Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Bupati Tabalong Saksikan Acara Banaik Langsat ke atas Pohon Berusia 50 Tahun di Desa Tanta

- Apahabar.com Senin, 28 Januari 2019 - 21:47 WIB

Bupati Tabalong Saksikan Acara Banaik Langsat ke atas Pohon Berusia 50 Tahun di Desa Tanta

Seorang pemanjat menaiki pohon langsat yang usia lebih dari 50 tahun, Desa Tanta, Kecamantan Tanta, Tabalong, Senin (28/1). Foto-apahabar.com/Arif

apahabar.com, TANJUNG – Bangga. Demikian yang dirasa Nursyid (58), warga Desa Tanta, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong karena lahan perkebunannya jadi lokasi Banaik Langsat

Banaik Langsat yang digelar Senin (28/1), berjalan sukses dan mendapat apresiasi Bupati Tabalong Drs. H. Anang Syakhfiani, M.Si.

apahabar.com

Bupati Tabalong Drs. H. Anang Syakhfiani, M.Si. menerima uluran tempat yang di bawa pemanjat untuk memetik langsat. Foto-apahabar.com/arif

Di atas lahan seluas 32 meter persegi itu, terhitung 25 pohon langsat yang seluruhnya berbuah sangat lebat.

Baca Juga:  1 Ton Langsat Siap Panen di Acara Banaik Langsat Desa Tanta Tabalong

Menurut Nursyid pohon langsat itu merupakan warisan dari kedua orang tuanya, dan sudah berusia sangat tua.

“Kalau saya hitung hitung mungkin usia pohon pohon langsat yang ada di sini kurang lebih 50 tahun,” ucap Nursyid.

Namun untuk mendapatkan kualitas buah yang terbaik, Nursyid menjelaskan bahwasannya pohon tersebut harus melewati proses yang cukup panjang.

“Dari awal pohon langsat ini di tanam, baru 12 tahun kemudian akan berbuah untuk yang pertama kali. Itu pun belum tentu manis buahnya,” ungkap Nursyid.

Masyarakat Desa Tanta percaya bahwa langsat ketika dipetik tidak boleh sampai jatuh ke tanah, agar mendapatkan kualitas langsat yang terbaik.

Maka dari itu biasanya pemilik pohon langsat akan memakai jasa para pemanjat profesional untuk memetik buah langsatnya.

Kurnain salah satu pemanjat menyebutkan langsat yang di petik harus di bawa turun menggunakan sebuah wadah yang diikat dengan tali (uluran, demikian masyarakat lokal menyebutnya).

Uluran dapat terbuat dari keranjang atau bakul yang diikat dengan tali yang cukup kuat, dengan panjang tali menyesuaikan tinggi pohon yang akan dipanjat,” ungkapnya.

Selanjutnya, uluran tersebut akan diikat di pinggang atau di tenteng pakai tangan. Setelah langsat dirasa cukup banyak dan sudah memenuhi wadah tersebut, baru kemudian diturunkan. Kemudian akan disambut oleh teman si pemanjat yang berada di bawah pohon langsat.

“Alhamdulillah dari lima tahun saya menjalani pekerjaan ini, tidak pernah sekalipun terjatuh dari pohon tersebut,” ucap Kurnain.

Baca Juga: Bupati Tabalong Ingin Benaik Langsat Dijadikan Agenda Rutin

Biasanya para pemanjat pohon langsat yang sudah profesional akan di bayar Rp 2000 perkilogramnya. Namun upah tersebut tidak tetap menyesuaikan dengan harga langsat di pasaran.

Reporter: Arif Nur Budiman
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Usai Diamankan, Puluhan Koli Tabloid Indonesia Barokah Dijaga Polisi
apahabar.com

Kalsel

Ponsel Danrem 101/Antasari Di-hack, Diduga Pelaku di Jabar
apahabar.com

Kalsel

48 Remaja Terjaring Operasi Patuh di Batola
apahabar.com

Kalsel

Polisi Tembak Perampok Bersenjata Alfamart Teluk Tiram
Kuasa Hukum Pimred Banjarhits Desak Kumparan Bertanggung Jawab

Kalsel

Kuasa Hukum Pimred Banjarhits Desak Kumparan Bertanggung Jawab
apahabar.com

Kalsel

AP I Kebut Perbaikan Plafon Terminal Baru Syamsuddin Noor
apahabar.com

Kalsel

Tak Harmonis, Banyak Pasangan di Martapura Pilih Berpisah
apahabar.com

Kalsel

Kalsel-Teng Gelap Gulita: Selain Kompensasi, PLN Diminta Buka Komunikasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com