Breaking News! Gunung Bugis di Kaltim Membara Lagi Jelang MotoGP Jerman 2021, Momen Marc Marquez Meramaikan Barisan Depan Raisya, Gadis Kelua Tabalong yang Hilang Akhirnya Kembali ke Pelukan Keluarga Buka-bukaan, Pj Gubernur Sebut Pajak Kendaraan Bermotor Kalsel Nunggak Hampir Rp1 Triliun Maryadi Meninggal di Lapangan Lambung Mangkurat Kandangan, Polisi Beber Keterangan

Berhasil Lahirkan Bayi Kembar Hasil Rekayasa Genetik, Ilmuan Berurusan dengan Polisi

- Apahabar.com Jumat, 25 Januari 2019 - 12:15 WIB

Berhasil Lahirkan Bayi Kembar Hasil Rekayasa Genetik, Ilmuan Berurusan dengan Polisi

Bayi kembar hasil rekayasa. Foto-Pixabay

apahabar.com, CHINA – Kepolisian China menahan ilmuwan bernama He Jiankui. Ilmuwan ini mengklaim dirinya telah menciptakan teknologi mutakhir berupa bayi hasil rekayasa genetika pertama di dunia. Sebelumnya, Jiankui dengan gamblang mengumumkan kelahiran bayi hasil ciptaannya tersebut pada November 2018.

Menanggapi hal tersebut, kepolisian China langsung melakukan tindakan tegas termasuk melakukan penyedikan lebih dalam pada eskperimen genetik yang tengah dilakukannya.

Sebuah tim penyidik mengatakan kepada kantor berita resmi Xinhua bahwa, hasil menyelidikan menyimpulkan Jiankui telah melakukan penelitian secara illegal, termasuk membentuk sebuah tim yang beranggotakan beberapa warga negara asing.

Laporan itu semakin diperparah karena Jiankui dan timnya diketahui secara sengaja menghindari pengawasan dari pihak berwajib. Ia juga menggunakan teknologi yang ternyata dilarang oleh pemerintah setempat, serta memalsukan sejumlah hasil penelitian yang ia lakukan sejak Maret 2017 sampai November 2018.

Jiankui bahkan diketahui merekrut delapan pasangan suami istri untuk berpartisipasi dalam eksperimennya, hingga menciptakan dua kehamilan. Salah seorang wanita diklaim telah melahirkan anak kembar yang kemudian diberi nama “Lulu” dan Nana”, ujar para peniliti. Sementara wanita lain dilaporkan tengah mengandung janin hasil rekayasa genetik ciptaannya.

Baca Juga: Pipa Bensin Bocor, Kebakaran Hebat Landa Meksiko, 20 Orang Tewas

Pihak kepolisian mengatakan, Jinakui dan seluruh anggota timnya akan dikenakan hukuman pidana atas tuduhan melakukan eksperimen secara ilegal. Selama masa investigasi, Pemerintah Guandong telah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka akan menjaga dua bayi kembar yang dilahirkan dari hasil eksperimen tersebut.

Keputusan mereka ternyata disambut baik oleh para ilmuwan di seluruh dunia.

Seorang ahli biologi yang tidak ingin namanya disebutkan mengungkapkan, “Ini adalah hasil yang membuat saya senang. Sudah seharusnya pemerintah melakukan tindakan yang tegas, dan memberikan perlindungan kepada bayi-bayi itu,”.

Lebih lanjut ia menjelaskan, beberapa ilmuwan sebetulnya juga sering melakukan eksperimen genetik, namun menggunakan media tikus laboratorium.

Sementara itu, dalam sebuah wawancara dengan Beijing Yout Daily, Shao Feng, dari Academy of Sciences sekaligus Deputi Direktor National Institute of Biological Sciences mengatakan, seluruh insiden ini perlu diselidiki secara komprehensif.

“Jika saya menangani masalah ini, saya tidak akan pernah memberi tahu (si kembar) bahwa gen mereka telah direkayasa, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan seperti orang normal. Saya pikir itu adalah pilihan yang terbaik,” kata Shao Feng.

Selain itu, Shao juga khawatir tentang risiko kesehatan potensial yang akan dihadapi anak kembar itu, sekaligus dampak dari eksperimen itu terhadap keberlangsungan hidup umat manusia.

“Begitu gerbang rekayasa genetik terbuka lebar, umat manusia akan selesai. Teknologi itu sangat kuat, namun fakta yang menakutkan adalah, siapa pun yang memiliki kemampuan atau sering melakukan eksperimen di dalam lab bisa melakukannya,” tutupnya.

Sejak mengumumkan kelahiran sang bayi kembar di KTT Internasional Kedua tentang Human Genome Editing di Hongkong pada November lalu, Jiankui belum terlihat di depan publik. Beberapa laoran media mengklaim dia telah menjadi tahanan rumah atau bahkan ditahan polisi setempat. Demikian dilansir dari South China Morning Post, Jumat (25/1/2019).

Baca Juga: Pria Tertua Dunia Meninggal di Usia 113 Tahun

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Tingkat Infeksi Covid-19 Turun, Arab Saudi Berencana Terbitkan Visa Turis
The Beatles

Internasional

The Beatles Bikin Plang Abbey Road Laku Ratusan Juta
apahabar.com

Internasional

Prancis dan Italia Diterjang Badai Mematikan: Ribuan Rumah Rusak, 2 Tewas, 30 Hilang
apahabar.com

Internasional

WNI dan Puluhan Staf PBB Jadi Korban Ethiopian Airlines
Vaksin AstraZeneca

Internasional

Temuan Kasus Penggumpalan Darah, Belasan Negara Hentikan Sementara Suntikan Vaksin AstraZeneca
apahabar.com

Internasional

Mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko Terpapar Virus Corona

Internasional

Eks Menteri Perminyakan Dua Dekade Saudi Meninggal
Pesawat Tempur China

Internasional

Masuk Zona Maritim Malaysia, Belasan Pesawat Tempur China Langgar Wilayah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com