Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

Durian Wajit Khas Pangandaran Jadi Buruan Pencinta Durian

- Apahabar.com Kamis, 24 Januari 2019 - 07:45 WIB

Durian Wajit Khas Pangandaran Jadi Buruan Pencinta Durian

Si Wajit, durian lokal yang dagingnya tipis, kering, dan legit. Foto-Detik.com

apahabar.com, PANGANDARAN – Ternyata beberapa pekan belakangan ini, berburu durian lokal sedang jadi tren wisata kuliner di kawasan wisata Pantai Pangandaran. Ini karena durian yang masak pohon, manis dan beraroma harum.

Dikutip Apahabar.com dari Detik.com, durian berasal dari kebun-kebun warga, wisatawan bisa menikmati buah berduri ini satu-dua jam setelah dipetik dari pohonnya. Suwandi (67) misalnya, warga Cilacap, Jawa Tengah ini sengaja datang ke Pangandaran untuk jajan durian. Kebiasan berburu durian di Pangandaran, menurut Suwandi, telah lama ia lakukan.

“Saya memang penggemar durian. Kemarin ditelepon (pedagang) ada yang bagus-bagus, saya langsung ke sini,” ujar Suwandi dijumpai di kios durian di Jalan Kidang Pananjung, Selasa (22/1/2019).

Suwandi lanjut bercerita, durian lokal favoritnya adalah si Wajit, yaitu durian yang dagingnya tipis, kering, dan legit. Durian ini, kata Suwandi, dari luar juga terlihat cantik karena warnanya yang kuning keemasan dan baunya yang wangi menyengat.

Tak hanya makan durian di tempat, Suwandi juga sengaja membawa peti-peti sterofoam untuk mengangkut pulang durian-durian hasil buruannya. Puas dengan durian-durian yang dijanjikan si pedagang, Suwandi pulang memborong durian senilai Rp 3 juta rupiah.

Dikisahkan Mimin Aminah (36) sang pedagang, Suwandi hanya satu dari banyak langganannya. Hampir tiap minggu, kata Mimin, ia bahkan harus melayani pengiriman ke para pelanggannya di kota-kota besar.

Menurut Mimin, tren wisata kuliner durian memang sedang digandrungi wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran. Tak heran, setiap musim durian, banyak pedagang durian di sudut-sudut kawasan wisata Pantai Pangandaran.

Menurutnya, kelebihan durian lokal Pangandaran adalah rasanya yang legit atau menurut istilahnya “manisnya panjang”. Selain itu, kata Mimin, buah durian lokal dibiarkan matang di pohon sehingga mencapai rasa terbaik.

“Kita kan jualnya masih di sini (Pangandaran), jadi panen langsung dijual. Kalau yang di kota-kota itu, biasanya dari kebun-kebunnya di desa dipetikya mentah karena perjalanan jauh,” kata Mimin.

Durian-durian lokal itu, kata Mimin, dipanen dari kebun-kebun warga di daerah Parigi, Cijulang, Cigugur dan Sidamulih.

Setiap tahun, menurut Mimin, musim durian lokal biasanya bermula dari November hingga awal tahun baru. Khusus tahun ini, menurut Mimin, musim durian lebih panjang, diprediksi sampai Maret 2019.

“Kemarin kan kemaraunya panjang, jadi sekarang panen raya,” kata warga Desa Cibenda, Kecamatan Parigi ini.

Baca Juga: 7 Makanan yang Harus Dihindari untuk Cegah Perut Buncit

Baca Juga: 5 Fakta Ngeri Pasar Tomohon, Tempat Paling Sadis yang Membuatmu Beruji Nyali

Baca Juga: Ini Prediksi Tren Kuliner di Indonesia 2019 Versi Go-Food

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

iPhone 12 Model 4G Dibandrol ‘Murah’, Minat?

Gaya

3 Kandungan Suplemen Termasuk Herbal yang Berbahaya untuk Ginjal
apahabar.com

Gaya

Ternyata Buah Semangka Berkhasiat untuk Kecantikan Kulit dan Rambut
apahabar.com

Gaya

Bukalapak Bantah Diretas dan Data Pengguna Bocor
apahabar.com

Gaya

Honda Pasarkan PCX Listrik di Asia Tenggara, Filipina yang Pertama
apahabar.com

Gaya

Penggunaan Gawai Jadi Kebiasaan Baru, Simak Tips Dokter Mata
apahabar.com

Gaya

5 Manfaat Menyehatkan dari Cincau untuk Buka Puasa
apahabar.com

Gaya

Ramadan, Novotel Banjarmasin Airport Sediakan Kuliner Nusantara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com