Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang Pencuri Hp Rosehan Diciduk Polisi, Ini Dalih Tersangka Kronologi Pria Kelumpang Tengah Tewas Disengat Ribuan Lebah

Debat Capres, Kasus Ratna Sarumpaet Jadi Sindiran Jokowi ke Prabowo

- Apahabar.com Kamis, 17 Januari 2019 - 22:21 WIB

Debat Capres, Kasus Ratna Sarumpaet Jadi Sindiran Jokowi ke Prabowo

Ilustrasi debat perdana Capres dan Cawapres 2019 . Foto-apahabar.com/infografis/aji

apahabar.com, BANJARMASIN – Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengungkit kasus hoaks yang dilakukan Ratna Sarumpaet, saat debat capres perdana. Diketahui Ratna sempat menjadi bagian tim sukses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dilansir dari CNN Indonesia, kasus Ratna diungkit Jokowi saat menanggapi pertanyaan Prabowo yang mengkritik penegakan hukum di era Jokowi-Jusuf Kalla.

Menurut Prabowo, banyak masyarakat yang merasa aparat hukum berat sebelah. Contoh yang disebut Prabowo soal adanya kepala daerah dan gubernur yang mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin karena ditekan secara hukum dan bahkan ditangkap.

“Jangan menuduh seperti itu pak Prabowo,” kata Jokowi saat debat capres perdana di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1).

Jokowi mengklaim Indonesia adalah negara hukum dan menjalankan mekanisme hukum. Untuk itu ia meminta Prabowo jika ada barang bukti soal adanya tekanan hukum terhadap kepala daerah maka sampaikan langsung ke penegak hukum.

“Jangan grusak-grusuk jurkam pak Prabowo misalnya. Katanya dianiaya, mukanya babak belur. Tapi apa yang terjadi, tapi operasi plastik. Akhirnya konpers loh ini negara hukum,” sindir Jokowi.

Jokowi kembali mengingatkan Prabowo untuk mengikuti mekanisme hukum dan berikan barang bukti ke penegak hukum.

Sebelumnya Prabowo menyinggung soal adanya upaya kriminalisasi hukum kepada kepala daerah yang mendukung Prabowo-Sandi di pilpres 2019.

“Ada kepala desa di Jawa Timur. Menyatakan dukungan kepada kami ditangkap saya kira ini perlakuan tidak adil dan pelanggaran HAM karena melarang menyatakan pendapat kepada siapapun. Saya kira ini mohon diperhitungkan karena ada anak buah bapak seperti itu,” kata Prabowo.

Editor: Fariz

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mahasiswa ULM Banjarmasin Gaet Best of The Best IndonesiaNEXT 2019
apahabar.com

Nasional

Kapolri Umroh, Bukan Ingin Bertemu Rizieq
apahabar.com

Nasional

Nasib Laksamana Maeda Usai Bantu Proklamasi Indonesia
apahabar.com

Nasional

Polisi Soal ABK Kotabaru Negatif Corona: Diobservasi 3 Hari
apahabar.com

Nasional

Gempa di Sulteng: Peringatan Dini Tsunami Dinyatakan Berakhir
apahabar.com

Nasional

Pelindo III Tambah Kuota Mudik Gratis Sampai 30 Ribu Tiket
apahabar.com

Nasional

Anggotanya Peras Bule Jepang, Mabes Polri Minta Maaf
apahabar.com

Nasional

Dua Tewas dari Kecelakaan Bus Kramat Jati Jakarta-Surabaya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com