Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Gas Sulit di Kandangan, Ega Pakai Kayu Bakar

- Apahabar.com Minggu, 27 Januari 2019 - 17:14 WIB

Gas Sulit di Kandangan, Ega Pakai Kayu Bakar

Ega, ibu rumah tangga asal Desa Sungai Raya Selatan Kecamatan Sungai Raya, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan memasak menggunakan kayu bakar untuk keperluan sehari-hari. Foto-apahabar.com/Nasrullah

apahabar.com, KANDANGAN – Sepekan terakhir sejumlah warga di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan kesulitan memperoleh tabung gas ukuran 3 kg.

Sebab, banyak pangkalan hingga kios warung penjual gas selalu menyatakan gas ‘habis’.

Sekalipun ada yang menjual, harga gas di sana mencapai Rp 30-35 ribu per tabungnya. Sebagaimana yang diungkapkan oleh salah seorang pemilik warung bernama Amin.

“Segitu sudah harganya. Terserah jadi atau tidak (membeli). Cari aja di tempat lain kalau ada,” katanya kepada apahabar.com yang berpura-pura menjadi pembeli gas, Minggu (27/1) siang.

Meski terlihat masih tersedia beberapa gas, media ini diarahkan oleh pemilik warung tersebut ke kios pengecer lain. Kondisi ini serupa terjadi di Desa Sungai Raya Selatan Kecamatan Sungai Raya.

Di sana, warga setempat tak hanya kesulitan mendapatkan gas. Sepekan terakhir, harga gas yang beredar di sana mencapai Rp 28 ribu. Kondisi ini membuat Ega, salah seorang ibu rumah tangga beralih menggunakan kayu bakar.

“Baik kami kembali ke kayu bakar dengan minyak tanah lagi mengawah (memasak),” ujarnya ditemui media ini di kediamannya.

“Gas di sini sulit didapat. Terpaksa kami kembali ke bahan bakar kayu seperti dulu dengan mengawah di dapur baru. Cukup membeli setengah liter minyak tanah Rp 8 ribu saja,” katanya.

Ega mengatakan, harga per tabung mencapai Rp.28 ribu per tabung. “Padahal di pangkalan berkisar Rp 18 ribu saja,” jelasnya.

“Itu pun sulit pula mencari sekarang. Baik mencari di pangkalan maupun di pengecer seperti kios tidak ada lagi yang menjual dengan dalih selalu habis, ” Ega menambahkan.

Baca Juga: Hanya Sekejap, 1.400 Tabung ‘Melon’ di Rantau Ludes Diborong Pemesan

Reporter: Nasrullah
Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Cekcok Pemuda di Telawang Banjarmasin: Pacar Diganggu, Celurit Bicara
Sabu

Kalsel

Duh, Mi Instan ‘Rasa’ Sabu Coba Diselundupkan ke Lapas Teluk Dalam Banjarmasin

Kalsel

VIDEO: Musisi Banjarmasin Galang Dana untuk Penderita Tumor
apahabar.com

Kalsel

Minus PDIP, Ibnu Incar Sejumlah Partai Pengusung di Pilwali Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel: Total 6.836 Kasus Positif, 4.232 Pasien Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Cegah Covid-19, Batola Dirikan Posko di Perbatasan Kalteng
apahabar.com

Kalsel

Update Penyerangan Polsek Daha Selatan, Korban Selamat Diganjar Penghargaan
Ketahuan Curi Rokok, Sales Tisu Nyaris Diamuk Warga Banua Anyar

Kalsel

Ketahuan Curi Rokok, Sales Tisu Nyaris Diamuk Warga Banua Anyar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com