Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah

Konsep JPO Gunakan Lift, Fasilitasi Kebutuhan Difabel

- Apahabar.com Senin, 7 Januari 2019 - 17:49 WIB

Konsep JPO Gunakan Lift, Fasilitasi Kebutuhan Difabel

LINTASAN KURSI RODA-Tak adanya jalur pengguna kursi roda di Jembatan Penyeberangan, membuat penyandang disabilitas harus dibantu naik jembatan untuk menyeberang. Foto-Validnews

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin berencana membangun 4 Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) pada 2019. Lantas apakah keberadaan jembatan ini memenuhi kebutuhan kaum difabel?

Dipastikan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, pembangunan fasilitas umum wajib ramah difabel.

Makanya konsep pembangunan JPO didukung fasilitas lift. Lift di JPO, tekannya, harus ada pada salah satu titik Jalan A Yani sebagai jalur protokol yang menghubungkan provinsi maupun kabupaten/kota.

Tapi terkait harga atau estimasi anggaran, ia mengaku belum bisa memastikan berapa total untuk membuat JPO berkonsep lift. Namun, ungkapnya, untuk pembangunan JPO normal estimasi anggaran mencapai angka Rp2 miliar.

“Kita belum menghitung anggaran JPO dengan konsep lift,” ujar mantan anggota DPRD Kalsel ini.

Baca Juga: Aroyan Bayi Jantung Bocor Butuh Bantuan

Sebelumnya, Koordinator Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak (Sabda), Fatum Ade menuntut hak penyandang difabel difasilitasi dalam membangun JPO.

“Setidaknya JPO menggunakan ramp atau bidang miring landai, sehingga kami (difabel) mudah mengakses,” ujarnya.

Ade juga menyarankan, Pemerintah Kota Banjarmasin melengkapi JPO dengan guiding block atau pemandu jalan untuk penyandang tuna netra.

Kemudian ia menyarankan JPO juga harus memiliki handrail atau pegangan untuk penyandang difabel.

“Itu penting sekali buat kami yang menggunakan tongkat. Bahkan, lansia, ibu hamil serta anak-anak bisa mengakses handrail tersebut,” jelasnya.

Selain itu, ia berharap agar para difabel akan diikutsertakan dalam pembangunan JPO tersebut. Misalnya melalui Forum Group Discusion (FGD).

Tujuannya, biar difabel bisa menyuarakan aspirasi yang selama ini menjadi permasalahan dan memberikan ruang partisipasi para difabel.

“Kemarin informasi pembangunan JPO sudah kita terima, namun belum ada lanjutan,” tutupnya.

Reporter : Bahaudin Qusairi
Editor : Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Rakor TKPK, Pemprov Kalsel Sinkronisasi Data Kemiskinan Saat Pandemi
apahabar.com

Kalsel

Siang Hari, Hujan Disertai Petir Diprakirakan Melanda Batulicin dan Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

4444 Warga Pemasyarakatan di Kalsel, Terancam Tak Bisa Nyoblos di Pemilu 2019
apahabar.com

Kalsel

Buntut Demo Rusuh di Jakarta Pusat, RS Polri Rawat 31 TNI-Polri dan 30 Warga Sipil
apahabar.com

Kalsel

Suasana Haru Iringi Pisah Sambut Kapolresta Banjarmasin
apahabar.com

Hukum

Polisi Beberkan Kasus Paling Menonjol Selama Pandemi di Banjar
apahabar.com

Kalsel

Catat, Banjarmasin Belum Akan Buka Sekolah Saat Ajaran Baru
apahabar.com

Kalsel

Balapan Liar di Banjabaru Masih Marak, Lokasi Teranyar Jalan Baru ke Bandara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com