Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

Kurangi Impor, Pertamina Lirik Minyak Sawit

- Apahabar.com     Jumat, 11 Januari 2019 - 12:10 WITA

Kurangi Impor, Pertamina Lirik Minyak Sawit

Kebun Sawit. Foto-pemupukankelapasawit.com

apahabar.com, JAKARTA – Pengembangan pemanfaatan minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) menjadi biofuel menjadi salah satu prioritas pemerintah. Pemanfaatan akan dilakukan lewat Mandatori Biodiesel 20% atau yang dikenal dengan istilah B20 untuk sektor industri maupun trasportasi di tanah air.

Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Andriah Feby Misna, mengatakan, tak hanya mendukung ketahanan energi nasional, minyak sawit juga sebagai bioenergi memiliki tujuan untuk mengurangi ketergantungan akan impor bahan bakar berbasis fosil.

Dikatakannya, tujuan utama dari mandatori biodiesel itu adalah bisa meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan dan mengurangi impor. Karena saat ini impor minyak Indonesia terbilang cukup besar.

“Dengan mengurangi impor bisa menghemat devisa. Dari pemanfaatan bioenergi, kita juga bisa mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu, ketergantungan kita kepada energi minyak bisa dikurangi. Dengan adanya program mandatori ini, kita juga bisa membuka lapangan kerja,” ungkapnya dikutip dalam laman resmi Pertamina, Jumat (11/1).

Karenanya, Andriah berharap dukungan seluruh pihak terhadap upaya pengembangan sawit menjadi bioenergi dari hulu hingga hilir. Sebagai pemegang mandat pemerintah terkait program pemanfaatan minyak sawit menjadi biofuel, Manager Operation Supply Chain Pertamina Gema Iriandus Pahalawan menegaskan BUMN ini mendukung penuh kebijakan pemerintah.

Baca Juga: Ekonomi Kalimantan Selatan Bakal Tak Sehat Jika Terus Bergantung Batu Bara

“Sejak tahun 2010 hingga tahun 2018, Kami sudah menyerap sekitar 12.840.000 KL FAME yang di-blending ke dalam Solar menjadi biodiesel,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari 112 Terminal BBM (TBBM) Pertamina yang tersebar di seluruh Indonesia, pada tahun 2018 sebanyak 67 TBBM sudah melakukan pencampuran langsung Fame dengan solar. Sedangkan sisanya, yakni 45 TBBM menampung bahan bakar sudah dalam bentuk B20.

“Kami juga punya 6 refinery dan punya 5 floating storage hampir semuanya menampung solar. Hanya satu yang menampung produk lainnya,” papar Gema.

Untuk memaksimalkan pengembangan ini, Gema berharap sarana dan fasilitas pengembangan minyak sawit menjadi biodiesel bisa jauh lebih baik lagi.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Tiga Petinggi Bank Kalsel Dicopot, Imam: Serahkan ke Ahlinya
Jokowi

Ekbis

Jokowi Janjikan Aturan Pelaksana Omnibus Law UU Cipta Kerja Akan Diselesaikan Secepatnya
apahabar.com

Ekbis

Kekhawatiran Lonjakan Kedua Covid-19, Harga Emas Naik, Dolar AS Melemah

Ekbis

Wacana Investasi Oman Senilai Rp 300 Triliun di Kotabaru Disambut ‘Karpet Merah’
apahabar.com

Ekbis

Terbitkan Obligasi, Pertamina Peroleh Tambahan Modal USD 1,5 Miliar
apahabar.com

Ekbis

PT Pusri Bukukan Kinerja Positif Selama 2019
apahabar.com

Ekbis

Harga Minyak Dunia Anjlok, Pertamina Optimalkan Efisiensi Hulu Migas
apahabar.com

Ekbis

Triwulan Ketiga 2019, Waskita Karya Raih Kontrak Baru Rp15,12 Triliun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com