Waspada, Potensi Hujan Disertai Angin Kencang Ancam 9 Wilayah Kalsel Kanwil Kemenkum HAM Kalsel Dorong UMKM Bentuk Perseroan Perseorangan Catat, Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Banjar Berhadiah Umrah Longsor di Maradapan Pulau Sembilan Kotabaru, Puluhan Rumah Terdampak Aksi Heroik Bripka Aan Kotabaru Bantu Ibu Melahirkan di Ambulans

Konsumsi BBM dan LPG di Kalimantan Naik

- Apahabar.com     Kamis, 10 Januari 2019 - 13:23 WITA

Konsumsi BBM dan LPG di Kalimantan Naik

Ilustrasi Pertamina. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI Kalimantan memastikan penyaluran BBM dan LPG Kalimantan sepanjang natal dan tahun baru kemarin aman.

Di samping itu, konsumsi sejumlah produk BBM dan LPG dipastikan naik selama masa tersebut.

Meski begitu, perseroan tak menemui kendala berarti dalam penyaluran maupun pelayanan selama titik terpadat konsumsi BBM Dan LPG tersebut.

“Kelancaran karena ditunjang dengan kesiapan sarana 497 unit mobil tanki non regular dan 1.123 awak mobil tangki. SPBU yang berada di jalur keramaian dan jalur wisata telah diinstruksikan untuk buka selama 24 jam dan dipenuhi pasokannya,” ujar Region Manager Communication and CSR Kalimantan, Yudi Nugraha dalam keterangan resminya, Kamis (10/1).

Baca Juga: Ekonom: RI Bakal Jadi Pengimpor Gula Terbesar Dunia Jelang Pemilu

Pertamina MOR VI mencatat, selama periode tersebut penyaluran BBM jenis gasoline: premium, pertalite dan pertamax series, mengalami peningkatan total sebesar 3% atau dari rata rata harian normal 6.758 kiloliter (kl) menjadi 6.948 kl.

Sedangkan untuk produk Gasoil: biosolar dan dex series, mengalami penurunan sebesar 13% atau dari rerata harian normal 2.989 kl menjadi 2.587 kl.

Sedangkan untuk LPG, rata-rata penyaluran LPG Subisidi dan Non Subsidi sebesar 1.467 MT/hari. Jumlah ini naik 1% dibandingkan rata-rata penyaluran harian normal sebesar 1.455 MT/hari.

Selama masa satgas naru telah disiagakan pangkalan LPG PSO (Public Service Obligation) sebanyak 822 pangkalan dan Non PSO 263 sub agen.

Sementara untuk Avtur, mengalami penurunan 7% selama masa satgas sebesar 667 KL dari rata-rata harian normal yaitu 772 KL.

“Ini karena jumlah penerbangan selama masa Natal dan Tahun Baru masih normal dan cenderung menghabiskan waktu liburnya di pulau Jawa,” ujarnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

rupiah

Ekbis

Tembus Level Psikologis Rp 14.000 per Dolar AS, Rupiah Awal Pekan Menguat
apahabar.com

Ekbis

Isu Virus Corona, Masker di Banjarmasin Mencapai Ratusan Ribu Per Kotak
apahabar.com

Ekbis

Gandeng ULM, Telkomsel Gelar lndonesiaNEXT Jaring SDM Unggul
apahabar.com

Ekbis

Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?
apahabar.com

Ekbis

Optimisme Jokowi, Indonesia Harus Bajak Momentum Krisis
apahabar.com

Ekbis

Mantap, Hingga Juni Pertamina Serap 116,9 MBCD Minyak Domestik
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Berpeluang Menguat Imbas Pelonggaran Lockdown di Sejumlah Negara
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Menguat, Efek Stimulus Jumbo AS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com