POPULER SEPEKAN: Viral Penjual Gorengan di Sekumpul, Adaro-Pama Cerai, hingga Transkrip PPK Banjar Tolak KLB, Simak Sikap Demokrat Kalteng Almarhum Kombes Sapta Dikenal Sebagai Pribadi yang Sederhana Mantap! Polsek Tapin Utara Bekuk Kurir Sabu 9,14 Kg asal Kalbar Ratusan Anggota Polisi di Tabalong Jalani Vaksinasi Covid-19

Gagal Diet Tahun Lalu? Simak Tips Penting Ini dari Dokter

- Apahabar.com Selasa, 1 Januari 2019 - 15:58 WIB

Gagal Diet Tahun Lalu? Simak Tips Penting Ini dari Dokter

Ilustrasi. Foto-health.detik.com

apahabar.com, JAKARTA – Apakah resolusi diet tahun lalu gagal total? Diet memang tak semudah yang dibayangkan. Walaupun sudah komitmen menjaga asupan dan rajin olahraga, tak jarang hasilnya kurang maksimal.

Faktanya, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar diet bisa berhasil. Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr. Muliaman Mansyur keberhasilan diet bisa didasari oleh niat yang kuat dari seseorang.

“Kita harus punya niat yang kuat dahulu agar diet berhasil. Mau fiting baju pernikahan atau mau kelihatan kurus saat wisuda atau terhindar dari penyakit yang berbahaya yang juga diderita orang tua seperti penyakit jantung, stroke, dan gula,” ujar dr. Muliaman dilansir dari detik Health, belum lama ini.

Baca Juga: 6 Manfaat Tak Terduga Kepiting untuk Kesehatan

Setelah menentukan diet, lakukan tatalaksana diet sesuai kondisi tubuh. Sebab, tatalaksana diet pada setiap orang berbeda. Misalnya bagi orang yang terkena diabetes melitus harus mengkonsumsi asupan tertentu agar gula darah terkendali. Sementara bagi yang punya hipertensi dengan memilih asupan yang bisa mengendalikan tekanan darah.

“Tatalaksana diet menyumbang keberhasilan diet sebesar 80%, inilah yang akan menentukan berat badan stabil atau turun dalam menjaga atau menurunkan berat badan. Sedangkan 20%-nya adalah olahraga,” katanya.

Diet yang paling benar, lanjut dr. Muliaman, adalah dengan membatasi masukan kalori harian.

“Biasanya kalori yang dianjurkan sekitar 1.200-1.300 kcal/hari. Namun ingat, tanpa harus puasa makan terutama buat yang punya riwayat gastritis/ulkus peptikum karena akan berbahaya. Untuk lebih mudah menghitung pengurangan kalori biasanya digunakan meal replacament yaitu nutrisi pengganti makan,” jelasnya.

Meal replacement merupakan asupan pengganti makan pagi dan makan malam. Adapun meal replacement yang dianjurkan adalah kalori 200-400 kcal/hari, protein yang tinggi, lemak rendah, karbohidrat rendah tapi tinggi serat, serta tinggi kalsium.

Salah satu meal replacement yang mengandung nutrisi lengkap dan memberikan rasa kenyang lebih lama adalah susu Slim&Fit. Dalam per sajinya, susu ini sudah mengandung karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral.

Sehingga ideal sebagai pengganti makan pagi dan makan malam bagi yang ingin menjalankan program diet, tapi tetap ingin mendapatkan nutrisi yang tepat dan seimbang.

Baca Juga: 9 Bahaya Minuman Beralkohol bagi Kesehatan

Sumber: health.detik.com
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Diet Populer 2019, Keto, Telur hingga Ala IU
apahabar.com

Gaya

Ada Kabar Sedih dari iPhone 12
apahabar.com

Gaya

Tongkrongan Akhir Pekan, Wisata Kuliner Wasaka dan ‘Mawarung Baimbai’
apahabar.com

Gaya

Terciduk Sosok Nissan Grand Livina 2019 ‘Mengaspal’
apahabar.com

Gaya

Dynabook Rilis Laptop Tipis Terbaru
apahabar.com

Gaya

Ortu Mesti Tahu, Ini 3 Jenis Obat-obatan yang Harus Dihindari Si Kecil
apahabar.com

Gaya

Jokowi Ajak Cucu Liburan ke Mal
apahabar.com

Gaya

Bosan Es Teler, Coba Minuman Menyegarkan yang Satu Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com