2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan

Cukup Pakai e-KTP Pelayanan Kesehatan Jadi Gratis, Banjarmasin Mesti Tiru Tangerang

- Apahabar.com Sabtu, 12 Januari 2019 - 22:18 WIB

Cukup Pakai e-KTP Pelayanan Kesehatan Jadi Gratis, Banjarmasin Mesti Tiru Tangerang

Ilustrasi pelayanan Puskesmas. Foto-antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Banjarmasin mesti mencontoh Tangerang dalam hal pelayanan kesehatan.

Anggota DPRD Kota Banjarmasin Mathari menyebutkan penggratisan pelayanan kesehatan di Kabupaten Tanggerang Selatan (Tangsel) dilakukan pemerintah setempat.

“Cukup bermodal menunjukkan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) saja,” ujar politisi PKS ini dikutip dari ANTARA.

Sebelumnya disebutkan para legislator asal Banjarmasin mengetahuinya saat studi banding tentang revisi Perda nomor l7 Tahun 2012 tentang retribusi pelayanan kesehatan Kota Banjarmasin.

“Hebat kan, hanya menunjukkan KTP-el asli domisili daerah itu, gratis berobat hingga rumah sakit, ini bisa dicontoh,”ujarnya.

Dia mengatakan hal itu sedang diupayakan melalui rancangan peraturan daerah (Raperda) merevisi Perda tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan.

“Ya. Ujungnya nanti bisa diarahkan ke sana,” ujarnya.

“Kalau dihitung APBD kita memungkinkan menanggung beban itu, bisa secepatnya kita realisasikan,” sambung ketua panitia khusus (Pansus) pembahasan Raperda tersebut.

Menurut dia, semangat ini bisa terlaksana dengan Pemkot Banjarmasin akan memiliki rumah sakit (RS) sendiri, yakni, RS Sultan Suriansyah yang sedang dalam tahap pembangunan akhir.

“Salah satu semangat kita merevisi Perda tentang retribusi pelayanan kesehatan, inikan karena kita membangun RS, harus ada aturannya,” kata Mathari.

Menurut dia, Perda yang berlaku saat ini hanya menangani masalah retribusi pelayanan kesehatan tingkat Puskesmas, sebab Pemkot Banjarmasin tidak memiliki RSUD selama ini.

“Kalau RSUD daerah kita ini selesai dibangun sesuai target pada 2019, maka pengoperasiannya sudah ada aturannya yang siap,” ujarnya.

Terlebih, kata Mathari, Kementerian Kesehatan(Kemenkes) dalam konsultasi pihaknya tentang revisi Perda tentang retribusi pelayanan kesehatan ini tidak mempermasalahkan.

“Jadi Kemenkes menyatakan tidak masalah Banjarmasin merevisi Perda tentang retribusi pelayanan kesehatan, asal tidak bertentangan dengan peraturan di atasnya, dipersilakan melanjutkan pembahasan,” tandasnya.

Bahkan, kata Mathari, kalau memang dalam revisi Perda ini akan tetap menerapkan adanya retribusi, hingga bisa bertambah kategorinya juga tidak dilarang.

“Yang pasti jangan terlalu membebani masyarakat, sebab inti dari kita membangun RSUD ini untuk meningkatkan pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Hari Ini, Kotabaru Tambah 1 Pasien Covid-19 asal Sebuku
apahabar.com

Kalsel

Seleksi Perangkat Desa, Batola Menggunakan CAT
apahabar.com

Kalsel

Komplek Pendopo Bersinar Tabalong Dijaga Petugas Gabungan, Ada Apa?
apahabar.com

Kalsel

Alasan Dinkes Tolak Warga di Pekauman Ikuti Swab Massal
apahabar.com

Kalsel

BPTD XV Kalsel Fokus Sosialisasikan Keselamatan Jalan untuk Anak Usia Dini
apahabar.com

Kalsel

2018, Puluhan Konflik Bekantan Vs Manusia Terjadi di Kalimantan Selatan
apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin Zona Merah, Pasien Corona Mestinya Dirujuk ke RS
apahabar.com

Kalsel

Resmi Ditutup, Ini Peringkat Lima Besar Peserta Diklat Kepimpinan Pemprov dan Kabupaten-Kota
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com