Pencuri Hp Rosehan Diciduk Polisi, Ini Dalih Tersangka Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Kronologi Pria Kelumpang Tengah Tewas Disengat Ribuan Lebah Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Hari Ini Kuota Internet Belajar Siswa dan Guru Dikirim Langsung ke Nomor Peserta, Berikut Besar Subsidinya

Kelompok Bersenjata Serang Desa Mali dan Tewaskan 37 Orang

- Apahabar.com Rabu, 2 Januari 2019 - 14:01 WIB

Kelompok Bersenjata Serang Desa Mali dan Tewaskan 37 Orang

Ilustrasi. Foto-okenews

apahabar.com, BAMAKO – Kelompok bersenjata menewaskan 37 warga sipil etnis Fulani pada Selasa, 1 Januari di Mali tengah, daerah di mana kekerasan etnis sempat terjadi tahun lalu dan menewaskan ratusan orang.

Kekerasan antara komunitas Fulani dan komunitas lawannya telah memperparah situasi keamanan yang telah berbahaya di daerah semi-kering dan daerah gurun di Mali. Daerah tersebut banyak digunakan sebagai pangkalan oleh kelompok-kelompok ekstremis yang memiliki ikatan dengan Al Qaeda dan ISIS.

Keterangan pemerintah yang dilansir Reuters pada Rabu (2/1/19), menyebutkan bahwa para pelaku penyerangan, yang berpakaian sebagai pemburu Donzo tradisional, menyerang Desa Koulogon di wilayah Mopti tengah. Serangan tersebut menewaskan 37 orang beberapa di antaranya adalah anak-anak.

Moulage Guindo, walikota Bankass yang merupakan kota terdekat dari lokasi kejadian, mengatakan serangan itu terjadi saat sekitar adzan Subuh pertama di tahun 2019 dan menargetkan suku Fulani di Koulogon.

Dia mengatakan bagian lain dari Koulogon sebagian besar dihuni oleh Dogon, sebuah kelompok etnis yang terhubung dengan Donzo, yang jauhnya kurang dari 1 km.

Mali telah berada dalam kekacauan sejak pemberontak Tuareg dan aliansi kelompok islamis mengambil alih wilayah utara negara itu pada 2012. Kejadian tersebut mendorong pasukan Prancis untuk campur tangan untuk mengusir kelompok-kelompok tersebut pada tahun berikutnya.

Sejak saat itu, kelompok ekstremis Islam mendapatkan kembali wilayah kekuasaannya di utara dan tengah, memanfaatkan persaingan etnis untuk merekrut anggota baru.

Sumber: Okenews
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Rusia dan Turki Bahas Suriah Setelah Penarikan Tentara AS
apahabar.com

Global

Pembicaraan Perdamaian Suriah Dimulai di Astana
apahabar.com

Global

Tak Kuat Hidup Bergelimang Harta, Putri Kerajaan Dubai Minggat dari Istana
apahabar.com

Global

Siwon Choi Super Junior  Doakan Korban Tsunami Selat Sunda
apahabar.com

Global

Penumpang Ini Lahirkan Bayinya dalam Penerbangan ke Istanbul
apahabar.com

Global

Marc Marquez Motivasi Korban Tsunami Banten
apahabar.com

Global

Akhir dari “Perceraian Rahasia”, Perempuan Saudi Akan Dapat Konfirmasi Status Janda
apahabar.com

Global

Badai Pabuk yang Melanda Thailand Terburuk dalam Puluhan Tahun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com