Satu Truk Ambles, Waspada Jalan Lingkar Timur Balangan Berlumpur dan Berlubang ‘Kado’ Harjad Ke-495 Banjarmasin, Lonjakan Covid-19 hingga PPKM Berjilid-Jilid Fakta Terbaru Rombongan Moge di Jembatan Sungai Alalak, Ternyata Diduga Dikawal Polisi Dear Presiden Jokowi, Jembatan Alalak Kalsel Harus Dibuka Hindari Macet Sudah Dilimpahkan, Nih Jerat Hukuman Sejoli Pembuang Bayi di Stagen Kotabaru

Gas Sulit di Kandangan, Ega Pakai Kayu Bakar

- Apahabar.com     Minggu, 27 Januari 2019 - 17:14 WITA

Gas Sulit di Kandangan, Ega Pakai Kayu Bakar

Ega, ibu rumah tangga asal Desa Sungai Raya Selatan Kecamatan Sungai Raya, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan memasak menggunakan kayu bakar untuk keperluan sehari-hari. Foto-apahabar.com/Nasrullah

apahabar.com, KANDANGAN – Sepekan terakhir sejumlah warga di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan kesulitan memperoleh tabung gas ukuran 3 kg.

Sebab, banyak pangkalan hingga kios warung penjual gas selalu menyatakan gas ‘habis’.

Sekalipun ada yang menjual, harga gas di sana mencapai Rp 30-35 ribu per tabungnya. Sebagaimana yang diungkapkan oleh salah seorang pemilik warung bernama Amin.

“Segitu sudah harganya. Terserah jadi atau tidak (membeli). Cari aja di tempat lain kalau ada,” katanya kepada apahabar.com yang berpura-pura menjadi pembeli gas, Minggu (27/1) siang.

Meski terlihat masih tersedia beberapa gas, media ini diarahkan oleh pemilik warung tersebut ke kios pengecer lain. Kondisi ini serupa terjadi di Desa Sungai Raya Selatan Kecamatan Sungai Raya.

Di sana, warga setempat tak hanya kesulitan mendapatkan gas. Sepekan terakhir, harga gas yang beredar di sana mencapai Rp 28 ribu. Kondisi ini membuat Ega, salah seorang ibu rumah tangga beralih menggunakan kayu bakar.

“Baik kami kembali ke kayu bakar dengan minyak tanah lagi mengawah (memasak),” ujarnya ditemui media ini di kediamannya.

“Gas di sini sulit didapat. Terpaksa kami kembali ke bahan bakar kayu seperti dulu dengan mengawah di dapur baru. Cukup membeli setengah liter minyak tanah Rp 8 ribu saja,” katanya.

Ega mengatakan, harga per tabung mencapai Rp.28 ribu per tabung. “Padahal di pangkalan berkisar Rp 18 ribu saja,” jelasnya.

“Itu pun sulit pula mencari sekarang. Baik mencari di pangkalan maupun di pengecer seperti kios tidak ada lagi yang menjual dengan dalih selalu habis, ” Ega menambahkan.

Baca Juga: Hanya Sekejap, 1.400 Tabung ‘Melon’ di Rantau Ludes Diborong Pemesan

Reporter: Nasrullah
Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Masuk Daftar Anggota DPRD Banjarmasin, Samosir Bidik Komisi III

Kalsel

Bioskop KCM Belda Banjarmasin Diresmikan, GTPP Covid-19 Pantau Prokes
apahabar.com

Kalsel

Tiga Rumah Tertimpa Pohon, TNI-Polri Kotabaru Salurkan Bantuan
apahabar.com

Kalsel

Beredar Kabar Hj Ananda Diganti, Ketua Harian Golkar Kalsel Buka Suara
apahabar.com

Kalsel

Minibus Wisatawan Kalsel Tabrak Truk di Tol Jombang
Bang Dhin

Kalsel

Bang Dhin Ajak Pebisnis Kalsel Tiru Semangat Owner Universe Coffee
apahabar.com

Kalsel

Kaltim Ibu Kota, Budayawan Kalsel Cemas Bahasa Banjar Akan Punah!

Kalsel

Anak Sakit, Warga Bingung Cari Dokter Spesialis di Kotabaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com