Ribuan Warga Terdampak Banjir Mengungsi di Masjid Al-Karomah Martapura Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pemprov Kalteng Kirim Relawan ke Kalsel Legislator Kalsel: Banjir Dahsyat dan Longsor Akibat Alih Fungsi Hutan Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan

Bantah Prostitusi Online Marak, Pemkot Banjarmasin: Kami Belum Temukan

- Apahabar.com Selasa, 22 Januari 2019 - 16:20 WIB

Bantah Prostitusi Online Marak, Pemkot Banjarmasin: Kami Belum Temukan

Ilustrasi Prostitusi Online. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN, Setelah Wakil Wali Kota Hermansyah, kini giliran Satuan Polisi Pamong Praja yang angkat bicara. Penegak hukum daerah itu membantah keberadaan praktik prostitusi online di Banjarmasin.

“Kita masih belum menemukan kegiatan prostitusi online di Banjarmasin,” ucap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarmasin, Hermansyah kepada apahabar.com, Selasa (22/1) siang.

Sebagai institusi penegak paraturan daerah atau Perda pihaknya terus berupaya mencari tahu di mana geliat prostitusi online di Banjarmasin berlangsung. “Sementara ini kita masih belum mendapatkan laporan terkait prostitusi online,” tegasnya lagi.

Apabila mendapatkan laporan dari masyarakat terkait prostitusi online, dirinya siap menerjunkan personel ke lapangan untuk menertibkan. Pada satu sisi, pengimplementasian Peraturan Daerah Nomor 12/2014 tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis serta Tunasusila menurutnya sudah berjalan sebagaimana semestinya. Pembinaan terhadap pekerja seks komersial (PSK) konvensional yang terjaring razia bersama Dinas Sosial Kota Banjarmasin di rumah singgah sudah sering dilakukan.

“Prostitusi yang ilegal selalu kita tertibkan, tapi yang namanya mereka kan (kita tahu sendiri). Kita banyak melakukan penertiban, razia di malam hari,” jelasnya.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa menyambangi Balai Kota Banjarmasin menuntut pemerintah membuka mata atas maraknya kasus prostitusi online di Kota Banjarmasin. Mereka tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

“Kita mempertanyakan keseriusan Wali Kota untuk memberantas kasus prostitusi ini,” ucap Sekretaris DPC GMNI kota Banjarmasin, Muhammad Ridho A.G.D kepada apahabar.com, Selasa (22/1) siang.

Mahasiswa yang ingin melakukan audiensi langsung mengaku kecewa lantaran gagal menemui Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. “Kita mau audiensi terbuka saja. Tapi kita dikecewakan atas ketidakhadiran Wali Kota. Padahal isi kajian sudah sangat matang,” tegasnya.

Baca Juga: Pemkot Banjarmasin Dianggap Tutup Mata atas Maraknya Prostitusi Online

Baca Juga: Pemkot Banjarmasin Dianggap Tutup Mata atas Maraknya Prostitusi Online

Baca Juga: Vanessa Angel Resmi Jadi Tersangka Kasus Prostitusi Online

Baca Juga: Geliat Prostitusi Online di Banjarmasin (Bagian 3): Gaya Hidup Jadi Pemicu

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ratusan Positif Covid-19, Pemprov Kalsel Masifkan Karantina Khusus
apahabar.com

Kalsel

Pendisiplinan Protokol Kesehatan, Polres HSS Tak Segan Beri Sanksi
apahabar.com

Kalsel

Lagi, Pria Bersajam Ngamuk di Tabalong Diamankan Polisi
apahabar.com

Kalsel

120 Personil Sat Brimob Polda Kalsel Ikut Pengamanan di Papua
apahabar.com

Kalsel

BPP Kalsel Klaim Prabowo-Sandi Menang Telak
apahabar.com

Kalsel

Densus 88 Beraksi di Tanah Bumbu, Buku Jihad dan Syal Diamankan
apahabar.com

Kalsel

Tugu Paringin, Wadah Santai Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

Hasil Rapid Test Ratusan Warga Alalak: 20 Reaktif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com