Polisi Dalami Kaburnya Habib Rizieq dari Rumah Sakit Ummi Nekat Menjambret Wanita di Siang Bolong, Pemuda Kotabaru Diringkus Tim Macan Bamega Sadis! Begal Mobil Carteran di Pelaihari Buang Jasad Korban ke Hutan Sawit BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen

Blak-blakan Kadiv PAS Kemenkumham Kalsel soal Motif Penyiraman Air Keras

- Apahabar.com Rabu, 9 Januari 2019 - 23:33 WIB

Blak-blakan Kadiv PAS Kemenkumham Kalsel soal Motif Penyiraman Air Keras

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kalsel, Asep Syarifuddin dalam perawatan intensif tim medis. Foto-apahabar.com/Baha

apahabar.com, BANJARMASIN – Mutasi sejumlah narapidana kasus narkoba di Lapas Teluk Dalam diduga kuat menjadi motif utama kasus penyiraman air keras terhadap Asep Syarifuddin.

Kepala Divisi Permasyarakatan Kemenkumham Kalimantan Selatan itu menjadi korban penyiraman air keras di Cafe Capung, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Selasa 20 November 2018 silam. Polisi masih menutup rapat-rapat kasus ini.

Sejumlah pernyataan terkait kasus ini justru terlontar dari Asep, selaku korban. Kepada media ini, Asep menganggap dirinya sudah menjadi korban salah sasaran.

Sebab, ia baru menduduki jabatan sebagai Kadivpas Permasyarakatan Kalsel lima bulan sebelum kejadian air keras menimpanya. Artinya mutasi atau perpindahan sejumlah narapidana bukanlah wewenangnya.

Baca Juga: Tegangan Tinggi, Puluhan Alat Elektronik Warga di Banjarbaru Rusak!

“Saya hanya melanjutkan tanggung jawab Kadiv PAS Kemenkumham Kalsel sebelumnya,” jelasnya kepada apahabar.com, Rabu (9/1) pagi.

Kala diwawancarai apahabar.com, tersirat dua nama terduga otak utama penyerangan air keras: HR dan SY.

Nama pertama yang disebut merupakan narapidana kasus narkotika yang menghuni Lapas Teluk Dalam Kelas I Banjarmasin.

Belum jelas sejak kapan HR menjadi warga binaan Lapas Teluk Dalam. Dalam catatan Asep, masih ada delapan warga binaan lain yang diduga terlibat dalam kasus ini selain HR.

Mayoritas mereka narapidana kasus narkotika. Adapun SY telah melarikan diri ke Kalimantan Timur, usai melakukan penyiraman air keras terhadapnya.

“Sembilan narapidana termasuk keduanya sudah ditentukan oleh Badan Narkotika Provinsi (BNP) untuk dipindahkan ke Lapas yang berada di Jawa Timur,” jelas mantan Kepala Lapas Kelas 1 Medan kepada apahabar.com, Rabu (9/1) pagi.

apahabar.com

Kepala Divisi Kemenkumham Kalimantan Asep Syarifuddin ditemui di ruang kerjanya. Foto-apahabar.com/Bahaudin

“Mereka semuga sudah dibagi, ada yang ke Lapas Kota Malang dan ke Madiun,” sambungnya lagi.

Menurut Asep, adanya rencana perpindahan narapidana membuat salah satu pelaku merasa gerah.

Jika benar terjadi, mutasi narapidana ke Jawa Timur tersebut berpotensi memutus jaringan peredaran narkotika yang mereka kendalikan dari dalam Lapas.

“Jika mereka dipindah jaringan transaksi narkotika ke Kaltim akan terputus,” ujar Asep yang akan serah terima jabatan besok. Asep bakal dipromosikan menjadi Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Nusa Tetanggara Timur.

Jabatan sebagai orang nomor satu di divisi permasyarakatan -divisi yang menaungi Lapas dan Rutan- itulah yang membuatnya menjadi target sasaran para pengedar narkoba tersebut.

Dari musibah yang menimpanya, Asep berharap ini bisa menjadi pesan untuk melawan setiap upaya teror yang menghampiri aparat penegak hukum.

Pada satu sisi, sesuai catatan media, penyelidikan kasus penyerangan air keras terhadap Asep ini akan memasuki bulan kedua pada 20 Januari 2019 nanti.

Memasuki bulan kedua penyelidikan, Polda Kalsel belum mampu mengungkap siapa dalang alias mastermind di balik kasus tersebut.

Aparat diminta lebih serius untuk menangani kasus ini, dan segera menangkap pelaku yang saat ini masih berkeliaran bebas, terutama SY.

Direktur Kriminal Umum Polda Kalsel, Kombes Pol Sofyan Hidayat dihubungi media ini enggan memberikan keterangan.

“Nanti saja,” singkatnya sembari mengakhiri panggilan media ini.

Diwartakan sebelumnya tiga orang terduga pelaku penyerangan -menurut penuturan Asep- berhasil ditangkap. Salah seorang di antaranya adalah mantan anggota kepolisian.

Baca Juga: Akhiri Perdebatan, Pelindo III Banjarmasin Siap Kucurkan Rp 3 M

Rahmadi diduga menjadi pesuruh dari penyandang dana sekaligus eksekutor penyerangan air keras ini.

Penyandang dana diduga kuat adalah seorang bekas bandar narkotika jenis sabu asal Kaltim.

 

 

 

Reporter: Bahaudin Qusairi/Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sungai Baru Heboh, Seorang Pria Diduga Tenggelam
Niat Antar Makanan ke Suami, Wanita 60 Tahun di Mataraman Ditemukan Tak Bernyawa

Kalsel

Niat Antar Makanan ke Suami, Wanita 60 Tahun di Mataraman Ditemukan Tak Bernyawa
apahabar.com

Kalsel

DPD BMI Kalsel Salurkan Ratusan APD Bantuan ke Pejuang Medis
apahabar.com

Kalsel

Kalapas Pastikan Kurir Sabu di Kotabaru Bukan Napi Asimilasi Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Rembuk Nasional, Sekda Ingin Layanan di HST Ditingkatkan
apahabar.com

Kalsel

Penjual Nasi Padang Teluk Dalam Tewas Tergantung, Polisi Beber Hasil Visum
apahabar.com

Kalsel

Kerap ‘Kehilangan’ Anggota di Waktu Shalat, Kapolsek Mataraman Bangun Mushalla
apahabar.com

Kalsel

Kurang Surat Suara Pilpres, Pencoblosan di TPS 017 Molor 3 Jam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com