‘Olahraga’ Malam, Ratusan Pemuda di Tapin Arak Motor Sampai Polres CEK FAKTA: Covid-19 Jadi Ladang Bisnis RS di Banjarmasin? Duh, Zona Hitam Covid-19 di Banjarmasin Bertambah! Selama Pandemi, Biaya Operasional Bekantan Kalsel Kian Melonjak Belasan Warga Kalsel Terimbas Penyusutan Karyawan Lion Air




Home Kalsel

Senin, 21 Januari 2019 - 00:32 WIB

Matnor Ali: Daripada JPO Lebih Baik ‘Pelican Crossing’

Redaksi - Apahabar.com

Ilustasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Foto-istimewa

Ilustasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Matnor Ali, anggota DPRD Banjarmasin menilai, konsep rambu “pelican crossing” lebih baik daripada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) untuk fasilitas pejalan kaki menyeberang jalan.

Menurutnya, fasilitas rambu “pelican crossing” sudah banyak digunakan kota-kota besar untuk mengurangi biaya pembangunan JPO, misalnya di ibu Kota Jakarta, salah satunya di bundaran HI di Jalan Thamrin itu.

Dengan sistem adanya lampu peringatan layaknya lampu merah di perempatan jalan, namun ada bunyi peringatan, yakni, pejalan kaki harus menunggu rambu berwarna hijau untuk menyeberang.

Begitu pula para pengendara motor maupun mobil harus berhenti saat rambu menunjukkan warna merah.

Baca juga :  Besok Pelayanan IGD RSUD H Badarudin Kasim Tutup, Ada Apa?

“Sistem seperti inikan bisa digunakan, daripada mahal-mahal bangun JPO, di mana khawatirnya tidak terpakai maksimal juga,” ujar Ketua Komisi III tersebut dilansir ANTARA.

Sebab, lanjut politisi Golkar ini, Banjarmasin sudah memiliki contoh adanya JPO di jalan Pangeran Antasari atau depan pusat perbelanjaan moderen Mitra Plaza, akhirnya tidak terpakai maksimal juga.

“Bahkan sekarang tinggal rangka atasnya saja lagi, hingga jadi pemandangan yang kurang baik ditengah kota,” ujarnya.

Menurut dia, pembangunan JPO sedianya bisa dilakukan kalau memang sangat dibutuhkan, di mana hampir per menitnya padat masyarakat yang menyeberang jalan.

Menurut dia, dengan anggaran yang sangat besar untuk pembangunan JPO ini, di mana APBD kota ini tidak begitu besar, yakni, Rp1,5 triliun, hingga perencanaan penggunaannya harus betul-betul matang, yang benar-benar diperlukan masyarakat banyak.

Baca juga :  CEK FAKTA: Covid-19 Jadi Ladang Bisnis RS di Banjarmasin?

“Apakah sudah dianggarkan pembangunan JPO pada tahun ini, saya belum mengetahuinya, nanti kita bahas di komisi,” papar Matnor Ali.

Dia memang mendengar bahwa wali kota memprogramkan beberapa titik pembangunan JPO ini, khususnya di jalan protokol A Yani.

“Ya, kita liat nanti di mana saja titiknya, tentunya kita akan ikut mengkoreksi program ini, supaya lebih baik lagi,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Retak Tangan Pasca Diciduk, Vera Akan Dirontgen

Kalsel

Beraksi Kelima Kali, Residivis Pencurian di HSU Kembali Masuk Bui
apahabar.com

Kalsel

Akhir Pekan Ini, PLN akan Padamkan Aliran Listrik Seluruh Wilayah HSU
apahabar.com

Kalsel

Mantan Putri Indonesia Ini Harapkan Pemilu 2019 Seimbang
apahabar.com

Kalsel

Imbas Naik 35 Persen, Peredaran Cukai Rokok Ilegal di Kalsel  Diprediksi Meningkat
apahabar.com

Kalsel

Update Corona di Kalsel: Jumlah ODP Berkurang
apahabar.com

Kalsel

Geger Mayat di Landasan Ulin, Diduga Pensiunan TNI
apahabar.com

Kalsel

Nasruddin ‘Nabi’ dari Barabai Menunggu Diadili
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com