Catat, Banjarmasin Belum Akan Buka Sekolah Saat Ajaran Baru Nasib Pengemudi Bodong, Penabrak Mobil Ketua DPRD Kotabaru Motif Pembunuhan di Belitung Darat, Pelaku Tak Terima Istri Dimarahi Rutan Marabahan Terpapar Covid-19, Satu WBP dan Petugas Positif Kalsel Rentan Kecurangan, Bawaslu RI Wanti-Wanti Kepala Daerah




Home Sirah

Minggu, 20 Januari 2019 - 12:45 WIB

Begini Nasehat Abah Guru Sekumpul pada Soeharto

Redaksi - Apahabar.com

Presiden Soeharto dan Abah Guru izay. Foto-Istimewa

Presiden Soeharto dan Abah Guru izay. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Presiden Soeharto dalam beberapa kesempatan diketahui meminta nasehat pada Abah Guru Sekumpul –KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani-, baik melalui orang dekatnya maupun via telpon.

Soal permintaan nasehat ini diketahui oleh salah satu orang yang sempat mengkhadamkan diri di kediaman Abah Guru Sekumpul. Yakni, H Muhammad Abdul Ghani.

“Waktu itu aku kerap membantu memasak di kediaman Abah Guru. Yang paling beliau suka, es buah bikinanku,” ujar Haji Ghani –akrab dia disapa-.

Baca Juga: Mendengar Nama Ulama Ini disebut, Soeharto Tunda Naik Pesawat

Diakui Haji Ghani banyak para tokoh yang datang meminta nasehat pada Abah Guru Sekumpul. Namun banyak pula yang meminta nasehat melalui orang dekatnya atau via telpon.

Satu di antara yang pernah meminta nasehat dengan Abah Guru Sekumpul adalah Presiden kedua negeri ini, Presiden Soeharto. Nasehat itu disampaikan ketika keluarganya atau orang dekatnya bertamu ke Sekumpul, juga melalui telpon.

Nasehat Abah Guru Sekumpul pada Soeharto yang diingat Haji Ghani, “Jangan lebih 8 jam berada di suatu tempat.”

Nasehat Abah Guru Sekumpul itu disampaikan demi keselamatan presiden terlama di Indonesia itu.

Dalam kesempatan lain, saat ada kunjungan ke luar negeri, Abah Guru Sekumpul dihubungi pihak Istana Negara saat itu.

Beliau diminta mendoakan keselamatan penguasa Orde Baru tersebut selama kunjungan di negara-negara yang sedang bertikai kala itu.

Kerap meminta nasehat dan doa, Keluarga Cendana pun menawarkan bantuan untuk pembangunan Mushalla Ar Raudhah Sekumpul. Namun, oleh Abah Guru Sekumpul tawaran ditolak secara halus.

“Alhamdulillah urusan dana, lebih dari cukup,” ucap Abah Guru Sekumpul dalam sebuah majelis beliau, ketika menolak tawaran dari Keluarga Cendana.

Baca Juga: Misteri “Tongkat” Soekarno Terkuak, Ternyata Ulama Ini yang Memberinya

Ulama yang kerap mengingatkan untuk berbaik-sangka pada jemaah-nya itu, menurut Haji Ghani, menilai Presiden Soeharto sebagai Presiden yang perhatian terhadap kesejahteraan rakyatnya.

Selain Soeharto, Presiden yang pernah datang ke Sekumpul, baik sebelum menjabat atau sedang menjabat sebagai Presiden, di antaranya Megawati Soekarno Putri, KH Abdurrahman Wahid, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Untuk SBY, kedatangannya terbilang rahasia sebagaimana diungkapkan buku Bertamu ke Sekumpul karya wartawan senior, Ahmad Rosyadi.

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Sebelum Dikuasai Wahabi, Makkah Merayakan Maulid Nabi
apahabar.com

Sirah

Tidak Mudah Menjadi Pendakwah di Zaman Dulu, Tunji Abbas Mengalaminya
apahabar.com

Sirah

Tanggung Jawab Menjaga Lingkungan Hidup dalam Islam
apahabar.com

Sirah

Menikah di Bulan Safar? Dua Pasangan Agung Ini Melakukannya
apahabar.com

Sirah

Masjid Ini Dipercaya Mengeluarkan Minyak, Benarkah?
apahabar.com

Religi

Zaman Khalifah Umar RA: Tak Paham Fiqih Muamalat Dilarang Berdagang
apahabar.com

Sirah

Dua Kampung di Martapura Tak Bisa Dimasuki Penjajah, Dua Ulama Ini Ternyata Penyebabnya
apahabar.com

Sirah

Mengenang Tuan Guru Zainal Ilmi (1); Menegur Kekhilafan dengan Pandangan Batin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com