakan orang, khususnya pelaku industri televisi, hanya melihat rating sebagai angka.

“Padahal rating televisi hanya mengukur data kepermisaan. Tidak mengukur apa-apa lagi, hanya mengukur kapan televisi menyala, mati, dan channel apa yang ada,” ujar Achjuman.

Jadi tidak ada unsur suka atau tidak suka, atau kualitas dalam rating televisi. Rating televisi bisa dikatakan sebagai pola menonton dari satu stasiun televisi.

Sudah begitu, menurutnya angka tersebut hanya rata-rata dan bukan angka sesungguhnya. Jadi rating televisi tidak bisa dipakai untuk menentukan acara itu bagus atau tidak. Rating televisi hanya menentukan jumlah penonton.

Baca Juga: Mulai 2019, WhatsApp Setop Update untuk Ponsel Ini

Meski demikian, data dari rating masih bisa dipakai untuk mengetahui satu program itu dilihat berapa lama. Atau berapa banyak penonton yang switching atau mengganti ke stasiun televisi lain.

Di samping itu, Ananto Pratikno, former coutry manager Nielsen Indonesia juga menekankan bahwa rating itu hanya mengukur siapa yang menonton, bukan kualitas tayangan.

Sumber: technology.uzone.id
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rupiah Ditutup Menguat, Didukung Sentimen Global Ekonomi AS

Ekbis

Terima Kasih Donald Trump, IHSG Hari Ini Menguat
apahabar.com

Ekbis

Pengusaha Kuliner Gunakan Elpiji Nonsubsidi
Bjb

Ekbis

Mulai Hari Ini, Bank BJB Resmi Terapkan E-Procurement
apahabar.com

Ekbis

Melaju di Zona Hijau, Rupiah Menguat Lagi
apahabar.com

Ekbis

Harapan Stimulus AS Dorong Harga Minyak Dunia Naik
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Terkoreksi Seiring Kembali Memanasnya Perang Dagang AS dan China
apahabar.com

Ekbis

Cegah Penularan Covid-19, Repnas Dukung Karantina Wilayah Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com