Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Longsor Susulan dan Beratnya Medan Cempaka Sulitkan Langkah Evakuasi

- Apahabar.com Senin, 21 Januari 2019 - 22:24 WIB

Longsor Susulan dan Beratnya Medan Cempaka Sulitkan Langkah Evakuasi

Ilustrasi korban longsor. Foto-Antara

apahabar.com, BANJARBARU – Kemunculan longsor susulan menyulitkan langkah kepolisian menyelidiki penyebab tewasnya seorang penambang pasir, Senin (21/1) 14.30 Wita di Desa Pumpung, Cempaka, Banjarbaru.

Beruntung, longsor susulan tidak menimbulkan korban susulan. Selain longsor, proses evakuasi korban juga berlangsung alot lantaran beratnya medan sekitar.

Penambang nahas tersebut belakangan diketahui bernama Muhammad Tauhid (32), warga RT 23, Cempaka, Banjarbaru gagal diselamatkan. Bapak dua anak ini terkubur hidup-hidup setelah hujan lebat yang mengguyur Banjarbaru, siang tadi.

Dua saksi melihat saat itu korban sedang menambang pasir. Mereka sempat berupaya menolong namun gagal. Korban sempat terkubur selama 20 menit itu mengembuskan napas terakhir, di ruang rawat inap Puskesmas Cempaka.

“Berdasarkan keterangan pihak Puskesmas, paru-paru korban sudah penuh dengan air dan lumpur,” ujar Kapolsek Banjarbaru Timur AKP Debi Triyani kepada apahabar.com, malam tadi.

Beratnya medan membuat tim dari Polsek Banjarbaru Timur yang turun ke lapangan guna penyelidikan tampak kesulitan menjangkau lokasi kejadian karena tak aman untuk dipijaki.

Untuk sampai di lokasi kejadian, hanya bisa dilewati dengan sepeda motor atau berjalan kaki. Sekitar 10 menit AKP Debi bersama jajarannya berhasil sampai setelah berjalan kaki.

“Kami dapat info sekitar pukul 14.00 Wita, langsung ke lokasi. Saat itu, korban sudah dievakuasi dan dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan,” jelas kapolsek.

Tambang pasir tradisional yang dikelola warga Cempaka tersebut lokasinya cukup besar, dan memiliki kedalaman juga cukup dalam. Hampir 15 meter ke bawah. Lantaran dilakukan secara tradisional, Kapolsek membenarkan lokasi tersebut tak aman untuk pendulangan pasir.

“Sempat ada longsor susulan saat kami berada di lokasi, sekitar pukul 14.30 WITA. Tanah di situ memang tidak normal dan rawan longsor,” tegasnya.

Sejauh ini pihaknya sudah meminta keterangan kepada dua rekan kerja korban Tauhid di lokasi kejadian. Satu orang di antaranya adalah Imam (30), adik Korban.

“Waktu mereka bertiga melubangi galian pasir longsor material tanah dan pasir terjadi dan lokasinya dekat sekali dengan korban, Korban tidak sempat menghindar dan langsung tertimbun,” jelasnya.

Usai kejadian korban Tauhid (32) sempat ditolong oleh adik dan rekan kerjanya. Tapi karena evakuasi yang cukup memakan waktu, korban ditemukan sudah dalam keadaan sangat lemas, tapi masih bernafas.

Kapolsek mengatakan, kejadian ini baru pertama kali terjadi selama dirinya menjabat atau sejak November 2018 kemarin. Pernah kejadian serupa terjadi, tepatnya pada 2017 silam. Di mana, longsor di titik tambang tradisional Cempaka ini, juga memakan korban penambang Intan.

“Ini tambang Tradisional yang sudah turun temurun, dilakoni hampir sebagian besar warga Cempaka. Bahkan sudah berjalan puluhan tahun,” ungkapnya.

Saat ditanya, apakah tambang pasir dan Intan di Kecamatan Cempaka ini ilegal? Dirinya enggan menjawab secara gamblang. Menurutnya yang pasti tambang-tambang, tersebut merupakan tambang tradisional yang dikelola warga dan sudah ada sejak lama.

“Untuk mengantisipasi hal ini ke depannya, kami sebenarnya sudah sejak jauh hari sudah mengimbau warga. Baik melalui forum resmi, ataupun melalui babinkamtibmas di lapangan,” bebernya.

Sekedar diketahui, lokasi korban menambang hanya berjarak selemparan batu dari Kawasan pendulangan Intan di Kecamatan Cempaka. Lokasi itu menjadi pendulangan yang cukup tersohor di Banjarbaru.

apahabar.com

Desa Pumpung, Cempaka, Banjarbaru bukanlah lokasi yang aman untuk penambang. Polisi yang mendatangi lokasi kejadian sempat dihadapkan dengan longsor susulan, sekira pukul 14/30 tadi. Foto-apahabar.com/Zepy

Baca Juga: Longsor Cempaka, Terduga Penambang Ilegal Tewas Tertimbun Tanah

Baca Juga: Oknum Polisi Penculik Siswi SMPN Banjarbaru Ditetapkan Tersangka

Penulis: Zepi Al Ayubi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Konflik Manusia Vs Bekantan, Pengamat: Sediakan 30 Persen Kawasan Hijau
apahabar.com

Kalsel

Siaga Hujan Siang Hari
apahabar.com

Kalsel

Geliat Prostitusi Online di Kota Banjarmasin Sulit Diberantas!
apahabar.com

Kalsel

PPDB SMP di Banjarmasin Kekurangan Pendaftar, Ramai-Ramai Menjerit!
apahabar.com

Kalsel

Jelang Pilgub Kalsel 2020, Mungkinkah Paman Birin Melawan Kotak Kosong?
apahabar.com

Kalsel

Minim Kontribusi hingga Tunggakan Gaji, Dewan Bakal Panggil PT BIM
apahabar.com

Kalsel

Said Jola Sukses, Hendra Menangis
apahabar.com

Kalsel

Warga Banjarmasin Bandel Taati Protokol Kesehatan, Saatnya Disanksi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com