7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin

Cegah Hoaks, WhatsApp Batasi Forward Pesan 5 Kali 

- Apahabar.com Senin, 21 Januari 2019 - 18:38 WIB

Cegah Hoaks, WhatsApp Batasi Forward Pesan 5 Kali 

Ilustrasi aplikasi WhatsApp. Foto-apahabar.com/Aprianoor

apahabar.com, JAKARTA – Menjelang pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 17 April, WhatsApp membatasi kemampuan meneruskan pesan atau forward hanya lima kali untuk satu pesan.

“Fitur meneruskan pesan akan diseragamkan menjadi lima untuk Indonesia dan global,” kata Wakil Direktur Kebijakan Publik dan Komunikasi WhatsApp, Victoria Grand, kepada wartawan di Jakarta seperti dikutip dari Antara, Senin (21/1/2019).

WhatsApp selama beberapa bulan belakangan ini memberi label pada pesan yang diteruskan, setiap pesan yang diteruskan akan diberi label “forwarded” di bagian atas. Secara global, setiap pesan dibatasi hanya dapat diteruskan sebanyak 20 kali.

Hanya India yang diberi batasan meneruskan pesan lima kali, setelah kasus kekerasan yang berujung pada kematian meruak akibat penyebaran hoaks yang berpangkal dari pesan di WhatsApp.

Keputusan ini diambil setelah berdiskusi dengan berbagai pihak di Indonesia, termasuk Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

WhatsApp menyadari 90 persen pesan yang beredar di platform tersebut merupakan pesan pribadi, sisanya dapat berupa pesan-pesan yang lain. Dengan membatasi sebuah pesan hanya dapat diteruskan lima kali, Grand menilai jika ada perilaku yang mencurigakan, pesan tersebut dapat dilacak ke lima pesan sebelumnya.

WhatsApp tidak dapat membaca isi pesan yang dikirim karena enkripsi end-to-end yang disematkan di sistem mereka hanya mengizinkan pengirim dan penerima pesan untuk membaca isi pesan tersebut.

Tapi, WhatsApp bisa mendeteksi perilaku berkirim pesan jika terdapat aktivitas yang tidak wajar, misalnya meneruskan pesan ke banyak orang sekaligus.

“Mempersulit orang-orang yang kurang bertanggung jawab untuk meneruskan pesan,” kata Grand.

Data mereka menunjukkan sejak fitur ini diluncurkan, perilaku meneruskan pesan secara global turun hingga 25 persen.

Kepala Urusan Publik WhatsApp, Carl Woog, menyatakan pembaruan di WhatsApp digulirkan mulai pekan ini untuk perangkat Android dan iOS.

“Mungkin hari ini berlaku,” kata Woog di acara yang sama.

Baca Juga: 18 Nelayan Indonesia Ditangkap UPM Timor Leste

Baca Juga: Istri Ustaz Maulana Wafat, Berikut Kisah Cinta Keduanya

Baca Juga: Kasus Suap Perizinan Meikarta, 5 Saksi DPRD Kabupaten Bekasi Ini Diperiksa KPK

Editor: Aprianoor

 

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pesan Lebaran dari Jokowi: Kita Mampu Lewati Ujian Ini
apahabar.com

Nasional

Jokowi Terima Ucapan Selamat dari PM Inggris dan Australia atas Suksesnya Penyelenggaraan Pemilu
apahabar.com

Nasional

Sejumlah Pelanggaran Pemilu Mulai Terendus di Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Indonesia Terima Bantuan Alkes dari Gabungan Pengusaha China
apahabar.com

Nasional

China Resmi Buka Bandara Bintang Laut Raksasa Bernilai Rp882 Triliun
apahabar.com

Nasional

Buat Ekstasi Lagi, Napi Salemba Dipindah ke Nusakambangan

Nasional

Mengenal ‘Jackie Chan’ Barabai Bersuara Merdu yang Viral di Medsos
apahabar.com

Nasional

Jokowi Optimis Dengan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com