Banjir di Satui Tanbu, Ratusan Jiwa Mengungsi Banjir di Haruyan HST Berangsur-Angsur Surut, BPBD Imbau Warga Tetap Siaga Dampak Banjir di Satui Tanah Bumbu: 145 Rumah, 55 Ha Sawah Terendam, 101 Jiwa Mengungsi Pontianak Waspadai Ledakan Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Lebaran Hari Kedua, Simak Prediksi Cuaca Pasca-Banjir di HST dan Tanah Bumbu

Kaltim Masih Bergantung Migas dan Batu Bara, Sampai Kapan?

- Apahabar.com Selasa, 8 Januari 2019 - 12:00 WIB

Kaltim Masih Bergantung Migas dan Batu Bara, Sampai Kapan?

Kota Samarinda. Foto-net

apahabar.com, SAMARINDA – Gubernur Kaltim Isran Noor meyakini Kaltim tidak dapat terus bergantung pada kekuatan sumber daya minyak dan gas, maupun batu bara.

“Kita tidak dapat terus bergantung pada migas dan batu bara. Perlu menggali potensi ekonomi unggulan baru dengan mendorong peningkatan nilai tambah memanfaatkan potensi sumber daya alam (SDA) yang tersedia dan potensial dikembangkan,” ujar Isran dikutip dalam siaran persnya, Selasa (8/1).

Isran tak menampik, kala penurunan pertumbuhan ekonomi terjadi di Kaltim, sementara di daerah lain tidak. Daerah lain, semisal Kaltara, perlahan mulai mengalihkan pertumbuhan altrnatif mereka melalui ekspor sawit. Prediksi pertumbuhan ekonomi di sana ada pada range 5,70 persen sampai 6,10 persen tahun ini.

Dari Kaltim, penurunan penerimaan yang bersumber dari minyak dan gas (migas), serta batu bara (royalti menurun) akibatnya berdampak pada penerimaan daerah dari pemerintah pusat. Bahkan pada 2017-2018 mengalami titik paling bawah hanya mencapai Rp7,2 triliun.

“Kaltim sebagai provinsi yang kaya dengan potensi SDA harus bisa dioptimalkan sehingga mampu menopang percepatan pembangunan yang muaranya untuk mensejahterakan masyarakat serta kemajuan Kaltim,” katanya.

Baca Juga: Optimalkan Hutan Rakyat, Pemerintah Bidik Tepi Jalan Samarinda-Balikpapan

Isran sadar, untuk mengolah potensi unggulan yang ada perlu diambil langkah terobosan, menciptakan karya dan inovasi-inovasi baru yang dapat mendukung bangkitnya perekonomian daerah.

“Sepuluh tahun yang akan datang, sumber daya alam ekstraktif tidak banyak lagi berperan, seperti minyak gas dan batu bara,” ujarnya.

Isran mengaku, pihaknya tengah menyiapkan konsolidasi regulasi kewenangan sesuai UU Nomor 23 /2014 tentang Pemerintahan Daerah. Tujuannya guna pembenahan dan perbaikan perangkat di daerah.

“Oleh sebab itu, sepanjang kita belum bisa memperbaiki regulasi maka kita tidak akan bisa berbuat banyak dan secara bertahap tahun 2019 hal itu akan kita dilakukan,” katanya lagi.

Baca Juga: Kaltim Intip Potensi Pajak Ekspor CPO

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Penjual Nasi Kuning

Kaltim

Penjual Nasi Kuning Mirip Lee Min Ho Pilih Wanita Seiman, Warganet Siap Maju

Kaltim

Walhi: Kehancuran Karst Sangkulirang di Depan Mata

Kaltim

Antre Solar Sampai 2 Hari, Pengusaha Truk di Balikpapan Terancam Tak Bisa Antar Sembako
apahabar.com

Kaltim

Uji Kompetensi, Redpel apahabar.com Terbaik di Madya
apahabar.com

Kaltim

Penjual Pulau Malamber Akui Terima Duit dari Bupati Penajam, Simak Bantahan AGM
Ganja

Kaltim

Nekat Edarkan Ganja, ABH di Balikpapan Diringkus Polisi
apahabar.com

Kaltim

Tahun Ini Paskibraka Kaltim Didampingi Tim Psikolog
apahabar.com

Kaltim

2018, Gojek Sumbang Rp 430 Miliar untuk Perekonomian Balikpapan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com