ga('send', 'pageview');
Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST




Home Kalsel

Minggu, 27 Januari 2019 - 15:16 WIB

Excavator Robohkan Bangunan Samping Jembatan Alalak

Redaksi - apahabar.com

Excavator Hitachi tipe EX200 sedang membongkar bagian lantai atas ruko bekas apotek di aera pembebasan lahan Jembatan Alalak I, Jalan Brigjend Hasan Basri, Kayutangi, Minggu (27/1/2019). apahabar.com/Foto-Rizal Khalqi

Excavator Hitachi tipe EX200 sedang membongkar bagian lantai atas ruko bekas apotek di aera pembebasan lahan Jembatan Alalak I, Jalan Brigjend Hasan Basri, Kayutangi, Minggu (27/1/2019). apahabar.com/Foto-Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN – Proyek renovasi Jembatan Alalak, Jalan Trans Kalimantan mulai terlihat. Puluhan rumah dan ruko yang berdiri di area renovasi jembatan satu per satu rata dengan tanah.

Seiring renovasi, angkutan truk dari Banjarmasin ke Batola dan sebaliknya dipindahkan melewati jalan alternatif menuju Kilometer 17 yang menyambung ke arah Jalan Lingkar Utara.

Pemerintah, melalui pelaksana kontraktor pembangunan Jembatan Alalak I sudah membebaskan lahan sejak beberapa bulan terakhir. Rata-rata rumah yang terbuat dari kayu dibongkar sendiri pemiliknya. Sementara untuk merobohkan ruko, petugas menurunkan excavator.

Baca juga :  HUT RI di Tengah Pandemi, Simak Seruan Wali Kota Banjarmasin

Sepeti ruko eks apotek dan penginapan berlantai tiga di kawasan tersebut harus dibongkar menggunakan excavator Hitachi tipe EX200.

Selain karena tinggi dan besar, ruko ini nampak sangat kokoh. Hal itu terlihat begitu sulitnya excavator itu menghancurkan lantai demi lantai bangunan berwarna ungu tersebut.

Pembangunan kembali jembatan yang digadang-gadang bergaya cable stayed ini nanti akan menghubungkan dua wilayah yakni Kabupaten Batola dan Kota Banjarmasin.

Cable Stayed adalah jembatan yang menggunakan kabel-kabel berkekuatan tinggi sebagai penggantung yang menghubungkan gelagar dengan menara.

Baca juga :  Biar Jera, Begini Akibat Motor Pakai Knalpot Brong di Banjarmasin

Model yang mengandalkan kabel sebagai penahan beban jembatan, diperuntukkan bagi lintasan antar wilayah yang biasanya terpisah oleh sungai, lembah ataupun di atas tanah datar. Keindahan kabel bentangan menjadi daya tarik tersendiri di jembatan itu nantinya.

Nantinya panjangnya jembatan mencapai 850 meter termasuk oprit. Sedangkan bentang tengahnya mencapai 120 meter. Untuk lebar jembatan mencapai 20 meter dan akan ada empat jalur.

Baca Juga: Dua Petani di Banjar Gasak Emas Puluhan Gram

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ikut Main Logo, Ibnu Sina Minta Permainan Tradisional Dilestarikan
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Veteran, Dinsos Kalsel Salurkan Bantuan Ratusan Juta
apahabar.com

Kalsel

Musim Hujan, Kuranji Siaga Banjir dan Penyakit
apahabar.com

Kalsel

Kekurangan SDM APIP, Inspektorat HST Gandeng BPKP Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Mengharukan, Begini Cerita di Balik Longsor Pendulangan Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Haul Guru Sekumpul, Polresta Banjarmasin Kerahkan Ratusan Personel
apahabar.com

Kalsel

Ini Sanksi Jika Kampanye pada Masa Tenang
apahabar.com

Kalsel

Mulai ‘Blusukan’ di Kotabaru, Sudian Noor Bikin Ujang Terharu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com