Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Kenapa Tidak Semua Perokok Kena Kanker Paru? Tidak Merokok Malah Kena

- Apahabar.com Kamis, 3 Januari 2019 - 07:15 WIB

Kenapa Tidak Semua Perokok Kena Kanker Paru? Tidak Merokok Malah Kena

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Kanker paru merupakan kanker paling mematikan di dunia, lucunya masih ada pertanyaan kenapa masih banyak perokok di dunia ini baik-baik saja.

Dokter spesialis patologi anatomi di National Cancer Center (NCC) Rumah Sakit Kanker Dharmais, dr Evlina Suzanna, SpPA(K), mengatakan masing-masing orang punya faktor risiko terkena kanker yang berbeda-beda.

Alasan kenapa perokok ada orang  terkena kanker paru dan ada yang tidak, menurut Evlina, adalah karena genotipe alias kondisi genetik masing-masing orang tersebut.

Baca Juga: HSS Bakal Luncurkan Program Jaminan Kesehatan

“Tapi rokok itu tidak saja memicu kanker paru, tapi bisa juga jadi kanker payudara, bisa juga kanker mulut rahim, tergantung rentannya di tubuh seseorang itu. Kebiasaan merokok adalah bagian dari gaya hidup yang menjadi salah satu faktor risiko kanker,” ujar Evlina dalam rangka memperingati Bulan Peduli Kanker Paru Sedunia, Cancer Information and Support Center (CISC) mengadakan konferensi pers bertajuk Lung Cancer and Me: Beda Jenis,Beda Perjalanan, dilansir dari health.uzone.id, 2018 lalu.

Brigjen TNI dr Alex Ginting S, Sp P(K) dari RSPAD Gatot Soebroto yang juga menjadi dokter jantung kepridenan Presiden Jokowi, mengungkapkan data juga memaparkan 7 dari 8 pasien paru adalah perokok.

“Jadi sekuat apapun daya genotipe kalau gaya hidup perokok aktif maka resiko semakin besar, lalu kenapa yang tidak merokok juga bisa terkena kanker paru tentu alasannya karena gaya hidup Anda yang selalu berada di sekitar perokok misalnya nongkrong dan bekerja di sekitar teman Anda yang merokok, jadi kalau sadar daya tahan tubuh tidak kuat atau punya latar belakang keturunan dengan kondisi kanker maka hindari lingkungan perokok dan jauhi gaya hidup di sekitar orang perokok,” jelasnya.

Data Globocan 2018 menyatakan bahwa kanker paru adalah kanker yang paling banyak ditemukan pada pria dan wanita di seluruh dunia dari semua jenis kanker lain (11,6% dari total kasus) dan merupakan penyebab utama dari kematian (18,4% dari total kematian akibat kanker).

Diprediksikan, terdapat 2,1 juta kasus kanker paru baru dan 1,8 juta kematian akibat kanker paru di tahun 2018, atau sekitar 1 dari 5 penyebab kematian akibat kanker.

Di Indonesia, 14% dari total kematian karena kanker disebabkan oleh kanker paru yang menjadikan penyakit fatal ini sebagai kanker pembunuh nomor 1 yang banyak dialami oleh perokok.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Jantung, Olahraga Saja tidak Cukup

Sumber: health.uzone.id
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Resep Singkong Thailand, Kudapan Lezat Buka Puasa
apahabar.com

Gaya

Radja Pempek, Menyicipi Lezatnya Pempek Asli Palembang di Batulicin
apahabar.com

Gaya

Ini Kiat Menurunkan Risiko Serangan Jantung pada Usia Produktif
apahabar.com

Gaya

Psikolog: Anak Korban Penculikan Rentan Depresi
apahabar.com

Gaya

Pengguna Tokopedia, Begini Cara Amankan Akun Anda
apahabar.com

Gaya

Perusahaan Bir Corona Sikapi Santai Dikaitkan dengan Virus
apahabar.com

Gaya

5 Kedai Ngopi Asyik di Banjarmasin
apahabar.com

Gaya

Siemens Luncurkan Peralatan Medis CT Canggih
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com