Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Mahasiswa RI Dikabarkan Kerja Paksa di Taiwan, DPR Minta Kemlu Turun Tangan

- Apahabar.com Rabu, 2 Januari 2019 - 14:34 WIB

Mahasiswa RI Dikabarkan Kerja Paksa di Taiwan, DPR Minta Kemlu Turun Tangan

Ilustrasi mahasiswa Indonesia di luar negeri. Foto - CNN Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Kabar mengenai 300 mahasiswa RI di Taiwan ‘dipaksa’ kerja di pabrik-pabrik viral. Komisi I DPR yang membidangi luar negeri mendesak Kementerian Luar Negeri segera turun tangan.

Wakil Ketua Komisi I DPR Satya Yudha menyebut kabar 300 mahasiswa RI di Taiwan disuruh ‘kerja paksa’ menyinggung soal kedaulatan anak bangsa. Protes mesti dilayangkan meski Indonesia dan Taiwan tak punya hubungan diplomatik.

“Kementerian Luar Negeri harus mengecek kejadian yang cukup serius ini. Apabila benar adanya, maka sebaiknya melayangkan protes mengingat ini masalah kedaulatan anak bangsa yang harus dilindungi, walaupun kita, Indonesia menerapkan kebijakan satu China (One China Policy),” sebut Satya kepada wartawan, Rabu (2/1).

One China Policy atau kebijakan satu China artinya hanya mengakui satu China dan tidak mengakui Taiwan sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Indonesia yang menganut kebijakan satu China, lanjut Satya, tetap harus bertindak menyikapi kabar kerja paksa mahasiswa RI di Taiwan.

Baca Juga: Payung Hukum Belum Jelas, Hak Kaum Disabilitas Masih Terabaikan

“Kita bisa meminta mahasiswa Indonesia untuk pulang apabila kebijakan Taiwan tidak mengindahkan norma-norma human rights. Hubungan kita dengan Taiwan adalah hubungan luar negeri saja dan tidak terikat norma diplomatik, mengingat kita hanya mengakui satu China,” sebut dia.

Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Golkar Meutya Hafid juga mendesak Kemlu segera mencari tahu kebenaran kabar mahasiswa RI disuruh ‘kerja paksa’ di Taiwan. Meski demikian, Meutya meminta semua pihak menahan diri terkait kabar ini.

“Ini sifat baru info ya. Kita belum terima informasi jelasnya terkait kabar tersebut, meski demikian Kemlu perlu men-cek kesahihan informasi tersebut. Dan bagi masyarakat Indonesia agar tidak langsung terpancing dengan berita tersebut dan menunggu hasil informasi jelas dari Kementrian Luar Negeri,” sebut Meutya.

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Habib Bahar Smith Menangkan Sidang Gugatan Pencabutan Asimilasi di PTUN Bandung, Takbir Bergema
apahabar.com

Nasional

Hipmi Minta Pimpinan BUMN Diisi Generasi Milenial
apahabar.com

Nasional

Waspadai Penyebaran Flu Babi
apahabar.com

Nasional

Sejumlah Pelanggaran Pemilu Mulai Terendus di Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Jokowi Cari Sosok Muda Jadi Menteri
apahabar.com

Nasional

Satu Lagi, Pelaku UMKM Kalsel Dukung Mardani H Maming Jabat Ketua BPP HIPMI
apahabar.com

Hukum

Imam Masjid Ditusuk di Dada, Pisau Pelaku Ditemukan Bengkok
apahabar.com

Nasional

Jokowi Ingatkan Pancasila Harus Hadir Nyata Dalam Kehidupan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com