Pembacok Jurkani di Tanbu Juga Rampas Barang Pribadi, Pelaku Disebut Berhalusinasi Jasad Wanita Muda Banjarmasin dengan Luka Tusuk di Dada Itu Ternyata… Sosok Pembacok Advokat Jurkani di Tanah Bumbu, dan Detik-Detik Penganiayaan IKN Dipimpin Kepala Otorita, Sederet Nama Kandidat Termasuk Ahok Pesona Danau Sentarum Kalbar Bikin Takjub, Tertarik Berkunjung?

Debat Capres, Beda Pandangan Soal Isu Korupsi ASN

- Apahabar.com     Kamis, 17 Januari 2019 - 22:53 WITA

Debat Capres, Beda Pandangan Soal Isu Korupsi ASN

Ilustrasi debat perdana Capres dan Cawapres 2019 . Foto-apahabar.com/infografis/aji

apahabar.com, JAKARTA – Capres petahana Joko Widodo menyatakan rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) secara transparan telah dilakukan di masa pemerintahannya.

Hal ini diberlakukan untuk meminimalkan perilaku korupsi di kantor pemerintahan.

“Sekarang sudah kita lakukan, contoh rekrutmen ASN, PNS kita dilakukan secara terbuka, semuanya bisa dicek, hasilnya juga bisa cek. Anak saya tidak bisa diterima di situ, karena memang tidak lulus,” kata Jokowi menanggapi pertanyan debat capres di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis 19 Januari 2019 malam, dikutip dari Antara.

Baca Juga: Debat Capres, Tetap Akur Meski Beda

Dalam tema debat tentang korupsi dan terorisme, Jokowi memilih amplop A yang berisikan pertanyaan.

“Untuk menduduki jabatan publik seringkali dibutuhkan biaya yang sangat tinggi, sehingga setelah menduduki jabatan, perilaku korupsi tidak terhindarkan. Apa strategi anda untuk mengatasi politik berbiaya tinggi ini?”

Jokowi berkeyakinan bahwa prinsip rekrutmen dan lelang jabatan birokrat di lingkungan kantor pemerintahan harus berbasis pada kompetensi sumber daya manusianya, bukan didasarkan pada kemampuan finansial maupun pendekatan nepotisme calon atau PNS itu sendiri.

“Oleh sebab itu, untuk pejabat-pejabat birokrasi, rekrutmen harus dilakukan transparan, sederhana, dengan standar-standar yang jelas,” kata Jokowi.

Soal bagaimana mewujudkan birokrasi yang bebas dari Korupsi, Prabowo melihatnya akar masalah ada di gaji pegawai negeri yang kurang.

“Saya akan naikkan trax ratio, dari 10% menjadi 16%. Kalau sudah gaji bagus, masih korupsi, Tangkap, mungkin ditempatkan di pulau terpencil, suruh menambang pasir terus menerus,” ujarnya.

Baca Juga: Debat Capres, Prabowo-Sandi Baca Sejumlah Doa

Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

China: Korban Virus Corona di Wuhan Lebih Tinggi dari yang Dilaporkan
apahabar.com

Nasional

Belum Pilpres, BPN Prabowo-Sandi Sudah ‘Bagi-bagi Kursi’ Menteri
apahabar.com

Nasional

Sidang MK, KPU: Situng Diretas 15 Menit Pulih

Nasional

Ketua KPK RI akan Hadiri Pelantikan JMSI Aceh
apahabar.com

Nasional

Minimalkan Penyebaran Covid-19, Nahdlatul Ulama Lakukan Pendataan Warga Secara Digital
apahabar.com

Nasional

Ahok Ditarget Sebulan ‘Bongkar’ 142 Anak Usaha Pertamina
apahabar.com

Nasional

Bawaslu Catat 700 ASN Langgar Netralitas Pilkada Serentak 2020
apahabar.com

Nasional

Polisi Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Kejagung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com