Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB

Kemenhub Kebut Aturan Ojek Online, Ada Tarif Batas Bawah dan Atas

- Apahabar.com Minggu, 6 Januari 2019 - 17:42 WIB

Kemenhub Kebut Aturan Ojek Online, Ada Tarif Batas Bawah dan Atas

Menteri Perhubungan Budi Karya berbincang dengan pengendara Go-jek.Foto-Vivanews

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya sedang mempercepat aturan ojek online. Aturan dalam bentuk Peraturan Menteri ini ditargetkan dapat rampung dalam waktu satu bulan atau paling lambat pada awal Maret 2019.

Aturan ini setidaknya akan mengatur tentang ketentuan tarif, sistem suspend dan keselamatan atau keamanan.

“Ya, satu bulan ini lah (selesai). Awal Maret paling lama,” kata Budi di sela acara safety riding bersama Gojek di Cakung, Jakarta Timur, Minggu 6 Januari 2019.

Baca Juga: Ojol Penabrak Lari Irjen Zulkarnain: Saya Nggak Tahu Itu Pak Kapolda

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi menjelaskan, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan para asosiasi pengemudi dalam waktu dekat.

Pihaknya telah menyiapkan draft aturan tersebut yang siap didiskusikan dengan pihak pengemudi dan aplikator. “Draft-nya sudah saya siapin, tinggal kita diskusikan, kita komunikasikan dengan para pengemudi dengan para aplikator juga,” katanya.

Meskipun kendaraan roda dua tidak diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), namun Kementerian terkait memiliki hak diskresi untuk mengatur. Menurut Budi, aturan ini tinggal menunggu respons pemangku kepentingan sektor terkait.

Untuk tarif sendiri, Budi Setiyadi membocorkan bahwa tarif ojek online akan berada di bawah tarif batas bawah maupun tarif batas atas taksi online.

“Kalau tarifnya taksi (online) saja Rp3.500 sampai Rp6.500 (per km) berarti di bawahnya dong. Bisa juga Rp2.500 bisa juga Rp2.000. Yang jelas harus di bawah mobil,” katanya.

Terkait target penyelesaian aturan yang dikatakan Menhub, Dirjen Budi Setiyadi mengatakan, pihaknya sebetulnya masih butuh waktu untuk harmonisasi aturan itu dengan Kementerian Hukum dan HAM serta stakeholder.

“Kalau cepat ya, prediksi saya bulan 3-4 (Maret-April) sudah bisa, tergantung dalam peralihan itu apakah ada penyesuaian lagi kita lihat,” jelasnya.

Sumber : Vivanews
Editor : Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Giliran Agus Gumiwang Dipanggil ke Istana
apahabar.com

Nasional

Penelitian Terbaru, Virus Corona Menyebar Lebih Cepat dari Prediksi WHO
apahabar.com

Nasional

Jokowi Beri Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya pada 4 Anggota Polri
apahabar.com

Nasional

Keluarga Makin Terdampak Covid-19, Simak Arahan Presiden kepada Menteri Bintang
apahabar.com

Nasional

Terobsesi Jadi Pilot, Mahasiswa Ini Ditangkap
apahabar.com

Nasional

Selama Pandemi, 50 Daerah Ajukan Utang Rp28 Triliun ke Pemerintah Pusat
apahabar.com

Nasional

Kongres GMNI di Ambon, Pemuda Kalsel Bidik Kursi Ketua Umum
apahabar.com

Nasional

Jemaah Haji Diminta Waspada Dehidrasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com