Alasan Sekolah Tatap Buka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam? Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura

Gema MA: Debat Capres Semoga Turunkan Angka Golput

- Apahabar.com Kamis, 17 Januari 2019 - 12:05 WIB

Gema MA: Debat Capres Semoga Turunkan Angka Golput

Ilustrasi debat capres dan cawapres 2019. Foto-Idnews

apahabar.com, BANJARMASIN – Digelarnya debat calon presiden dalam beberapa putaran diharapkan bisa menurunkan angka golput di kalangan masyarakat.

Dilansir dari berita Antara Kamis (17/1) siang, Ketua Umum Generasi Muda Mathla’ul Anwar (Gema MA) Ahmad Nawawi di Jakarta, mengatakan ajang debat capres diharapkan dapat memberikan suguhan berkualitas dengan ide dan gagasan konstruktif bukan destruktif apalagi provokatif.

“Maka dengan menonton acara ini diharapkan masyarakat yang tadinya golput bisa menentukan pilihannya sehingga angka golput bisa turun,” ujarnya pada Kamis (17/1).

Menurut Nawawi, keterlibatan masyarakat dalam kehidupan berdemokrasi sangat penting untuk menentukan masa depan bangsa. Karena itu, ajang debat capres diharapkan mampu menjabarkan program kerja 5 tahun ke depan bukan sekadar membahas 4 tahun atau 8 tahun ke belakang.

“Ekspektasi dari debat ini diharapkan dapat memberikan pencerahan dan harapan bagi masyarakat terutama bagi yang belum menentukan pilihannya,” katanya.

apahabar.com

Ketua Umum Generasi Muda Mathla’ul Anwar (Gema MA) Ahmad Foto-twitter.com/wawiez

Dia menambahkan, idealnya debat kandidat capres menjadi momentum bagi rakyat untuk semakin cerdas memilih pemimpin berdasarkan visi, misi, dan program yang ditawarkan bukan dari sekadar ikatan emosional berbasis identitas.

“Untuk itu rakyat bisa juga melakukan skoring untuk menilai pasangan mana yang terbaik berdasarkan indikator-indikator yang ditetapkan terlebih dahulu,” katanya.

Dia mencontohkan beberapa indikator yang bisa ditetapkan misalnya capres atau cawapres mampu menjawab pertanyaan secara tepat sasaran, menjawab pertanyaan spesifik berbasis data, mengangkat kebijakan yang telah dan akan dilakukan tanpa menyerang lawan, mengajukan program realistis dengan parameter yang jelas, menceritakan pengalaman melakukan terobosan ketika menjabat di berbagai level hirarki kepemimpinan.

Selain itu juga indikator lain memiliki jawaban yang konsisten, tetap menghormati lawan meskipun tidak sependapat, jujur, percaya diri, dan tenang, spirit yang disampaikan pesimis atau optimis, dan value apa yang diyakini dan disampaikan pada setiap tema.

“Dengan melakukan skoring, rakyat bisa dengan obyektif memilih pemimpin yang dapat membawa Indonesia yang lebih maju,” katanya.

Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui Terkait Debat Capres Malam Ini

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Pilkada HST Mulai Memanas, 4 Balon Mencuat
apahabar.com

Politik

Waketum PAN Dukung Jokowi, Siap Tanggung Segala Risiko
apahabar.com

Politik

Pilwali Banjarmasin, Ibnu Pasrahkan ke Parpol Pengusung
apahabar.com

Politik

Pilwali Banjarmasin 2020, Rombongan Ananda-Mushaffa Tiba di KPU
apahabar.com

Politik

Resmi, PKS Usung Rudini-Samsudin di Pilbup Kotawaringin Timur
apahabar.com

Politik

Pilwali Banjarmasin, Gerindra Pun Buka Penjaringan Bakal Calon
apahabar.com

Politik

Sayang, Kalteng Disebut Demokrat Butuh Figur Nadalsyah
apahabar.com

Politik

Bawaslu Tapin Segera Rekrut Petugas Pengawas TPS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com