Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Kaltim Intip Potensi Pajak Ekspor CPO

- Apahabar.com Senin, 7 Januari 2019 - 12:47 WIB

Kaltim Intip Potensi Pajak Ekspor CPO

Kebun sawit. Foto-Infosawit.com

apahabar.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kaltim menilai langkah Kementerian Keuangan yang selalu memotong dana (nilai pajak) ekspor crude palm oil (CPO) yang berasal dari daerah tersebut kuranglah tepat.

Untuk setiap ton CPO yang dikirim dari Kaltim ke luar negeri, pajak yang diambil berkisar US$ 50. Bagi Kaltim, nilai itu sangat cukup besar. Pajak diketahui akan digunakan dalam program replanting (penanaman ulang) kelapa sawit.

Baca Juga: Operasional KEK Maloy Jadi Syarat Wajib Datangkan Investor ke Kaltim

“Setiap kita ekspor CPO, per tonnya dipotong 50 dolar (Amerika), tapi tidak masuk ke kas negara. Informasinya dana itu untuk replanting atau peremajaan tanaman kelapa sawit. Jadi tidak kembali ke Kaltim,” ujar Gubernur Kaltim Isran Noor, dikutip dalam siaran persnya, Senin (7/1).

Sebagi salah satu produsen CPO terbesar, Isran menerangkan, Kaltim siap memperjuangkan potongan dana pajak CPO itu bisa kembali ke daerah. Saat ini disebutkan Benua Etam sudah menghasilkan CPO sebesar 3,5 juta ton per tahun.

Jika hasil itu dikalikan US$ 50 perton, maka nilai CPO yang dipotong Kemenkeu mencapai sekitar US$ 165 juta.

Baca Juga: Diganjar Harmony Award, Bukti Kaltim Toleran

“Kalau nilai itu dikalikan 10 tahun maka dana terkumpul bisa mencapai US$ 1,65 miliar. Artinya sebesar itulah uang daerah yang dipotong pemerintah pusat,” jelasnya,

“Itu yang salah satunya nanti akan saya urusi.”

Diprediksi pada 2020 mendatang, produksi CPO Benua Etam mencapai 4 juta ton per tahun. Dan jika dikalikan US$50, berarti ada US$200 juta yang terkumpul dari hasil potongan ekspor CPO.

Baca Juga: Kaltim Nomor 1 soal Cakupan Data Akta Kelahiran

“Jangan sampai kita tidak dapat apa-apa,” tegas Isran.

Selanjutnya, dia berharap dukungan masyarakat Kaltim agar perjuangan yang akan dilakukannya memberikan hasil maksimal, dan berujung peningkatan pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Di Rumah Aja, Telkomsel Kalimantan Sajikan Kajian Online Ramadan
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Tingkatkan Peran KKSS dalam Pembangunan
apahabar.com

Kaltim

Waspada Penyakit Pasca Banjir
apahabar.com

Kaltim

Gagal Paham soal Parsel, Wagub Hadi Beri Klarifikasi
apahabar.com

Kaltim

Hijaukan Lingkungan Mapolres, Polres PPU Tanam Berbagai Jenis Pohon
apahabar.com

Kaltim

Pemprov Kaltim Evaluasi Penerima Beasiswa ke Rusia
apahabar.com

Kaltim

Satu dari 17 Anak di Kaltim Alami Kekerasan Seksual
apahabar.com

Kaltim

Gubernur Tak Bergeming, Aliansi Peduli Karst Serukan Tolak Pabrik Semen Jilid II
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com