Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

Manuskrip Fatwa Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari Ditemukan

- Apahabar.com Minggu, 13 Januari 2019 - 16:39 WIB

Manuskrip Fatwa Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari Ditemukan

ilustrasi manuskrip keagamaan. Foto-dok kemenag

apahabar.com, BANJARMASIN – Perburuan manuskrip keagamaan oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur Kajian Keagamaan dan Manajemen Organisasi (Puslitbang-LKKMO) Kementerian Agama membuahkan hasil.

Satu yang ditemukan adalah manuskrip fatwa Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.Seperti diberitakan Republika.co.id, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur Kajian Keagamaan dan Manajemen Organisasi (Puslitbang-LKKMO)

Kementerian Agama, Muhammad Zain, mengatakan, ada ratusan ribu manuskrip keagamaan yang perlu diselamatkan.

Saat ini, dokumen-dokumen tersebut masih terus dicari dan sebagian ada di tangan masyarakat.

“Mereka kadang kurang memiliki pengetahuan tentang bagaimana merawat naskah. Ini yang sedang kita kejar,” kata Zain, Sabtu (12/1).

Baca Juga: Sering Menginap di Rumah Abah Guru Sekumpul, Begini Cerita Guru Mulkani

Selain di tangan masyarakat, lanjut Zain, ada banyak karya ulama nusantara yang tersimpan di luar negeri. Sebagian besar naskah itu kini menjadi koleksi British Council dan Raffless Foundation.

Selain Inggris dan Belanda, sebagian naskah juga tersimpan di Kairo, Makkah, Maroko, Iran, dan Jepang.

Upaya penyelamatan masih terus dilakukan. Selain melakukan perburuan dan pelacakan naskah, Puslitbang Kemenag juga bekerja sama dengan para peneliti dan otoritas negara setempat untuk mendapatkan kembali manuskrip yang ada di luar negeri.

Ia menyebut ada 20 ribu manuskrip digital telah diserahkan oleh Pemerintah Belanda kepada Indonesia.

Zain menyebutkan di antara manuskrip yang berhasil ditemukan Puslitbang Kemenag adalah Karya Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari yang ditulis pada abad ke-18.

Di dalamnya berisi fatwa mengenai wajibnya penggunaan peti dalam penguburan jenazah. Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, sambung Zain, diketahui berasal dari Martapura, Kalimantan Selatan.

Daerah tersebut merupakan daerah rawa. Di wilayah tersebut, jenazah yang dikuburkan tanpa peti bisa terapung di rawa hanya dalam hitungan hari.

Oleh karena itu, Syekh Muhammad Arsyad berfatwa bahwa wajib hukumnya memakamkan jenazah dengan peti.

“Fatwa ini muncul di Indonesia. Di Arab tidak mungkin terjadi karena Arab tidak ada rawa-rawa,” ujar Zain.

Upaya memburu dan menyelamatkan naskah-naskah kuno agama Islam, lanjut Zain, hingga kini masih diupayakan.

Sebagai salah satu upaya penyelamatan, tahun ini Puslitbang Kemenag akan mengadakan sayembara penulisan katalog manuskrip keagamaan nusantara.

Kegiatan ini terbuka bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk pelajar, mahasiswa, para peneliti, maupun pemilik naskah.

Para penulis diminta mengirimkan judul naskah, nama penulis, ringkasan isi manuskrip sebanyak 3.000 kata, serta beberapa foto naskah. Setiap pengirim naskah yang lolos seleksi akan mendapatkan apresiasi.

“Kita akan beri apresiasi kepada mereka dan akan di-online-kan agar dinikmati generasi milenial. Anak sekarang tidak mau baca buku tebal-tebal, tapi diringkas,” ujar dia.Kendati demikian, Zain belum memastikan kapan sayembara ini akan dibuka.

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Esok Malam, Guru Zuhdi Bakal Pimpin Peribadatan di Masjid Ini
apahabar.com

Habar

Kabar Gembira, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Segera Dibuka
apahabar.com

Habar

Ziarah Makam Datu Gadung, Aulia yang Diberi Nama Sahabat Nabi
apahabar.com

Habar

Cerita Ustaz Hamdani Asal HST Sebelum Jadi Penceramah Kondang
apahabar.com

Habar

Jauh dari Batola, Wanser Ini Berharap Berkah di Banjar Bersholawat

Habar

Kiai Ma’ruf Berziarah ke Makam Datuk Kelampayan, Begini Keterikatan Keduanya
apahabar.com

Habar

Termasuk Sepuluh Murid Pertama Guru Sekumpul, Ulama Ini Menyimpan Hadiah Berharga
apahabar.com

Habar

Saat Haul Guru Sekumpul Pedagang Dilarang Menaikkan Harga Jualan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com