[FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan Daftar Lengkap 64 Link Pengumuman CPNS 2019, sscn.bkn.go.id & Berkas Online yang Harus Disiapkan! Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Solidaritas Tanpa Tanding, BPK Al Jamal Kelayan Tembus Jarak Ratusan Kilometer Bantu Padamkan Api di Kotabaru

Cuaca Ekstream di Awal Tahun, Picu Kenaikan Bahan Dapur di Martapura

- Apahabar.com Senin, 7 Januari 2019 - 23:44 WIB

Cuaca Ekstream di Awal Tahun, Picu Kenaikan Bahan Dapur di Martapura

Pedagang ayam potong di Pasar Taibah, Martapura. Foto-apahabar.com/Reza Rifani

apahabar.com, MARTAPURA – Cuaca ekstream yang terjadi di awal 2019, memicu terlambatnya pasokan bahan dapur ke Martapura. Akibatnya, harga bahan tersebut pun melambung di pasaran.

Menurut pantauan apahabar.com di Pasar Taibah Martapura, Senin (7/1) sore, ada 5 komoditi bahan yang naik. Di antara bahan dapur; bawang merah, cabe rawit, cabe rawit tiung, dan tomat. Sementara bahan pokok yang naik adalah ayam potong.

Bawang merah yang semula berada di harga Rp34.000 per kilogram, naik menjadi Rp36.000 per kilogram. Cabe rawit dari harga Rp60.000 naik ke Rp65.000 per kilogram. Cabe rawit tiung Rp40.000 naik ke Rp.45.000 per kilogram. Daging ayam potong dari harga Rp25.500 naik menjadi Rp.30.000 per kilogram. Harga tomat dari Rp12.000 menjadi Rp14.000 per kilogram di pasaran.

Baca Juga: Kebijakan Lion Air Group Bak Bumerang

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Industri dan Perdagangan Kabupaten Banjar, Ferryansyah membenarkan adanya kenaikan harga komoditi bahan dapur yang di antaranya terdapat bahan pokok tersebut.

“Kenaikan harga komoditi saat ini diakibatkan oleh cuaca ekstrem. Karena faktor cuaca itu, para pemasok dari luar Kalimantan tidak bisa mengirimkan kebutuhan komoditi tersebut,” ungkap Ferryansyah kepada apahabar.com

Lebih jauh, Ferryansyah menuturkan bahwa kenaikan ini masih dalam kategori normal, pihaknya juga masih berupaya untuk terus melakukan monitoring ke beberapa pasar yang ada di Martapura.

“Selanjutnya akan kami upayakan untuk monitoring pasar. Kami akan lakukan dua kali dalam seminggu di empat pasar yang ada di Martapura, yaitu pasar Taibah (Pasar Induk), pasar Kertak Hanyar, Pasar Gambut, serta Pasar Astambul sampai harga kebutuhan pokok kembali normal,” jelas Ferryansyah

Sementara itu, pedagang ayam potong di Pasar Taibah Martapura mengeluhkan adanya kenaikan ini.

“Harga ayam potong naik. Pelanggan sepi. Biasanya jual 30 ekor per hari. Hari ini, cuma 20 ekor,” ujar pedagang pasar Taibah yang tidak mau disebutkan namanya.

Baca Juga: Walhi Turut Pertanyakan Kualitas Sumur Bor Gambut Kalsel yang Rusak

Reporter: Reza Rifani
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ratusan Pelanggar Terjaring Selama Operasi Patuh Intan di Batola
apahabar.com

Kalsel

Pengusaha Travel Haji dan Umrah Kalsel Ancam Boikot Garuda
apahabar.com

Kalsel

Harganas ke-26 di Kalsel, Soroti Masalah Pernikahan Dini
apahabar.com

Kalsel

Usai Perbaikan, Raperda Narkotika Banjarmasin Segera Disahkan
apahabar.com

Kalsel

Suzuki Smash Vs Toyota Hiace di U-Turn Kertak Hanyar, Pria Paruh Baya Tewas di Tempat
apahabar.com

Kalsel

‘Ditalak’ Pemkab Batola, BPJS Tekankan Pepatah Sedia Payung Sebelum Hujan
apahabar.com

Kalsel

Patroli Siang Malam, Polsek Tambang Ulang Ingatkan Larangan Karhutla
apahabar.com

Kalsel

Apel Senin Berlanjut ‘Halal Bihalal’ di Kandangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com