Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh Tampil di Moto2 2020, Mandalika Racing Team (MRT) Pilih Dimas Ekky Jadi Tembalap Tim, Diluncurkan Rabu LIBUR PANJANG, Bandara Syamsudin Noor Mulai Bersiap BNNP Kalsel Sukses Gagalkan Transaksi 1 Kilogram Sabu di Komplek Citra Garden Kabupaten Banjar Pejabat Terpapar Covid-19, Pjs Wali Kota Banjarbaru Minta ASN Pedomani Prokes

Debat Capres, Beda Pandangan Soal Isu Korupsi ASN

- Apahabar.com Kamis, 17 Januari 2019 - 22:53 WIB

Debat Capres, Beda Pandangan Soal Isu Korupsi ASN

Ilustrasi debat perdana Capres dan Cawapres 2019 . Foto-apahabar.com/infografis/aji

apahabar.com, JAKARTA – Capres petahana Joko Widodo menyatakan rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) secara transparan telah dilakukan di masa pemerintahannya.

Hal ini diberlakukan untuk meminimalkan perilaku korupsi di kantor pemerintahan.

“Sekarang sudah kita lakukan, contoh rekrutmen ASN, PNS kita dilakukan secara terbuka, semuanya bisa dicek, hasilnya juga bisa cek. Anak saya tidak bisa diterima di situ, karena memang tidak lulus,” kata Jokowi menanggapi pertanyan debat capres di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis 19 Januari 2019 malam, dikutip dari Antara.

Baca Juga: Debat Capres, Tetap Akur Meski Beda

Dalam tema debat tentang korupsi dan terorisme, Jokowi memilih amplop A yang berisikan pertanyaan.

“Untuk menduduki jabatan publik seringkali dibutuhkan biaya yang sangat tinggi, sehingga setelah menduduki jabatan, perilaku korupsi tidak terhindarkan. Apa strategi anda untuk mengatasi politik berbiaya tinggi ini?”

Jokowi berkeyakinan bahwa prinsip rekrutmen dan lelang jabatan birokrat di lingkungan kantor pemerintahan harus berbasis pada kompetensi sumber daya manusianya, bukan didasarkan pada kemampuan finansial maupun pendekatan nepotisme calon atau PNS itu sendiri.

“Oleh sebab itu, untuk pejabat-pejabat birokrasi, rekrutmen harus dilakukan transparan, sederhana, dengan standar-standar yang jelas,” kata Jokowi.

Soal bagaimana mewujudkan birokrasi yang bebas dari Korupsi, Prabowo melihatnya akar masalah ada di gaji pegawai negeri yang kurang.

“Saya akan naikkan trax ratio, dari 10% menjadi 16%. Kalau sudah gaji bagus, masih korupsi, Tangkap, mungkin ditempatkan di pulau terpencil, suruh menambang pasir terus menerus,” ujarnya.

Baca Juga: Debat Capres, Prabowo-Sandi Baca Sejumlah Doa

Editor: Fariz

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Banjir Jabodetabek Sudah Renggut 16 Nyawa Warga!
apahabar.com

Nasional

Hari Ini, Jamaah An Nadzir Salat Idul Fitri
apahabar.com

Nasional

Ijtima Ulama Tegaskan Money Politic Haram, MUI Kalsel: Bisa Hukum Cambuk
apahabar.com

Nasional

Pagi Buta, Begal Sapi Penembak Polisi di Tala Berhasil Diringkus!
apahabar.com

Nasional

Pesan Acil dari Rantau: Serba Gratis Jamu Jamaah Haul Guru Sekumpul  
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Pasien Sembuh Bertambah 563 Jadi 13.776, Positif 37.420
apahabar.com

Nasional

Gandeng Halliburton, Pertamina Targetkan Pengeboran Laut Dalam
apahabar.com

Nasional

Heboh Pernikahan Sedarah Warga Bulukumba di Balikpapan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com