Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki Benny Wenda Deklarasi Papua Merdeka, Pemerintah RI Jangan Diam! 2 Saudaranya ‘Dipocong’ Hidup-Hidup, Saksi Kunci Pembunuhan Bocah di Benawa HST Trauma

Enam Puluh SD Tak Punya Kepala Sekolah

- Apahabar.com Selasa, 29 Januari 2019 - 18:48 WIB

Enam Puluh SD Tak Punya Kepala Sekolah

Ilustrasi kepala sekolah. Foto-tribunnews

apahabar.com, MARTAPURA – Dari 360 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Banjar, 60 sekolah tak punya kepala sekolah definitif.

Kekosongan jabatan itu, dikarenakan kepala sekolah sebelumnya sudah pensiun.”Namun kekosongan jabatan itu tak diisi pelaksana tugas (plt),” Maidi Armansyah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar.

Tak hanya itu kendalanya, dikemukakan Maidi, guru SD setempat pun tak memenuhi persyaratan untuk memegang jabatan kepala sekolah. Kedepan pihaknya akan melakukan pemetaan guru yang bisa diangkat menjadi kepala sekolah.

Caranya dengan menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) buat calon kepala sekolah. Dalam waktu dekat pihaknya akan menetapkan plt pada SD yang tak punya kepala sekolah.

Soal guru yang memungkinkan menjadi kepala sekolah, menurut Maidi, punya Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS). Untuk mendapatkan NUKS harus melewati sejumlah tahapan.

“Guru harus golongannya 3C, kedua harus lulus tes calon kepala sekolah. Setelah lulus tes maka mereka akan didiklat selama 3 bulan. Calon kepala sekolah masuk dulu beberapa hari kemudian praktek di lapangan. Setelah lulus diklat, akan diberikan sertifikat sebagai kepala sekolah,” jelasnya.

Namun, Maidi Armansyah juga mengatakan bahwa kewenangan untuk mendiklat saat ini di bawah Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) di Solo. Jadi biasanya dinas harus bekerjasama dengan LP2KS Solo tersebut untuk mendiklat calon kepala sekolah.

Di tempat yang bersamaan, Sawiyan, Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Disdik Banjar juga mengatakan kendala yang dihadapi.”Guru yang pangkatnya sudah mencukupi mereka tidak mau mendaftar menjadi kepala sekolah. Sementara yang pangkatnya tidak mencukupi, tak bisa ditunjuk sebagai plt kepala sekolah,” jelasnya.

Reporter: Reza Rifani
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sanksi Tegas Pelaku Politik Uang di Pilkada 2020 Berupa Pidana
apahabar.com

Kalsel

Polisi Bekuk Dua Pengedar di Banjarmasin dan Banjarbaru dalam Semalam
apahabar.com

Kalsel

Jumlah Warga Asing di Kalsel Stabil
apahabar.com

Kalsel

Jaring Bakal Calon di Pilkada Banjar, Golkar Kedatangan Pelamar Tak Diduga
apahabar.com

Kalsel

Smartfren Salurkan Paket Data dan Internet di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Razia Kamar Tahanan dan Narapidana Rutan Marabahan, Simak Hasil Temuan Petugas
apahabar.com

Kalsel

1 Kg Sabu di Tala, Sopir HSU Tergiur Upah Puluhan Juta
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Orang Reaktif di Banjarmasin Jalani Swab Massal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com