2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan

Kisah Mahdiani Menjadi Lili, Transgender ‘Cantik’ asal Banjarmasin

- Apahabar.com Kamis, 17 Januari 2019 - 06:15 WIB

Kisah Mahdiani Menjadi Lili, Transgender ‘Cantik’ asal Banjarmasin

Lahir pada Juni, tepatnya 33 tahun silam, Lili kini sudah memasuki kepala tiga. Fokusnya saat ini ialah menjaga penampilan. Dok. apahabar.com

Isu transgender merebak setelah kemunculan Lucinta Luna. Pendangdut itu dituding mengganti kelamin menjadi wanita setelah dulunya adalah seorang pria. 

apahabar.com, BANJARMASIN

SERUPA tapi tak sama, dari Banjarmasin ada MahdianiBedanya, Mahdiani bukan transeksual -seperti tudingan kepada Lucinta, melainkan transgender.

Alih-alih bersikap ‘jantan’, sejak kecil Lili kerap berdandan seperti lawan jenisnya.

Mahdiani kecil merasa ada yang aneh dengan kepribadian dan perilakunya yang menyerupai wanita itu.

“Seumpama perempuan yang sedang terjebak dalam tubuh laki-laki,” jelasnya.

Sejak itu ia seakan tak kuasa menahan hasrat menjadi wanita. Hingga akhirnya, namanya pun berganti menjadi Lili, baru baru ini.

Sejak itu, setiap yang memanggil dengan nama lahir otomatis orang tersebut adalah rekan lamanya, atau teman sewaktu sekolah.

“Tapi kalau memanggil dengan nama Lili, berarti itu orang baru,” tuturnya.

Heboh isu LGBT, seakan tak menyurutkan langkah Mahdiani. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Paris Barantai Banjarmasin ini tak segan mengungkapkan bagaimana jati dirinya.

Mengenakan rok hitam dan baju berwarna merah muda, Mahdiani tampak tenang bercerita. Duduk di atas kursi dengan kaki bersilang, sesekali ia menoleh, seraya tersenyum.

Tampak wajahnya merah merona. Bulu matanya cukup lentik. Cukup jarang pria sepertinya memiliki bibir setipis itu kala tersenyum.

Sedari kecil Ia sudah merasakan adanya perubahan tersebut. Ketika berada di Taman Kanak-Kanak, ia sangat menyukai tembang dangdut.

“Ada kejanggalan dibanding yang lain (teman sebaya laki-laki),” ujarnya saat bincang ringan dengan media ini.

“Saya juga suka berpakaian feminim dan suka berteman dengan perempuan,” sambungnya.

Kala berusia 17 tahun, Lili memberanikan diri menjelma menjadi wanita. Menariknya, keinginan itu direstui oleh keluarga besarnya.

“Orang tua mengizinkan,” ujarnya.

Keluarganya sudah maklum dengan tingkah lakunya. Perubahan itu membuatnya kian nyaman menggunakan nama Lili.

Sejak saat itu pula keluarga melarangnya untuk tidur bersama keluarga laki-laki.

“Ya malah saya disuruh tidur dengan saudara perempuan,” pungkasnya.

Mengenakan rok hitam dengan baju merah muda, Lili terus bercerita sembari mengumbar senyuman.

Semasa muda Ia kerap menggunakan hormon tertentu, wajar jika sekarang bentuk tubuhnya nyaris menyerupai seorang wanita tulen.

Lahir pada Juni, tepatnya 33 tahun silam, Lili kini sudah memasuki kepala tiga. Fokusnya saat ini ialah menjaga penampilan.

Untuk perawatan khusus wajah dan rambut, ia harus merogoh kocek Rp3 juta tiap bulannya.

“Itu belum ditambah lagi biaya untuk kebutuhan lain,” ucapnya.

Meski sudah habis-habisan untuk tampil fenimim, Lili tak lupa kewajibannya: ibadah.

Kala ibadah Jumat datang, penampilannya pun berubah drastis. Sarung dan gamis ia kenakan. Segera ia berbaur dengan jamaah lelaki lain.

“Ya tetap menggunakan pakaian laki-laki seperti gamis atau sarung,” ujarnya.

Kala sebagian transgender umumnya jarang memasuki masjid, ia justru beranggapan hal itu merupakan tantangan.

“Itu kewajibanku sebagai muslim. Tidak salat sebanyak tiga kali kan kafir,” ujarnya.

Terkadang, Ia pun masih bertanya-tanya, apakah ke depan akan kembali menjadi
lelaki atau bahkan terus menjelma menjadi sosok perempuan.

Meskipun demikian ia tetap memilih ‘setia’ pada gendernya. Dia bersikukuh tak akan merubah alat kelamin. Alasannya, karena takut amal ibadah tak diterima.

Menurutnya, kehidupan biarlah mengalir bagaimana semestinya, asalkan hubungan baik dengan sang Khalik dan sesama manusia tetap terjaga.

“Kita yang berencana, namun Tuhanlah yang berkehendak.”

Baca Juga: LGBT Kalah Referendum, Taiwan Tolak Pernikahan Sesama Jenis

Baca Juga: Pernikahan di Kebumen Pakai Mas Kawin Sandal Jepit Swallow

Baca Juga: Target Serapan Beras 2019 Naik, Kalimantan Selatan Andalkan Barabai

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

PSBB Banjarbaru: Puluhan Pengendara Terpaksa Putar Balik, Ada Juga yang Mudik
apahabar.com

Kalsel

Dukung Sektor Pariwisata, APJI Kalsel Ingin Terlibat
apahabar.com

Kalsel

Sejenak Lupakan Perbedaan, Lintas Agama Peduli Covid-19 di Banjarmasin Beraksi
apahabar.com

Kalsel

Meriahkan HUT ke-47, KNPI Kalsel Tunjukan Aksi Kepedulian
apahabar.com

Kalsel

Caleg Ramai Kunjungi Makam Surgi Mufti di Banjarmasin, Bahkan Ada dari Jakarta
apahabar.com

Kalsel

Realisasi PAD Kota Banjarmasin Capai Rp316 Miliar Lebih, 2020 Target Ditingkatkan
apahabar.com

Kalsel

Eksistensi Feri Penyeberangan Sungai Alalak; Tak Redup Ditelan Zaman
apahabar.com

Kalsel

Jelang Pilkada 2020, Calon Pemimpin Kalsel Dituntut Siap Jadi Penyangga IKN
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com