Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Defisit Perdagangan RI di 2018 Catatkan Rekor Terburuk

- Apahabar.com Selasa, 15 Januari 2019 - 19:36 WIB

Defisit Perdagangan RI di 2018 Catatkan Rekor Terburuk

ilustrasi terminal peti kemas. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Neraca perdagangan Indonesia menyentuh defisit tertinggi pasca reformasi.

Dilansir Kompas, Badan Pusat Statistik ( BPS) mencatat, defisit neraca perdagangan RI mencapai 8,57 miliar dollar AS sepanjang 2018.

Angka ini merosot tajam dibandingkan neraca dagang tahun sebelumnya. Pada 2017 lalu, neraca dagang Indonesia justru mengalami surplus 11,84 miliar dollar AS.

Baca Juga: Mengelola Modal Usaha yang Berasal dari Utang

“Penyebab defisit 2018 lebih karena defisit migas 12,4 miliar dollar AS,” ujar Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Selasa (15/1/2019).

“Sementara itu untuk nonmigas, kita masih surplus 3,84 milliar dollar AS,” sambungnya.

Sebelum 2018, berdasarkan data yang dimiliki BPS, defisit neraca dagang Indonesia terjadi pada 1975 sebesar 391 juta dollar AS dan pada 2012 sebesar 1,7 miliar dollar AS.

Selanjutnya, pada 2013 terjadi defisit neraca perdagangan sebesar 4,08 miliar dollar AS dan pada 2014 defisit mencapai 2,20 miliar dollar AS. Suhariyanto mengatakan, defisit neraca dagang selama 2018 merupakan pekerjaan rumah pemerintah. Ini terutama untuk meningatkan ekspor dan di sisi lain menahan impor.

Baca Juga: Biaya Kirim Barang Naik, UMKM Terancam ‘Mati Suri’

Sebelumnya, Ekonom Faisal Basri menilai defisit neraca dagang Indonesia yang mencapai 7,5 miliar dollar AS hingga November 2018 merupakan hal yang serius.

Menurut Faisal, defisit neraca dagang yang mencapai 7,5 miliar dollar AS saat itu merupakan sejarah baru dalam perjalanan panjang neraca dagang Indonesia.

“Tidak pernah Indonesia setelah merdeka itu defisit perdagangan barangnya sampai 7,5 miliar dollar AS, tidak pernah. Jadi Ini sejarah baru sejak tahun 1945,” kata dia.

Kini ternyata defisit necara dagang RI mencapai 8,57 miliar dollar AS. Lebih besar dari November lalu yang mencapai 7,5 miliar dollar AS.

Baca Juga: Melaju di Zona Hijau, Rupiah Menguat Lagi

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Mata Uang Benua Kuning Melemah, Rupiah Awal Pekan Menguat
apahabar.com

Ekbis

Tarif Batas Atas Pesawat Turun, Mengapa?
apahabar.com

Ekbis

Corona Mewabah di Mexico, Pabrik Bir Bermerk Corona Dihentikan
apahabar.com

Ekbis

Tips Agar UMKM Bisa Tahan Banting Diterjang Corona
apahabar.com

Ekbis

Sore Ini, IHSG Ditutup di Level 5.176
apahabar.com

Ekbis

Bursa Kawasan Turun, IHSG Awal Pekan Diperkirakan Melemah
apahabar.com

Ekbis

Positif Covid-19, Presiden Donald Trump Mulai Sehat, Rupiah Ikut Menguat
apahabar.com

Ekbis

Telkomsel Sabet Penghargaan Prestisius di Telecom Asia Awards 2019
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com