BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin Nasihat Umar bin Abdul Aziz Tentang Kematian

Ini Kata Kemendikbud Soal Oknum Guru Jadi Tersangka Hoax

- Apahabar.com Sabtu, 12 Januari 2019 - 11:00 WIB

Ini Kata Kemendikbud Soal Oknum Guru Jadi Tersangka Hoax

Tangan Diikat, Ini Tersangka Penyebar Hoax Surat Suara Tercoblos. Foto-Detik.com

apahabar.com, JAKARTA – MIK sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penyebaran hoax surat suara palsu. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun angkat bicara karena kasus besar itu ternyata didalangi seorang pengajar.

“Kalau etika guru tergantung kode etik organisasinya. Organisasi profesi guru kan banyak mereka punya kode etik masing-masing,” kata Staf ahli Kemendikbud, Chaterina Muliana Girsang, kepada detikcom.

Dia juga menyatakan ada larangan untuk melakukan kegiatan politik praktis di sekolah. Dia menegaskan sekolah tak boleh jadi tempat kampanye.

“Yang pasti untuk berpolitik praktis di lingkungan sekolah itu dilarang sesuai UU pemilu, sekolah termasuk tempat yang dilarang untuk berkampanye,” ucapnya.

Baca Juga: Terkait Hoax 7 Kontainer Surat Suara, Tengku Zulkarnain Disarankan Mundur dari MUI

MIK sebelumnya diamankan tim Polda Metro Jaya di Cilegon pada 6 Januari 2019. Dia diduga ikut menyebarkan hoax 7 kontainer surat suara tercoblos lewat akun Twitter meski tak bisa menjelaskan kebenaran informasi 7 kontainer surat suara tercoblos.

Tersangka juga disebut mengaku sebagai pendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 02. MIK menyebarkan hoax surat suara tercoblos di Twitter dengan maksud memberi tahu tim pasangan capres-cawapres tersebut. Dia juga membuat sendiri narasi kalimat dan di-posting ke akun Twitternya.

“Dengan maksud memberi tahu kepada para tim ke paslon 02 tentang info tersebut. Ini menurut keterangan tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, Jumat (11/1/2019).

Meski demikian Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengaku tak kenal MIK. Meski MIK mengaku sebagai pendukung 02, Muzani menegaskan penyebar kabar bohong harus tetap ditindak.

“Gua kagak kenal, ini saja baru tahu hari ini ditangkap ada seorang guru pendukung 02. Saya nggak tahu. Apa betul? Wallahualam. Pokoknya warga negara, mau itu pendukung 01 atau 02, posisinya sama. Salah, tangkap. Jangan (pendukung) 02 ditangkap, 01 kagak. Jangan dong,” kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/1).

Baca Juga: Tersangka Pembuat Hoax Surat Suara Tercoblos Sempat Berusaha Kabur

Editor: Syarif

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Serahkan Diri Usai Membunuh, Ufi Mengaku Membela Diri
Tapin

Hukum

Pembunuhan Sadis di Warung Remang Bungur Tapin, Pelaku ‘Lagi Tinggi’
apahabar.com

Hukum

Seorang Pria Sungai Hanyo Kapuas Tewas Dibunuh, Polisi Kejar Pelaku
apahabar.com

Hukum

15 Motor dan Satu Pick Up Hasil Kejahatan Dikembalikan ke Pemiliknya
apahabar.com

Hukum

Terekam CCTV, Pelaku Curanmor di Banjarmasin Selatan Ditangkap
apahabar.com

Hukum

Cicil Pengembalian Uang, Kasus Hukum Kades di Batola Tetap Berjalan
apahabar.com

Hukum

Bekuk Maling Motor, Polisi di Banjarmasin Timur Temukan Sabu
apahabar.com

Hukum

Sopir di Banjarmasin Nangis Saat Terciduk Bawa Sabu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com