Praktik Jual-Beli Pangkalan Elpiji Kalsel Terendus di Level Agen! Catat! Warga Banjarmasin Sudah Divaksin Corona Tetap Harus Swab Pengadaan Mobdin di Banjarmasin Terancam Berhenti, Simak Alasannya Puluhan Pangkalan Elpiji di Kalsel-Teng Diputus Pertamina! Simak Alasannya Ketika Presiden Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing

Di Jakarta, Mau Nikah Harus Cek Kesehatan

- Apahabar.com Sabtu, 12 Januari 2019 - 09:00 WIB

Di Jakarta, Mau Nikah Harus Cek Kesehatan

Foto-Detik.com

apahabar.com, JAKARTA – Satu lagi rintangan para jomblo untuk naik ke pelaminan, khususnya untuk warga Jakarta. Pasalnya, pemerintah setempat menyaratkan calon pengantin harus dites dan konseling kesehatan.

Sebagaimana diberitakan detik.com, seorang wanita bernama Lulu (24) asal Jakarta mengaku menjalani tes kesehatan yang disyaratkan oleh KUA (Kantor Urusan Agama) di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

“Ke puskesmas bilang cek kesehatan, terus di cek deh darah sama pipis kedua mempelai buat cek kesehatan, sama HIV. Setelah selesai tes kesehatan dari puskesmas, bawa surat keterangan kesehatan ke KUA lagi, setelah itu di jadwalkan untuk penataran,” katanya.

Sama halnya dengan Yulva (24) yang juga menjalani tes kesehatan saat sebelum menikah pada Agustus 2018. Ia mengatakan bahwa calon pengantin harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan bagian konseling calon pengantin di puskesmas daerah Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Di Jakarta semua harus punya sertifikat nikah. Tes kesehatannya tes gizi di poli gizi, laboratorium ambil darah, buat kayak cek HIV, terus suntik TT (Tetanus Toksoid). Terus konseling, kayak ngisi kuisioner tentang pernikahan, habis itu nunggu hasil. Kalau layak dapat sertifikat daru konseling,” jelas Yulva.

Baca Juga: Jemaah Umrah Indonesia, Keluhkan Perekaman Biometrik Ulang di Saudi

Kendati demikian, masih ada calon pengantin yang “lolos” jadi pengantin tanpa dicek KUA. Seperti di KUA daerah Cipayung, Jakarta Timur.

Warga setempat, Firdaus (25) mengatakan, “Gua tahu itu wajib tapi bukan sebagai aturan, nggak pernah ada sosialisasinya. Gua datang ke KUA nggak ada sosialisasinya dan nggak disuruh juga,” ungkapnya.

Ada pula Denis (25) yang sudah mengetahui hal tersebut namun tidak menjalankan tes kesehatan sebelum pernikahannya pada bulan Desember 2018 lalu. Ia mengaku bahwa takut untuk melakukan tes kesehatan.

“Gua nggak cek, sudah ketakutan duluan. Ngeri disuntik vaksin ini itu. Tapi Alhamdulillah KUA Kecamatan gua nggak ribetin sih, gua nggak ada sertifikat kesehatannya,” akunya.

Baca Juga: Stadion Demang Lehman Siap Tampung Ribuan Jemaah Haul Sekumpul

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Saudi Segera Buka Kembali Masjidil Haram dan Nabawi untuk Umrah
apahabar.com

Habar

Haul Guru Sekumpul Ke-14, Dinkes Banjar Beri Penyuluhan ke Juru Masak
apahabar.com

Habar

Jauh dari Batola, Wanser Ini Berharap Berkah di Banjar Bersholawat
MUI Kalsel: Begini Menyikapi Kematian Orang Tertular Covid-19

Habar

MUI Kalsel: Begini Menyikapi Kematian Orang Tertular Covid-19
apahabar.com

Habar

Puncak Haul Guru Sekumpul Ditetapkan 1 Maret 2020
apahabar.com

Habar

6 Tips Puasa Sehat Untuk Pengidap Penyakit Maag
apahabar.com

Habar

Memahami Rumitnya Penentuan Awal Ramadan dengan Metode Rukyatul Hilal
apahabar.com

Habar

Sepeninggal Guru Zuhdi, Pengurus Masjid Jami Menimbang Dua Ulama Ini Jadi Pengganti
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com