Tragis, Petani Tabalong Tersambar Petir Sepulang Tanam Padi Ssttt.. Rampok Tanah Laut Lolos dari Penyekatan di Hutan Samboja Alasan H2D Kembali Tolak Hasil Rekapitulasi PSU di Banjarmasin Heboh Buronan Kalsel Kabur ke Hutan Samboja, Ternyata Rampok Tanah Laut Batal Tender Jalan di Batola, CV Ridho Menang Gugatan PTUN

DLaps Bakery, Roti yang Diproduksi Tahanan Lapas Klas 1 Makassar

- Apahabar.com Selasa, 1 Januari 2019 - 10:54 WIB

DLaps Bakery, Roti yang Diproduksi Tahanan Lapas Klas 1 Makassar

Dlaps Bakery. Foto-food.uzone.id

apahabar.com, MAKASSAR – Para warga binaan di Lapas Klas 1 Makassar diajari secara khusus untuk memproduksi roti dan donat.

Kepala satuan kerja Lapas Kelas I Makassar, Budi Sarwono, mengatakan program tersebut dilakukan sebagai wujud nyata pembinaan di Lapas kelas I Makassar sebagai lembaga pemasyarakatan berkonsep industri.

Produksi roti dan donat tersebut yang dibuat oleh para tahanan dinamai D’Laps Bakery. Produksi mereka hadir dengan berbagai rasa, seperti cokelat, keju, cokelat-keju, pisang-cokelat, pisang-cokelat-keju, abon, dan selai kaya.

Baca Juga: Pemkot Ajak Semua Pihak Promosikan Kuliner Khas Banjar

“Fokus kita adalah pembinaan kepada warga binaan untuk urusan pemasaran sudah ditangani oleh bidang kegiatan kerja. Sementara untuk keuntungannya, tetap akan dilelola oleh Lapas Makassar,” ujar Budi Sarwono, dikutip dari food.uzone.id, Senin (31/12/2018).

D’Laps Bakery saat ini telah menerima pesanan yang siap antar. Mengenai rasa dan kualitas, produksi D’Laps Bakery dijamin tak mengandung bahan pengawet.

“D’Laps Bakery hanya bertahan hingga empat sampai lima hari. Untuk produksinya, setiap hari D’Laps Bakery menerima pesanan hingga 500 roti per hari tergantung dari permintaan pasar dan pesanan yang datang. Namun, diperkirakan D’Laps Bakery akan menargetkan penjualan rotinya hingga 1000 biji per hari, dengan memperluas penjualan roti,” kata Budi.

Salah satu warga binaan, Anto, mengatakan dirinya sangat semangat menggeluti kegiatan pembinaan ini. “Kegiatan Ini menjadi bekal yang yang sangat berharga,” ucapnya.

“Tiap hari, kami produksi lima kilo (gram) tepung per hari, dengan jumlah roti mencapai 500 biji per hari,” kata Anto.

Salah satu warga binaan, Anto, mengatakan dirinya sangat semangat menggeluti kegiatan pembinaan ini. “Kegiatan Ini menjadi bekal yang yang sangat berharga,” ucapnya.

“Tiap hari, kami produksi lima kilo (gram) tepung per hari, dengan jumlah roti mencapai 500 biji per hari,” kata Anto.

Baca Juga: Paliat Kuliner Khas Tabalong, Bikin Lidah Menggeliat

Sumber : food.uzone.id
Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Hari Kemerdekaan, Intip Promo E-Commerce hingga Dompet Digital
apahabar.com

Gaya

Tips Bagi Memelihara Ikan Koi Hingga Menguntungkan
apahabar.com

Gaya

Banjarmasin Gencar Sosialisasikan Waspada DBD
apahabar.com

Gaya

Ada Cara Mudah Bikin Motor Awet dan Prima
apahabar.com

Gaya

IDI Kalteng: Jangan Remehkan Protokol Kesehatan Covid-19
apahabar.com

Gaya

Penelitian Terbaru, Orang Berdarah O dan B Miliki Resiko Rendah Terpapar Covid-19
apahabar.com

Gaya

Vivo Y20s, Punya Spesifikasi Mumpuni dengan Harga Terjangkau
apahabar.com

Gaya

Tak Biasa, Muda-mudi di Banjarmasin gelar ‘Lapak Ngaji’ di Keramaian Kota
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com