Video Viral Rombongan Klub Harley Keroyok 2 Anggota TNI, Polisi Melerai Dicuekin, Ini Gara-garanya Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru

Ini Kiat Menurunkan Risiko Serangan Jantung pada Usia Produktif

- Apahabar.com Kamis, 3 Januari 2019 - 08:00 WIB

Ini Kiat Menurunkan Risiko Serangan Jantung pada Usia Produktif

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Penyakit kardiovaskular masih masuk peringkat tiga besar penyebab kematian di dunia, termasuk Indonesia. Bahkan angkanya diprediksi akan terus bertambah setiap tahun.

Selain masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, penyakit kardiovaskular juga banyak diderita usia produktif, yaitu 15-64 tahun. World Health Organization (WHO) pada 2016 masih menempatkan penyakit kardiovaskular di Indonesia sebagai penyebab kematian nomor satu, sebanyak 35 persen.

Dikutip dari health.uzone.id, hal ini disusul dengan penyebab lainnya seperti kanker, kekurangan nutrisi, dan diabetes. Menurut survei Sample Registration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan, Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yakni sebesar 12,9 persen.

Baca Juga: Seorang Pria Tak Bisa Kencing Setelah Digigit Laba-laba Black Widow

Adapun menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada 2013, berdasarkan pengelompokan usia, sebesar 80 persen dari penyandang penyakit jantung koroner (PJK) di Indonesia menyerang kelompok usia produktif.

Adapun angka kejadian pada usia kurang dari 65 tahun sebanyak 20 persen, kemudian diikuti kelompok usia 45-65 tahun sebanyak 41 persen, dan kelompok kurang dari 45 tahun sebanyak 39 persen.

“Penyakit Jantung Koroner (PJK) atau gangguan fungsi jantung akibat otot jantung kekurangan darah karena adanya penyempitan pembuluh darah koroner ini memang masih menjadi penyakit yang perlu diwaspadai,” ujar Kepala Sub Direktorat Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Kemenkes RI, Dr. H. Zamhir Setiawan, M. Epid dalam pernyataan resminya.

Meski demikian, Zamhir mengingatkan bahwa penyakit ini bisa dicegah dengan pengendalian perilaku seperti merokok, diet yang tidak sehat, gaya hidup sedentary (kurang aktivitas fisik), serta konsumsi alkohol.

Zamhir juga menambahkan bahwa Kemenkes mengajak masyarakat untuk melakukan perubahan kecil dalam hidup. Kemenkes mempunyai jargon untuk perubahan perilaku yang mencegah terjadinya PenyakitTidak Menular.

Jargon tersebut, yaitu CERDIK (C untuk cek kesehatan secara berkala, E untuk enyahkan asap rokok, R untuk rajin aktivitas fisik, D untuk diet sehat dengan kalori seimbang, I untuk istirahat yang cukup, dan K untuk kendalikan stres).

Adapun untuk penyandang Penyakit Tidak Menular, agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut, Kemenkes mempunyai PATUH (P untuk periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter, A untuk atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, T untuk tetap diet sehat dengan gizi seimbang, U untuk upayakan beraktivitas fisik dengan aman, H untuk hindari rokok, alkohol, dan zat karsinogenik lainnya).

Baca Juga: Sering Makan Kacang, Awas Risiko Kanker Ini Mengintai

Sumber: health.uzone.id
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

3 Kunci Menyeduh Teh Agar Terasa Nikmat
Apahabar.com

Gaya

Kenali Gejala Nyeri Pinggang yang Disebabkan Saraf Terjepit
apahabar.com

Gaya

Waspadai Penyakit Serius Jika Mendadak Bangun Malam
apahabar.com

Gaya

Anjuran dan Tips Berjemur Secara Aman
apahabar.com

Gaya

Demi Rp45 Juta, Mahasiswi Ini Rela Kirim Foto Kaki Seksinya
apahabar.com

Gaya

Sejumlah Penyakit yang Kerap Muncul Saat Berpuasa
apahabar.com

Gaya

Cuma di Mercure Banjarmasin, Modal Seribu Bisa Makan Sepuasnya
apahabar.com

Gaya

Viral, Pria di Lombok Nikahi Wanita Cantik dengan Mahar Sandal Jepit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com