2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan

Kaltim Masih Bergantung Migas dan Batu Bara, Sampai Kapan?

- Apahabar.com Selasa, 8 Januari 2019 - 12:00 WIB

Kaltim Masih Bergantung Migas dan Batu Bara, Sampai Kapan?

Kota Samarinda. Foto-net

apahabar.com, SAMARINDA – Gubernur Kaltim Isran Noor meyakini Kaltim tidak dapat terus bergantung pada kekuatan sumber daya minyak dan gas, maupun batu bara.

“Kita tidak dapat terus bergantung pada migas dan batu bara. Perlu menggali potensi ekonomi unggulan baru dengan mendorong peningkatan nilai tambah memanfaatkan potensi sumber daya alam (SDA) yang tersedia dan potensial dikembangkan,” ujar Isran dikutip dalam siaran persnya, Selasa (8/1).

Isran tak menampik, kala penurunan pertumbuhan ekonomi terjadi di Kaltim, sementara di daerah lain tidak. Daerah lain, semisal Kaltara, perlahan mulai mengalihkan pertumbuhan altrnatif mereka melalui ekspor sawit. Prediksi pertumbuhan ekonomi di sana ada pada range 5,70 persen sampai 6,10 persen tahun ini.

Dari Kaltim, penurunan penerimaan yang bersumber dari minyak dan gas (migas), serta batu bara (royalti menurun) akibatnya berdampak pada penerimaan daerah dari pemerintah pusat. Bahkan pada 2017-2018 mengalami titik paling bawah hanya mencapai Rp7,2 triliun.

“Kaltim sebagai provinsi yang kaya dengan potensi SDA harus bisa dioptimalkan sehingga mampu menopang percepatan pembangunan yang muaranya untuk mensejahterakan masyarakat serta kemajuan Kaltim,” katanya.

Baca Juga: Optimalkan Hutan Rakyat, Pemerintah Bidik Tepi Jalan Samarinda-Balikpapan

Isran sadar, untuk mengolah potensi unggulan yang ada perlu diambil langkah terobosan, menciptakan karya dan inovasi-inovasi baru yang dapat mendukung bangkitnya perekonomian daerah.

“Sepuluh tahun yang akan datang, sumber daya alam ekstraktif tidak banyak lagi berperan, seperti minyak gas dan batu bara,” ujarnya.

Isran mengaku, pihaknya tengah menyiapkan konsolidasi regulasi kewenangan sesuai UU Nomor 23 /2014 tentang Pemerintahan Daerah. Tujuannya guna pembenahan dan perbaikan perangkat di daerah.

“Oleh sebab itu, sepanjang kita belum bisa memperbaiki regulasi maka kita tidak akan bisa berbuat banyak dan secara bertahap tahun 2019 hal itu akan kita dilakukan,” katanya lagi.

Baca Juga: Kaltim Intip Potensi Pajak Ekspor CPO

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Bentrokan Dua Kelompok Pemuda di Penajam, Satu Tewas Ditusuk
apahabar.com

Kaltim

“Liburan Lebaran Hanya 3 Hari, Jangan Ditambah”
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Raih Dua Anugerah BI Corner Award
apahabar.com

Kaltim

Menteri Keuangan Siap Bantu UMKM Kaltim
apahabar.com

Kaltim

HUT TNI, Kapolres Samarinda Kejutkan Korem
apahabar.com

Kaltim

Demi Mi Instan, Wagub Kaltim Rela Terjang Banjir Sepinggang
apahabar.com

Kaltim

Tuan Rumah Rakernas Forsesdasi: Momen Kenalkan Pariwisata Kaltim
apahabar.com

Kaltim

Bandara Kalimarau Terbaik Anugerah Bandara Award 2018
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com