Datangi KPU, PSI Selipkan Aspirasi Rakyat melalui Tulisan di Kaos Polda Kalsel Respons Desakan IPW Copot AKBP AB Dkk Dukung Perubahan Iklim, PSI Apresiasi Pendaftaran Parpol melalui Sipol Demonstrasi di DPRD Kalteng, Massa Protes Penertiban Tambang Emas Tradisional Tanpa Solusi Dugaan Penggelapan Mobil Rental, IRT Tabalong Terpaksa Diamankan Polisi
agustus

Harapkan Tim Gabungan Buka Misteri Kasus Novel

- Apahabar.com     Sabtu, 12 Januari 2019 - 10:15 WITA

Harapkan Tim Gabungan Buka Misteri Kasus Novel

Penyidik KPK Novel Baswedan korban penyiraman air keras. Foto-Nusantara News

apahabar.com, JAKARTA – Hingga saat ini kasus penyiraman air keras terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan belum juga terkuak. Padahal Kapolri Jendral Tito Karnivan memastikan pihak telah membentuk tim gabungan untuk menuntaskan teror air keras itu.

“Kita berharap tim gabungan ini bisa segera untuk membuka misteri dari kasusnya Novel Baswedan itu. Ini penting bagi keadilan untuk Novel,” kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik sperti dilansir detikcom, Sabtu (12/1/2019).

Selain bagi Novel, pengungkapan kasus ini juga penting untuk menjadi langkah memberi perlindungan pada orang-orang yang bekerja di bidang antikorupsi. Bukan cuma KPK, tapi juga aktivis antikorupsi lainnya.

“Tidak saja di KPK. Kita tentu juga peduli itu, misal kepada Tama S Langkun misalnya. Ada beberapa aktivis lain.

Kalau ini berhasil, ini akan jadi satu tindakan monumental dalam melindungi orang dalam memberantas korupsi di Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, Komisioner Komnas HAM lainnya, Choirul Anam mengatakan kecepatan kerja tim gabungan untuk mengungkap kasus Novel ini menjadi sangat penting. Alasannya, lebih dari 600 hari kasus ini belum juga terungkap.

Baca Juga: Laporan Akhir Kasus Novel Baswedan Telah Serahkan ke Kapolri

“Modalitas untuk kecepatan, dan bahkan akuntabilitas hasil yang maksimal untuk tim ini juga ada. Tim ini tidak bekerja dari nol, namun bisa dari hasil sebelumnya dari tim yang telah dibentuk dan hasil pemantaun Komnas HAM,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan ada rekomendasi yang ditujukan kepada KPK terkait kasus ini, yaitu digunakannya pasal merintangi penyidikan. Menurutnya, penerapan pasal obstruction of justice untuk mengungkap kasus ini juga ditunggu publik.

“Komnas HAM dan publik menunggu langkah konkret KPK dalam rekomendasi obstruction of justice,” ujar Choirul Anam.

Polri membentuk tim gabungan untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Surat perintah pembentukan tim ini terbit pada Selasa (8/1/2019) dan diteken langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Surat perintah tersebut adalah menindaklanjuti rekomendasi tim Komnas HAM dalam perkara Novel Baswedan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/1).

Polri mengikutsertakan tujuh pakar dalam tim gabungan untuk mengungkap kasus teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Ketujuh pakar antara lain mantan Wakil Ketua KPK Idriyanto Seno Adji, Peneliti Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hermawan Sulistyo, Ketua Setara Institute Hendardi, komisioner Kompolnas Poengky Indarti, serta komisioner Komnas HAM Nur Kholis dan Ifdhal Kasim.

Baca Juga: Novel: Terdapat Konflik Kepentingan Soal Laporan Ombudsman

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Bupati HSS Raih Anugerah Satyalancana Pembangunan
Banjarmasin

Tak Berkategori

Terduga Pelaku Mutilasi di Belitung Darat Ditangkap Tim Macan Kalsel
apahabar.com

Tak Berkategori

Tak Disupport Suami, Dian Sastro Kerja Keras Sembuhkan Anak dari Autisme  

Tak Berkategori

Warga Binjai Pirua HST Diciduk John Lee CS, Sabu dan Kijang Diamankan
apahabar.com

Tak Berkategori

Dinsos Balangan Bantu Usaha Warga Miskin, Simak Perinciannya
Dinkes

Tak Berkategori

Dinkes Balangan Survei Kualitas Air Minum Rumah Tangga
apahabar.com

Tak Berkategori

Ketika Pos Pam Terpadu Polres Banjar Menjadi Posko Kesehatan Dadakan
APBD Tabalong

Tak Berkategori

Paripurna Raperda Perubahan APBD Tabalong Diwarnai Interupsi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com