Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

Korban Penculikan di Tanah Bumbu Rindu Teman Sekolahnya

- Apahabar.com Kamis, 31 Januari 2019 - 12:07 WIB

Korban Penculikan di Tanah Bumbu Rindu Teman Sekolahnya

Ilustrasi anak sekolah. Foto-Istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Makin hari, kondisi VN (12) korban penculikan di Kecamatan Satui, Tanah Bumbu beberapa waktu lalu makin membaik. VN disebut sudah bisa diajak bicara dan dalam pengakuannya, ia sudah merindukan teman-teman di sekolahnya.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara VN dan Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Tanah Bumbu, Hj Narni.

“Kondisinya makin membaik. Tapi kami masih memberikan bantuan trauma healing kepada korban,” ujar Hj Narni, kepada apahabar.com, Kamis (31/1).

Meski mulai membaik, kata Hj Narni, tapi korban masih belum bisa menghapus rasa traumanya jika disinggung terkait penculikan yang menimpanya. Hj Narni menjelaskan, ada tiga cara terapi penyembuhan melalui trauma healing dibagi tiga yakni trauma ringan, sedang, dan berat.

Trauma ringan adalah trauma yang terjadi akibat suatu kejadian yang mengganggu kejiwaan. Hj Narni mengatakan, trauma ringan lebih mudah untuk disembuhkan. Penanganan trauma ini, yakni dengan cara menghibur korban supaya melupakan kejadian yang menimpanya. Mengajaknya ngobrol dan tidak mengungkit penyebab trauma. Serta memberi pengertian dan motivasi.

Trauma sedang, lanjut Hj Narni, adalah jenis trauma akibat kejadian yang mengganggu daerah kejiwaan seseorang. Trauma sedang bisa mengubah perilaku seseorang dalam jangka waktu tertentu. Trauma ini biasanya disebabkan karena kasus pembunuhan, musibah atau kecelakaan yang telah merenggut nyawa orang-orang terdekat.

“Penanganan trauma sedang hampir sama dengan trauma ringan hanya saja harus dilakukan lebih intensif,” jelasnya.

Selanjutnya, trauma berat akibat suatu kejadian yang telah menggangu kejiwaan seseorang. Hj Narni mengatakan trauma ini sulit disembuhkan karena harus melibatkan peran psikolog atau psikiater.

Penanganan trauma berat bisa dilakukan dengan melatih kejiwaan supaya tetap stabil yaitu dengan sering berdoa dan beribadah. Kondisi VN yang makin membaik ini juga dibenarkan oleh Staf Ahli Hukum LBH Perisai, Nadif Audah, yang melakukan pendampingan hukum kepada VN.

“Terakhir kami temui korban sudah berinteraksi seperti biasa,” ujar Nadif.

Baca Juga: Terungkap, Penculikan Anak di Tanah Bumbu Bermotif Ekonomi

Baca Juga:  LBH Perisai Beri Bantuan Hukum Korban Penculikan di Tanbu

Baca Juga: Trauma, Anak Korban Penculikan di Tanbu Direhabilitasi

Reporter: Puja Mandela
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bawaslu Colour Walk 2019, Upaya Meningkatkan Partisipasi Pemilih
apahabar.com

Kalsel

Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Meninggalnya Pria di Losmen Murni
TNI/Polri

Kalsel

Bersama TNI/Polri, Banser NU Siap Kawal Malam Natal di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Jaga Kondusifitas, Sabhara Polres Tala Patroli ke Tempat Ibadah
apahabar.com

Kalsel

Eratkan Ikatan Kekeluargaan, Asrama Mahasiswa Tapin Berencana Gelar Halal Bihalal
Kapolresta

Kalsel

Pengamanan Nataru, Kapolresta Banjarmasin: Melawan Kita Amankan
apahabar.com

Kalsel

Listrik Padam, Pengunjung Duta Mall Panik
apahabar.com

Kalsel

Marak Jadi Oplosan, Ratusan Botol Alkohol ‘Dibuang’ Satpol PP Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com