Dini Hari, Polisi Amankan 9 Motor di Banjarmasin Timur Zakaria, Pejuang Covid-19 di Tanah Laut Tutup Usia Malam Minggu, Siring Laut di Kotabaru Kembali Bernadi walau Pandemi Putrinya Hanyut, Bapak Meregang Nyawa di Irigasi Karang Intan Kabar Baik, Tanbu Tambah Pasien Sembuh dari Covid-19




Home Gaya

Kamis, 3 Januari 2019 - 08:00 WIB

Ini Kiat Menurunkan Risiko Serangan Jantung pada Usia Produktif

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi. Foto-net

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Penyakit kardiovaskular masih masuk peringkat tiga besar penyebab kematian di dunia, termasuk Indonesia. Bahkan angkanya diprediksi akan terus bertambah setiap tahun.

Selain masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, penyakit kardiovaskular juga banyak diderita usia produktif, yaitu 15-64 tahun. World Health Organization (WHO) pada 2016 masih menempatkan penyakit kardiovaskular di Indonesia sebagai penyebab kematian nomor satu, sebanyak 35 persen.

Dikutip dari health.uzone.id, hal ini disusul dengan penyebab lainnya seperti kanker, kekurangan nutrisi, dan diabetes. Menurut survei Sample Registration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan, Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yakni sebesar 12,9 persen.

Baca Juga: Seorang Pria Tak Bisa Kencing Setelah Digigit Laba-laba Black Widow

Adapun menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada 2013, berdasarkan pengelompokan usia, sebesar 80 persen dari penyandang penyakit jantung koroner (PJK) di Indonesia menyerang kelompok usia produktif.

Baca juga :  Berkumur 30 Detik Bunuh Covid-19, Yuk Simak Penjelasan Dokter Hamita

Adapun angka kejadian pada usia kurang dari 65 tahun sebanyak 20 persen, kemudian diikuti kelompok usia 45-65 tahun sebanyak 41 persen, dan kelompok kurang dari 45 tahun sebanyak 39 persen.

“Penyakit Jantung Koroner (PJK) atau gangguan fungsi jantung akibat otot jantung kekurangan darah karena adanya penyempitan pembuluh darah koroner ini memang masih menjadi penyakit yang perlu diwaspadai,” ujar Kepala Sub Direktorat Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Kemenkes RI, Dr. H. Zamhir Setiawan, M. Epid dalam pernyataan resminya.

Meski demikian, Zamhir mengingatkan bahwa penyakit ini bisa dicegah dengan pengendalian perilaku seperti merokok, diet yang tidak sehat, gaya hidup sedentary (kurang aktivitas fisik), serta konsumsi alkohol.

Baca juga :  Empat Pertanda Kontraksi Palsu Saat Hamil

Zamhir juga menambahkan bahwa Kemenkes mengajak masyarakat untuk melakukan perubahan kecil dalam hidup. Kemenkes mempunyai jargon untuk perubahan perilaku yang mencegah terjadinya PenyakitTidak Menular.

Jargon tersebut, yaitu CERDIK (C untuk cek kesehatan secara berkala, E untuk enyahkan asap rokok, R untuk rajin aktivitas fisik, D untuk diet sehat dengan kalori seimbang, I untuk istirahat yang cukup, dan K untuk kendalikan stres).

Adapun untuk penyandang Penyakit Tidak Menular, agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut, Kemenkes mempunyai PATUH (P untuk periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter, A untuk atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, T untuk tetap diet sehat dengan gizi seimbang, U untuk upayakan beraktivitas fisik dengan aman, H untuk hindari rokok, alkohol, dan zat karsinogenik lainnya).

Baca Juga: Sering Makan Kacang, Awas Risiko Kanker Ini Mengintai

Sumber: health.uzone.id
Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Mahasiswa UMM Temukan Sistem Pintar Pendeteksi Kebakaran Hutan
apahabar.com

Gaya

Acer Indonesia Bagi Berkah Ramadan
Google-Apple Berkolaborasi Buat Pelacak Penyebaran Covid-19, Jangkau 1/3 Warga Dunia

Gaya

Google-Apple Berkolaborasi Buat Pelacak Penyebaran Covid-19, Jangkau 1/3 Warga Dunia
apahabar.com

Gaya

Muslimah yang Ingin Berbisnis Wajib Serius dan Fokus
apahabar.com

Gaya

Wadai Sagu, Kudapan Khas Kandangan yang Masih Diburu
apahabar.com

Gaya

Wow, Petinju Flyod Mayweater Kalahkan Kekayaan Ronaldo dan Messi
Gaharnya Kaisar Ruby V250 2015 Modif Bobber

Gaya

Gaharnya Kaisar Ruby V250 2015 Modif Bobber
apahabar.com

Gaya

7 Fakta Unik Kucing Savannah, Jinak dan Tidak Takut Anjing
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com