Pengembalian Tengkorak Demang Lehman dan Dugaan Penghapusan Sejarah oleh Belanda 2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor!

Gagal Diet Tahun Lalu? Simak Tips Penting Ini dari Dokter

- Apahabar.com Selasa, 1 Januari 2019 - 15:58 WIB

Gagal Diet Tahun Lalu? Simak Tips Penting Ini dari Dokter

Ilustrasi. Foto-health.detik.com

apahabar.com, JAKARTA – Apakah resolusi diet tahun lalu gagal total? Diet memang tak semudah yang dibayangkan. Walaupun sudah komitmen menjaga asupan dan rajin olahraga, tak jarang hasilnya kurang maksimal.

Faktanya, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar diet bisa berhasil. Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr. Muliaman Mansyur keberhasilan diet bisa didasari oleh niat yang kuat dari seseorang.

“Kita harus punya niat yang kuat dahulu agar diet berhasil. Mau fiting baju pernikahan atau mau kelihatan kurus saat wisuda atau terhindar dari penyakit yang berbahaya yang juga diderita orang tua seperti penyakit jantung, stroke, dan gula,” ujar dr. Muliaman dilansir dari detik Health, belum lama ini.

Baca Juga: 6 Manfaat Tak Terduga Kepiting untuk Kesehatan

Setelah menentukan diet, lakukan tatalaksana diet sesuai kondisi tubuh. Sebab, tatalaksana diet pada setiap orang berbeda. Misalnya bagi orang yang terkena diabetes melitus harus mengkonsumsi asupan tertentu agar gula darah terkendali. Sementara bagi yang punya hipertensi dengan memilih asupan yang bisa mengendalikan tekanan darah.

“Tatalaksana diet menyumbang keberhasilan diet sebesar 80%, inilah yang akan menentukan berat badan stabil atau turun dalam menjaga atau menurunkan berat badan. Sedangkan 20%-nya adalah olahraga,” katanya.

Diet yang paling benar, lanjut dr. Muliaman, adalah dengan membatasi masukan kalori harian.

“Biasanya kalori yang dianjurkan sekitar 1.200-1.300 kcal/hari. Namun ingat, tanpa harus puasa makan terutama buat yang punya riwayat gastritis/ulkus peptikum karena akan berbahaya. Untuk lebih mudah menghitung pengurangan kalori biasanya digunakan meal replacament yaitu nutrisi pengganti makan,” jelasnya.

Meal replacement merupakan asupan pengganti makan pagi dan makan malam. Adapun meal replacement yang dianjurkan adalah kalori 200-400 kcal/hari, protein yang tinggi, lemak rendah, karbohidrat rendah tapi tinggi serat, serta tinggi kalsium.

Salah satu meal replacement yang mengandung nutrisi lengkap dan memberikan rasa kenyang lebih lama adalah susu Slim&Fit. Dalam per sajinya, susu ini sudah mengandung karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral.

Sehingga ideal sebagai pengganti makan pagi dan makan malam bagi yang ingin menjalankan program diet, tapi tetap ingin mendapatkan nutrisi yang tepat dan seimbang.

Baca Juga: 9 Bahaya Minuman Beralkohol bagi Kesehatan

Sumber: health.detik.com
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Saat Buka Puasa, Teh Hangat atau Air Putih Dulu?
apahabar.com

Gaya

Serba-Serbi Soal Mitos Telur dan Fakta Sebenarnya
apahabar.com

Gaya

Resep Kue: Chewy Double Chocolate Cookies
apahabar.com

Gaya

Ini 4 Fakta Perjuangan Sunarti Melawan Obesitas hingga Tutup Usia
apahabar.com

Gaya

Apple Hapus 2.500 Game dari App Store China
apahabar.com

Gaya

Masak Mudah dengan Rice Cooker, Berikut 5 Resepnya
apahabar.com

Gaya

8 Kondisi yang Bisa Merusak Otak, Jomblo di Antaranya
Apahabar.com

Gaya

Kenali Gejala Nyeri Pinggang yang Disebabkan Saraf Terjepit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com