Terduga Penyusup Diamankan, Kapolda Kalsel Angkat Bicara Ingat Setahun Jokowi tapi Mahasiswa di Banjarmasin Lupa Prokes Refleksi Setahun Jokowi-Ma’ruf, BEM Kalsel Ancam Demo Tiap Pekan NASA Tunjuk Nokia untuk Bangun Jaringan Seluler di Bulan, 2024 Kirim Manusia Bermukim di Sana Demo Setahun Jokowi-Ma’ruf, Pelajar di Banjarmasin Kepergok Bawa Miras

Fakta Longsor Sukabumi: 30 Rumah Tertimbun hingga Lokasinya Tak Layak Huni

- Apahabar.com Rabu, 2 Januari 2019 - 15:45 WIB

Fakta Longsor Sukabumi: 30 Rumah Tertimbun hingga Lokasinya Tak Layak Huni

Lokasi longsor di Kampung Cimapag, Kabupaten Sukabumi. Foto-Okenews

apahabar.com, JAKARTA – Pada penghujung tahun lalu, tepatnya Senin 31 Desember 2018, sekira pukul 17.00 WIB, Indonesia kembali tertimpa bencana. Tanah longsor terjadi di Kampung Cimapag Sigaherang, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hujan deras yang mengguyur sekitar Desa Sinaresmi menimbulkan aliran air di area hutan dan persawahan. Jenuhnya air menyebabkan longsor perbukitan, kemudian materialnya meluncur menuruni lereng dan menimbun rumah warga yang ada di bawahnya.

Berikut ini fakta-fakta terkait bencana longsor di Kampung Cimapag, Sukabumi, sebagaimana Okezone himpun, Rabu (2/1/2019).

  1. Sebanyak 30 rumah tertimbun

Data Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat sedikitnya ada 30 rumah tertimbun tanah longsor di Kampung Cimapag, Sukabumi. Itu berarti sebanyak 32 KK atau 101 jiwa menjadi korban bencana ini.

  1. Korban masih dalam pencarian

Dari 101 warga Kampung Cimapag, Sigaherang, tercatat 63 orang selamat, 3 orang luka-luka dan dirujuk ke Rumah Sakit Pelabuhan Ratu, 15 orang meninggal dunia, dan 20 orang masih dalam pencarian.

  1. Kegiatan evakuasi alami kendala

BPBD Kabupaten Sukabumi bersama TNI, Polri, Basarnas, aparat setempat, relawan, dan masyarakat mengalami beberapa kendala saat mengevakuasi para korban longsor. Kondisi di lokasi kejadian masih diguyur hujan rintik hingga deras.

Selain itu, jaringan komunikasi seluler pun terhambat, sehingga Tim SAR gabungan hanya bisa mengandalkan radio handy talkie.

Baca Juga: Longsor Sukabumi: Pencarian 20 Korban yang Tertimbun Dilanjutkan Pagi Ini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ada Peserta Demo Positif Covid-19, Satgas: Sayangi Keluarga
apahabar.com

Nasional

Apakah Tsunami Susulan Kembali di Selat Sunda? Ini Penjelasan BMKG
apahabar.com

Nasional

Ngawur, Anggota DPR RI Usul Ekspor Ganja
apahabar.com

Nasional

Istri Terpidana Teroris Umar Patek Sandang Status WNI
apahabar.com

Nasional

Jadi Tersangka Kasus Penembakan, Anak Bupati Majalengka Belum Ditahan
apahabar.com

Nasional

Kembali, Prabowo Ingin Hankamrata Dihidupkan Lagi
apahabar.com

Nasional

Alasan Kembali Naiknya Iuran BPJS Kesehatan
apahabar.com

Nasional

Dua Solusi Wapres JK untuk Perbaiki Pemilu Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com