Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh LIBUR PANJANG, Bandara Syamsudin Noor Mulai Bersiap BNNP Kalsel Sukses Gagalkan Transaksi 1 Kilogram Sabu di Komplek Citra Garden Kabupaten Banjar Pejabat Terpapar Covid-19, Pjs Wali Kota Banjarbaru Minta ASN Pedomani Prokes BREAKING NEWS! Kepala Bappeda Tanbu Meninggal Dunia

Menakar Bisnis yang Paling Moncer di Tahun Babi Tanah

- Apahabar.com Rabu, 2 Januari 2019 - 11:45 WIB

Menakar Bisnis yang Paling Moncer di Tahun Babi Tanah

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Tahun 2018 resmi berakhir dan masyarakat kini menyongsong 2019 yang merupakan Tahun Babi Tanah. Pakar Feng Shui Indonesia, Jenie Kumala Dewi, menjelaskan ada beberapa bisnis yang bakal cuan alias moncer sepanjang tahun ini. Terutama bisnis yang mempunyai unsur-unsur yang berkaitan dengan Tahun Babi Tanah.

Namun, menurut Jenie yang perlu diingat adalah Tahun Babi Tanah tidak mempunyai sifat yang tiba-tiba atau secara mendadak bisa melonjak tinggi. Tahun Babi Tanah lebih mengarah pada suatu kondisi bisnis yang seolah sudah sekarat namun tiba-tiba bisa kembali naik dan membaik.

“Misalnya, salah satunya adalah bisnis yang berhubungan dengan kayu. Salah satu contoh bisnis kayu misalnya usaha yang sebelumnya berat, berhubungan dengan percetakan, penerbitan, atau media cetak, sebenarnya tahun 2019 ini bisa mulai kembali menata bisnisnya supaya lebih baik dan beruntung. Atau bisnis yang bersifat unsur kayu lainnya adalah bisnis seperti agrobisnis, pertanian, perkebunan, mulai bisa menata usahanya kembali,” ungkap Jenie seperti dilansir dari kumparan, Selasa (1/1).

Jenie menjelaskan hal tersebut secara feng shui bisa terjadi karena pada dasarnya kayu bisa bertumbuh di tanah yang mengandung air. Namun, dalam Tahun Babi Tanah, elemen air cenderung kuat. Jadi artinya bisnis kayu bisa mulai naik asalkan mempunyai strategi dan memperhitungkan waktu yang tepat, matang serta konsisten.

Baca Juga: Kembangkan Bisnis di Bandara, Angkasa Pura Kumpulkan Ratusan Pengusaha

“Sementara bisnis yang masih oke, tetapi agak sedikit tidak sebaik tahun lalu adalah bisnis yang berhubungan dengan logam seperti telekomunikasi, otomotif, e-commerce, teknologi, manufaktur dan lain-lain,” ujarnya.

Alasannya, Pada tahun lalu ada dua unsur tanah ganda yang bisa mendukung bisnis logam. Sedangkan pada 2019 hanya ada satu unsur yang memperkuat, dan satu unsur lainnya justru melemahkan. Sehingga hasilnya imbang alias biasa saja.

Sedangkan dari sisi tantangan, Jenie menjelaskan bahwa yang harus diwaspadai adalah adanya unsur air yang tiba-tiba mengalir besar ke tanah kecil. Atau secara unsur, ada peluang banjir tiba-tiba yaitu air laut yang masuk ke darat. Artinya dalam aspek kehidupan, setiap orang harus waspada dan tidak melakukan atau berkeinginan aneh dalam aktivitas sehari-hari maupun bisnis.

“Tahun 2019 tidak boleh bergerak terlalu cepat, bergeraklah satu-persatu perlahan tapi pasti, slow but sure. Jangan terburu-buru, jangan ingin cepat-cepat, serta jangan terlalu banyak keinginan hal yang aneh, tidak masuk akal, jangan bersifat tidak fair, tidak jujur, tidak adil dan jangan curang atau berbuat nakal atau licik,” tandasnya.

Baca Juga: Gibran Dilarang Bawa Nama Besar Jokowi Saat Berbisnis

Sumber: Kumparan
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Dari Whatsapp Kini Bisa Kirim Uang dan Bayar Tagihan
apahabar.com

Gaya

Tanah Gambut Dapat Mempercantik Kulit
apahabar.com

Gaya

Covid-19 Bisa Sebabkan Pasien Alami Rambut Rontok
apahabar.com

Gaya

Tips Menggoreng Ikan Lele yang Benar
apahabar.com

Gaya

Kembali ke Kantor, Ini Cara Bersihkan Peralatan Elektronik
apahabar.com

Gaya

Ingin Miliki Dua WhatsApp dalam Satu Hp? Ikuti 4 Cara Ini
apahabar.com

Gaya

Menyimak Penerapan Kuliah Daring di Tengah Pandemi Covid-19
apahabar.com

Gaya

Klaim Asuransi Kerusakan dan Kehilangan Mobil di Kalsel Minim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com