Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala

Diancam Digempur China, Taiwan Minta Bantuan Internasional

- Apahabar.com Minggu, 6 Januari 2019 - 18:13 WIB

Diancam Digempur China, Taiwan Minta Bantuan Internasional

Ilustrasi militer China. Foto-REUTERS/Stringer

apahabar.com, TAIPEI – Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada Sabtu (5/1/2019) menyerukan dukungan dan bantuan masyarakat internasional setelah China mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk memaksa reunifikasi.

Tsai mengatakan bantuan dibutuhkan untuk membela demokrasi dan cara hidup negaranya dalam menghadapi ancaman Beijing.

Permintaan bantuan itu muncul sehari setelah Presiden China Xi Jinping mengatakan angkatan bersenjata negara Tirai Bambu harus memperkuat rasa urgensi mereka dan melakukan segala yang mereka bisa untuk mempersiapkan pertempuran.

“Kami berharap masyarakat internasional menanggapinya dengan serius dan dapat menyuarakan dukungan dan membantu kami,” kata Tsai kepada wartawan di Taipei, mengacu pada ancaman China yang akan menggunakan kekuatan militer untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya.

Menurutnya, jika komunitas internasional tidak mendukung, maka negaranya yang demokratis bisa terancam. “Kita mungkin harus bertanya negara mana selanjutnya?,” ujar Tsai, seperti dikutip Reuters.

Taiwan adalah masalah paling sensitif bagi China. Pemerintah Xi Jinping menganggap Taiwan sebagai provinsinya yang membangkang.

Xi Jinping telah meningkatkan tekanan pada Taipei sejak Tsai dari Partai Progresif Demokratik yang pro-kemerdekaan menjadi presiden Taiwan pada tahun 2016.

Presiden Xi mengatakan pada hari Rabu bahwa China memiliki hak untuk menggunakan kekuatan guna membawa Taiwan di bawah kendalinya. Kendati demikian, pihaknya akan berusaha untuk mencapai reunifikasi damai dengan wilayah tersebut.

Sebagai tanggapannya, Tsai mengatakan Taiwan tidak akan menerima kebijakan politik “satu negara, dua sistem” dengan China. Dia menekankan semua negosiasi perlu dilakukan atas dasar kedua pihak pemerintah.

Baca Juga: Bentrokan Pasukan Israel dengan Demonstran Palestina, 23 Orang Luka

Tsai juga mendesak China untuk memiliki pemahaman yang benar tentang apa yang orang Taiwan pikirkan. Menurutnya, tindakan seperti intimidasi politik tidak membantu dalam hubungan lintas selat.

China dan Taiwan dulunya memang satu pemerintahan. Namun, terpisah pada tahun 1949 setelah perang saudara.

Sumber : Sindo
Editor : Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

KJRI Marseille Gelar Pertemuan Bisnis
apahabar.com

Global

Perdana dalam Sejarah, Raja Malaysia Turun Takhta

Global

Paris Rusuh, Prancis Pertimbangkan Status Darurat
apahabar.com

Global

Dianggap Bocorkan Rahasia Militer, Surat Kabar Nigeria Digerebek Tentara
apahabar.com

Global

Indonesia-Arab Saudi Perkuat Hubungan Kebudayaan
apahabar.com

Global

1.709 Pelajar di Malaysia Positif Narkotika
apahabar.com

Global

India Buru Macan Tutul Pembunuh Biksu
apahabar.com

Global

Badai Pabuk yang Melanda Thailand Terburuk dalam Puluhan Tahun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com