ga('send', 'pageview');
Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST Nih, Hasil Swab Wali Kota Banjarmasin Usai Bertemu Nadjmi Adhani




Home Habar

Jumat, 11 Januari 2019 - 21:26 WIB

Jemaah Umrah Indonesia, Keluhkan Perekaman Biometrik Ulang di Saudi

Redaksi - apahabar.com

Sejumlah calon jamaah umrah tampak kelelahan saat menunggu proses biometrik di kantor VFS Tasheel. Foto-Istimewa

Sejumlah calon jamaah umrah tampak kelelahan saat menunggu proses biometrik di kantor VFS Tasheel. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Jemaah umrah asal Indonesia mengeluhkan adanya perekaman biometrik ulang setibanya di Saudi. Padahal sebelumnya, mereka sudah melakukan kegiatan serupa di tanah air oleh VFS Tasheel.

Sebagaimana diberitakan republika.co.id, pemilik Travel Umrah Hajar Aswad, Andriyani mengaku kebingungan dengan kebijakan tersebut.
Pasalnya, sebelum berangkat, jemaah umrah yang berangkat melalui agen perjalanannya telah melakukan rekam biometrik di kantor cabang VFS Tasheel.

“Kemarin jamaah saya yang ke sana masih tes biometrik di Madinah. Jadi ini kan mubazir, sia-sia belaka,” tutur Andriyani.

Baca Juga: Stadion Demang Lehman Siap Tampung Ribuan Jemaah Haul Sekumpul

Andriyani berharap dalam waktu dekat kebijakan untuk melakukan pemeriksaan biometrik ulang di tanah suci sudah tidak diberlakukan lagi.

Baca juga :  Kalsel Kembali Berduka, Ulama Sepuh Ini Tutup Usia

Dia pun menilai rekam biometrik ulang tersebut lantaran sebagai bentuk kehati-hatian kerajaah arab Saudi, terlebih pelaksanaan rekam biometrik di dalam negeri baru saja diberlakukan.

“Saya tak tahu sampai kapan, mungkin Saudi menganggap ada beberapa yang belum biometrik, karena ini masih transisi. Mereka khawatir ada yang belum biometrik, kita berharap Februari sudah tak berlaku lagi,” tuturnya.

Lebih lanjut Andriyani menambahkan kebijakan perekaman biometrik di dalam negeri telah membuat cost jamaah bertambah.

Baca juga :  Kalsel Kembali Berduka, Ulama Sepuh Ini Tutup Usia

Sebab jelas dia lokasi kantor cabang VFS Tasheel yang hanya ada di beberapa daerah saja.

Biro perjalanan umrah Hajar Aswad yang berkantor di Solo sampai harus mengurus calon jemaah umrah untuk perekaman biometrik di kantor cabang VFS Tasheel Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.

“Ribet banget dan tambah biaya, bukan karena biaya perekaman biometriknya tapi karena akomodasi yang bertambah, juga menyita waktu pikiran lagi,” kata dia sembari berharap VFS Tasheel membuka kantor cabangnya di Solo, Jawa Tengah.

Editor : Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Kaligrafi Arab Segera Didaftarkan Sebagai Warisan UNESCO
apahabar.com

Habar

7 Negara dengan Tradisi Unik di Ramadan
apahabar.com

Habar

Ziarah ke Kelampayan, KH Ma’ruf Amin Berharap Berkah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari
apahabar.com

Habar

Setelah Nabawi, Masjid Kebanggaan Umat Islam Ini Juga Kembali Dibuka
apahabar.com

Habar

Melacak Kebenaran Hubungan Kiai Ma’ruf dengan Syekh Nawawi Al Bantani
apahabar.com

Habar

Majelis di Kalsel Kembali Aktif Pasca Lebaran, Berikut Jadwalnya
apahabar.com

Habar

Batasi 10 Ribu Jemaah, Arab Saudi Sudah Tentukan Jemaah Haji di Tahun Ini
MUI Banjarmasin Punya Kebijakan Sendiri Terkait Salat di Masjid

Habar

MUI Banjarmasin Punya Kebijakan Sendiri Terkait Salat di Masjid
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com