ga('send', 'pageview');
Sekelumit Peran BRG di Kalsel, Lembaga yang Bakal Dibubarkan Jokowi Jadi Gubernur Butuh Rp100 Miliar, Rosehan: Saya Tak Punya Uang Horeee, Temuan Vaksin Bikin Rupiah Berpeluang Menguat Sidak ke HBI, Petugas Sindir Pengelola Nashville Pub Salip Pekapuran, Teluk Dalam Tertinggi Kasus Covid-19 di Banjarmasin




Home Sirah

Selasa, 8 Januari 2019 - 09:45 WIB

Menjelang Wafat, Tuan Guru Husin Ali Kembali Berlaku Ganjil

Redaksi - Apahabar.com

Tuan Guru Husin Ali. Foto-disgram

Tuan Guru Husin Ali. Foto-disgram

apahabar.com, BANJARMASIN – Tuan Guru Husin Ali atau KH Husin Ali memang kerap berlaku ganjil. Satu di antaranya, beliau tak ingin disentuh menjelang wafat.

Menurut Ustaz H Muhammad bin Husin –anak dari Tuan Guru Husin Ali-, perilaku ayahnya memang ganjil. Beliau sangat perhatian terhadap kesucian diri dan pakaian. Hal tersebut mungkin bagi sebagian orang terlihat berlebihan. Apalagi, menjelang beliau berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji, yang kemudian diketahui sebagai akhir hayat beliau-.

Diceritakan Ustaz Muhammad, setelah membangun Kubah Datuk Kelampayan (Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari) dan meretas jalan darat menuju ke sana, beliau berhenti mengajar di Pondok Pesantren Darussalam, Martapura, Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Dua Bulan Jelang Haul Sekumpul, Dua Penginapan di Martapura Ludes Dipesan

Mulai saat itu, Guru Husin Ali tidak mau disentuh orang lain. “Bahkan dengan anak sendiri,” ujar Ustaz Muhammad.

Menjelang wafat, sambung Dosen IAI Darussalam Martapura itu, Tuan Guru Husin Ali berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. Sebelumnya, beliau menyempatkan diri ke tempat KH Muhammad Syarwani Abdan di Bangil, Surabaya. Dari Surabaya, mereka bersama-sama berangkat menuju Tanah Suci.

Diceritakan KH Syaifuddin Zuhri, selepas menunaikan ibadah haji, Tuan Guru Husin Ali menunjuk beberapa orang untuk memandikan jenazahnya, sebelum beliau wafat. Di antara yang diminta beliau untuk memandikan jenazah beliau adalah KH Muhammad Syarwani Abdan.

Firasat tentang kewafatan itu ternyata benar adanya, sebab tak lama kemudian, Tuan Guru Husin Ali benar-benar wafat. Jenazah beliau disalatkan di Masjidil Haram, Makkah.

Saat itu, menurut Pengasuh Majelis Bani Ismail Banjarmasin itu, keganjilan kembali mengiringi proses pemakaman. Tiba-tiba saja, ada banyak orang mengiringi pemakaman Guru Husin Ali.

“Tuan Guru (KH Muhammad Syarwani Abdan, red) ketika ditanya juga mengaku tidak tahu dari mana asal orang-orang itu,” jelas pengasuh majelis Bani Ismail, Banjarmasin.

Jenazah Tuan Guru Husin Ali dimakamkan di pemakaman Ma’la, Makkah. Tidak jauh dari makam ayah beliau (Syekh Ali Al Banjari), kakek beliau (Syekh Abdullah ‘Wujud’ Al Banjari), dan ulama asal Indonesia lainnya, seperti Syekh Nawawi Al Bantani.

Baca Juga: Pemkab HSS Sediakan Bus untuk Jemaah Haul Abah Guru Sekumpul ke-14

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sirah

Sikap Berhemat, Ini Anjurannya dalam Islam
apahabar.com

Sirah

Masjid Ini Dipercaya Mengeluarkan Minyak, Benarkah?
apahabar.com

Sirah

Riwayat Rida Abah Guru dan Guru Ibad yang Bermakna Simbolis
apahabar.com

Sirah

Riwayat Kapten Kodok, Mertua Datuk Kelampayan yang Bisa Terbang
apahabar.com

Sirah

Kisah Juraij dan Terkabulnya Doa Jelek Orangtuanya
apahabar.com

Sirah

Karomah Datu Amin, Tak Terlihat Saat Hendak Dibunuh
apahabar.com

Sirah

Ulama ini Dianugerahi Keistimewaan Layaknya Mukjizat Nabi Sulaiman AS
apahabar.com

Sirah

Jejak Haji Nabi Muhammad SAW
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com