Resmi, Mendagri Tunjuk Dua Pjs Wali Kota Banjarbaru dan Bupati Kotabaru BREAKING NEWS: Pelantikan Pjs Bupati Kotabaru dan Wali Kota Banjarbaru Segera Digelar Bocoran Lima Kepala Dinas Pemkot Banjarmasin Terpilih Keluar, Simak Nama-Namanya Nomor 1 di Pilbup Tanah Bumbu, Cuncung Bakal Ulang Sukses Mardani H Maming Viral, Kisah Nelayan Kotabaru Terombang-ambing 6 Hari di Laut karena Perahu Karam

Mendikbud Minta Bantuan KPK Awasi Pengawasan Anggaran Pendidikan 2019

- Apahabar.com Selasa, 8 Januari 2019 - 20:34 WIB

Mendikbud Minta Bantuan KPK Awasi Pengawasan Anggaran Pendidikan 2019

Mendikbud Muhadjir Effendy usai melakukan Pertemuan dengan Ketua KPK Agus Rahardjo, Selasa ( 08/01/2019 ). Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, bertandang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam kunjungan itu, Muhadjir meminta bantuan KPK memperketat pengawasan terhadap pemanfaatan anggaran pendidikan tahun 2019.

“Kemudian kami juga sudah sepakat dengan KPK untuk meningkatkan kerja sama termasuk memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang ada di KPK untuk kita bisa bergabung. Dan yang sudah bergabung akan kita lengkapi, kita sempurnakan,” katanya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (8/1/2019).

Baca Juga: Duel Pick up di Kalua, Hancurkan Bengkel Warga 

Guna pemanfaatan aplikasi tersebut, ujar Muhadjir, adalah untuk pengawasan dan pengendalian terhadap penggunaan anggaran.

Baca juga :  157 Pegawai KPK Mengundurkan Diri dari 2016 Sampai September 2020

“Termasuk juga pencegahan dan penindakannya nanti bisa kita laksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan, dengan dana pendidikan yang mencapai 20 persen dari APBN, dibutuhkan perhatian khusus.

Baca Juga: Pura-Pura Tanya Laptop, Pria asal Martapura Diduga Cabuli Anak Pemilik Toko

“Mudah-mudahan kita bisa lebih bekerja sama supaya dana pendidikan yang cukup besar, yaitu 20 persen dari APBN kita itu nanti bisa lebih efektif dan bisa lebih baik dampaknya kepada dunia pendidikan kita,” harap Agus.

Menurut Agus, anggaran dana pendidikan rentan terjadi kebocoran. Meskipun kebocorannya kecil, tapi terjadi di wilayah yang cakupannya luas.

Baca juga :  157 Pegawai KPK Mengundurkan Diri dari 2016 Sampai September 2020

Oleh karena itu, KPK bersama-sama dengan Kemendikbud melakukan upaya e-monitoring terhadap anggaran dana pendidikan.

“Mudah-mudahan nanti bisa lebih dikontrol penggunaan dana pendidikan di daerah-daerah yang akibat desentralisasi Kemendikbud, kemudian tangannya tidak sampai ke daerah-daerah nanti kita fasilitasi,” kata Agus.

“Harmonisasinya dengan teman-teman Kemendagri, dengan teman-teman Pemkab dan provinsi. Jadi kalau kita ketemu bersama, mudah-mudahan semua lebih berjalan lebih baik. Dan harapan kita memang anggaran pendidikan jadi lebih efektif dan efisien,” pungkasnya.

Baca Juga: 12 Tersangka Suap DPRD Malang Naik Kereta ke Surabaya

Reporter: Badri
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Kades Kembang Kuning Ngaku Utang ke Pengedar Untuk Beli Sabu
Bidik Balap Liar, Polisi Malah Dapati Sabu dan Keris di Banjarmasin Utara

Hukum

Bidik Balap Liar, Polisi Malah Dapati Sabu dan Keris di Banjarmasin Utara
apahabar.com

Hukum

16 Pemuda dan 1 Waria Terjaring Operasi Pekat
apahabar.com

Hukum

Tragis! Puluhan Tewas Terpanggang dalam Kebakaran Besar
apahabar.com

Hukum

Tangkapan Ribuan Kayu Ilegal di Pasir Putih, Terbesar Selama 3 Tahun Kapolres Tala Bertugas
apahabar.com

Hukum

Nekat Lawan dengan Pisau dan Tongkat Besi, Pria Pecandu Lem Fox di Martapura Didoor Polisi
apahabar.com

Hukum

Terlibat Jaringan Narkoba Internasional, Tiga Tenaga Honorer Pemprov Kalsel Terancam Hukuman Mati
apahabar.com

Hukum

Geger!!! Jasad Bayi dalam Tas di Kabupaten Banjar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com