Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Kisah Kimo Stamboel Kepincut ‘DreadOut’

- Apahabar.com Rabu, 2 Januari 2019 - 02:00 WIB

Kisah Kimo Stamboel Kepincut ‘DreadOut’

Sampul Film DreadOut. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Awal 2019 ini film DreadOut bakal dirilis. Sang sutradara, Kimo Stamboel menceritakan mengapa ia ketertarikan mengangkat kisah dari gim daring (online) ini jadi gambar bergerak di layar lebar.

Bermula dari ketika ia melihat salah satu YouTuber paling terkenal, PweDiepie, mengulas DreadOut pada 2014 silam.

Hingga akhirnya bertemu dengan salah satu perancang game DreadOut, Rachmad Imron. Bak gayung bersambut, Imron sangat tertarik. Terlebih selama ini ia mengikuti karya-karya Kimo, salah satunya adalah Rumah Dara (2010).

“Gue merasa, ‘ini dia nih’, siapa yang enggak mau bikin film horor yang ada pocong bawa celurit, babi ngepet dan segala macam. Film ini harus jadi,” kata Kimo dilansir

CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.Gim DreadOut yang rilis pertengahan 2014 adalah tipe permainan kesintasan atau survival dengan sudut pandang orang ketiga.

Karakter utama Linda, yang dalam film diperankan Caitlin Halderman, menggunakan gawai untuk berinteraksi dengan hantu.

Kimo kemudian berdiskusi dengan Imron, kemudian mempelajari tingkah karakter, alur permainan, dan komentar orang yang memainkan DreadOut, untuk membuat naskah.

Ia juga sempat bermain dan melahirkan banyak pertanyaan, seperti alasan keberadaan hantu kebaya merah dan mengapa gim tersebut kerap menggunakan bahasa Sunda.

Kimo mengakui dirinya semakin asik menggali cerita DreadOut ketika mengetahui ada cerita dalam bentuk komik yang belum masuk dalam permainan. Setelah membaca komik itu, Kimo merasa DreadOut memiliki cerita yang luas.

apahabar.com

Tampilan Game DreadOut. Foto-YouTube/Nakamura King

“Akhirnya gue memutuskan bikin prekuel, menceritakan mengapa kejadian ini terjadi. Gue bikin semacam origin,” kata Kimo.

Baca Juga: Didominasi Sekuel, Berikut 7 Film Nasional Paling Dinanti di 2019

Penulisan naskah film yang mulai Kimo garap akhir 2014 sempat terhambat. Ia juga disibukkan dengan mengarap film Headshot (2016) dan menjadi produser The Night Comes for Us (2018).

Alhasil naskah DreadOut baru selesai akhir 2017 dan mulai syuting pada Januari 2018.
Secara keseluruhan, DreadOut tidak akan menjadi film gore seperti karya Kimo kebanyakan. Terlebih selama pengerjaan, produser selalu mewanti-wanti.

“Gue enggak ambil penonton gue yang pencinta gore, kali ini mencoba ambil penonton yang lebih lebar. Insyaallah kena 17 tahun, sensor masih proses,” kata Kimo.

Selain itu, sebanyak 40 persen film DreadOut akan dipoles dengan efek visual. Semua efek visual dikerjakan oleh lima studio lokal.

Kini, film DreadOut yang rilis pada 3 Januari mendatang mengisahkan Linda, siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) yang punya kemampuan khusus untuk menghadapi setan.

Selain sekolah, ia juga bekerja agar mendapat uang untuk menghidupi keluarganya. Dengan begitu ia tumbuh mejadi sosok yang dewasa dan bertanggung jawab.

Bahkan ia lebih dewasa ketimbang para seniornya di sekolah yang meminta ditemani ke sebuah bangunan tua.

Mereka adalah Erik (Jerfri Nichol), Beni (Muhammad Riza Irsyadillah), Alex (Ciccio Manassero), Dian (Suzana Sameh) dan Jessica (Marsha Aruan).

Dan di gedung tua itu lah, mereka menghadapi teror setan yang menuntut mereka untuk bertahan hidup.

Sumber: CNN Indonesia
Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Film

Sineas Kalsel Meningkat, FSB: Perlu Mentoring
apahabar.com

Film

Forum Sineas Banua Kembali Gelar Aruh Film Kalimantan
apahabar.com

Film

Deretan Film Nasional yang Melanglang Buana di 2019
apahabar.com

Film

Box Office, ‘Captain Marvel’ Diharapkan Susul ‘Black Panther’
apahabar.com

Film

Wow, Ada Biaya Hingga Rp 14 M di Kostum ‘Shazam!’

Borneo

Akhir November Aruh Film Kalimantan 2018 Dihelat

Film

Koboy Kampus, Film Komersil Pertama Produksi Urang Banua
apahabar.com

Film

Tayangan Perdana Film Dilan 1991 di Makassar Disambut Demo hingga Ricuh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com