Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

CVR Lion Air Diangkat dari Dasar Laut Tertutup Lumpur 8 Meter

- Apahabar.com Senin, 14 Januari 2019 - 12:40 WIB

CVR Lion Air Diangkat dari Dasar Laut Tertutup Lumpur 8 Meter

Ilustrasi perairan puing pesawat. Foto-dok.Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub

apahabar.com, JAKARTA – Akhirnya Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air PK-LQP ditemukan. Tim penyelam sudah mengangkat CVR Lion Air dari dasar laut yang tertutup lumpur sedalam 8 meter.

“Tim penyelam Angkatan Laut, dalam hal ini Koarmada I yang terdiri dari Dislambair dan Kopaska berhasil menemukan tadi pagi pukul 9 lebih 10 menit. (CVR) Itu berada di bawah kedalaman 30 meter tapi berada di bawah lagi 8 meter. Jadi dasar laut 8 meter lagi karena di dasar laut ketutupan oleh lumpur,” ujar Kadispen Koarmada I Letkol Laut (P) Agung Nugroho, di Pondok Dayung, Jakarta Utara, Senin (14/1/2019).

“Sementara ini posisi masih ada di sana, sudah dinaikkan,” imbuhnya seperti dirilis detikcom.

Pencarian CVR Lion Air disebut Agung dipimpin Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Ada dua KRI yang dikerahkan dalam pencarian yang dimulai awal Januari.

Baca Juga: Kemenhub Naiknya Harga Tiket Pesawat Masih Dalam Batas Wajar

“Satgas pencarian ini pimpinannya KNKT. Sudah dibentuk atau diterjunkan mulai dari 8 Januari. Ini hari keenam dan Alhamdulillah berhasil menemukan,” sambungnya.

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di perairan Karawang pada Senin, 29 Oktober. Total ada 189 orang penumpang dan kru pesawat tujuan Pangkalpinang tersebut.

KNKT sudah menganalisis data dari FDR black box. Ada temuan airspeed indicator Lion Air PK LQP yang rusak dalam empat penerbangan terakhir PK-LQP. Namun temuan itu belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kecelakaan JT 610. KNKT melanjutkan penyelidikan.

Ditemukan juga soal kerusakan sensor AOA (angle of attack), pengukur sudut pesawat terhadap aliran udara. Sensor AOA menunjukkan perbedaan pada saat penerbangan sebelum JT 610, yaitu dari Bali ke Jakarta.

Baca Juga: Beredar Petisi Minta Harga Tiket Pesawat Diturunkan

Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Terkait UU Cipta Kerja, Anies: Kami Tak Bisa Sampaikan Pendapat ke Jokowi
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Kepala Daerah dan Satgas Serius Tangani Covid-19
apahabar.com

Nasional

Lepaskan Jabatan Menkum HAM, Yasonna Pilih Jadi Anggota DPR
apahabar.com

Nasional

Tsunami Selat Sunda: Menhub Kunjungi Posko Basarnas di Labuan, 19 Korban Kembali Ditemukan
apahabar.com

Nasional

Menteri PUPR Tawarkan Proyek Bendungan ke Turki
apahabar.com

Nasional

Iwan Fals Usul Reuni Alumni 212 Digelar 3-4 Kali dalam Setahun
apahabar.com

Nasional

15 Ribu Orang Tinggalkan Wamena Pasca-Kerusuhan
apahabar.com

Nasional

PSBB Jakarta, Mulai 14 September Kegiatan Perkantoran dari Rumah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com