Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Daerah Tetangga Belajar Inovasi Kelola PAD dari Banjarmasin

- Apahabar.com Senin, 21 Januari 2019 - 18:32 WIB

Daerah Tetangga Belajar Inovasi Kelola PAD dari Banjarmasin

Wali Kota Palangkaraya, Fairid Nafarin (dua kanan) bersama Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina (dua kiri) saat study banding terkait inovasi pengelolaan Pendapatan Asli Daerah dari sektor keseluruhan pajak daerah yang diterapkan di Balai Kota Banjarmasin. Foto-Humas Pemkot Banjarmasin

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Palangkaraya melakukan study banding terkait inovasi pengelolaan Pendapatan Asli Daerah dari sektor keseluruhan pajak daerah yang diterapkan di Banjarmasin.

“Hari ini kami belajar tentang inovasi pengelolaan PAD dari Kota Banjarmasin karena PAD Palangkaraya secara keseluruhan hanya berkisar sekitar 191 miliar per tahun,” ucap Wali Kota Palangkaraya, Fairid Nafarin usai kunjungan tersebut kunker di Balai Kota Banjarmasin (21/1).

Kunjungan, kata dia, sebagai upaya pihaknya menaikkan PAD agar tepat dan sesuai sasaran, dan juga tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.

“Berkaca pada keadaan yang terjadi di Palangkaraya pajak yang kami dapatkan lebih dominan dari Pajak Penerangan Jalan Umum, selainnya meski ada namun tidak terlalu besar, berbeda dengan kota Banjarmasin yang lebih variatif soal pajak yang menghasilkan PAD,” paparnya.

Baca Juga: April, SMP di Tanah Bumbu Berbasis Komputer

Sementara, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menerangkan secara kapasitas fiskal Banjarmasin lebih besar daripada Palangkaraya, kemudian jumlah penduduk Banjarmasin juga lebih banyak daripada Palangkaraya. PAD Banjarmasin saat ini mencapai Rp 297 miliar yang didapat dari berbagai macam pajak.

“Kapasitas penduduk kita ada 700 ribu, kemudian palangkaraya hanya 270 ribu. Ini yang membuat beda PAD dari dua kota yang berbeda ini,” jelas Ibnu.

Banjarmasin, kata dia, menerapkan inovasi pengelolaan pajak dengan salah satu contoh ketersediaan pembayaran pajak melalui online sehingga memudahkan para wajib pajak untuk membayar pajak.

“Kemudahan yang kami berikan ini membuat wajib pajak lebih taat pajak dan lebih tertib terkait partisipasi membayar pajak dari berbagai sektor pajak. Seperti restoran 40 miliar dan pajak hotel 27 miliar iterima Banjarmasin,” ungkap Ibnu Sina.

Selain itu menurut Ibnu ketersediaan pembayaran pajak online merupakan suatu terobosan baru untuk meningkatkan PAD yang sudah disampaikan kepada jajaran pemerintah Kota Palangkaraya melalui kunker tadi.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Penutupan Jembatan Alalak, Pedagang Terancam Gulung Tikar
apahabar.com

Kalsel

DPR RI Fokus Godok RUU Farmasi, Lutfi: Kita Sampaikan Aspirasi Mahasiswa
apahabar.com

Kalsel

Cegah Karhutla, Kapolsek Kelumpang Hulu Cek Peralatan Damkar
apahabar.com

Kalsel

Diperiksa sampai Malam, Korlap Demo di Banjarmasin Akhirnya Dibebaskan
apahabar.com

Kalsel

Tengah Hari, Puluhan Rumah Diamuk Api di Alalak Tengah
apahabar.com

Kalsel

Camat di Batola Dilarang Keluar Wilayah
apahabar.com

Kalsel

Kenang Jasa Pahlawan di Momentum Hut Bhayangkara ke-74, Kapolda Kalsel Ziarah ke Makam Pahlawan
apahabar.com

Kalsel

Cuaca Ekstrem, PT DML Dockyard Klaim Pelayaran Sesuai Standar Keselamatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com