Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

Menjelang Wafat, Tuan Guru Husin Ali Kembali Berlaku Ganjil

- Apahabar.com     Selasa, 8 Januari 2019 - 09:45 WITA

Menjelang Wafat, Tuan Guru Husin Ali Kembali Berlaku Ganjil

Tuan Guru Husin Ali. Foto-disgram

apahabar.com, BANJARMASIN – Tuan Guru Husin Ali atau KH Husin Ali memang kerap berlaku ganjil. Satu di antaranya, beliau tak ingin disentuh menjelang wafat.

Menurut Ustaz H Muhammad bin Husin –anak dari Tuan Guru Husin Ali-, perilaku ayahnya memang ganjil. Beliau sangat perhatian terhadap kesucian diri dan pakaian. Hal tersebut mungkin bagi sebagian orang terlihat berlebihan. Apalagi, menjelang beliau berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji, yang kemudian diketahui sebagai akhir hayat beliau-.

Diceritakan Ustaz Muhammad, setelah membangun Kubah Datuk Kelampayan (Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari) dan meretas jalan darat menuju ke sana, beliau berhenti mengajar di Pondok Pesantren Darussalam, Martapura, Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Dua Bulan Jelang Haul Sekumpul, Dua Penginapan di Martapura Ludes Dipesan

Mulai saat itu, Guru Husin Ali tidak mau disentuh orang lain. “Bahkan dengan anak sendiri,” ujar Ustaz Muhammad.

Menjelang wafat, sambung Dosen IAI Darussalam Martapura itu, Tuan Guru Husin Ali berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. Sebelumnya, beliau menyempatkan diri ke tempat KH Muhammad Syarwani Abdan di Bangil, Surabaya. Dari Surabaya, mereka bersama-sama berangkat menuju Tanah Suci.

Diceritakan KH Syaifuddin Zuhri, selepas menunaikan ibadah haji, Tuan Guru Husin Ali menunjuk beberapa orang untuk memandikan jenazahnya, sebelum beliau wafat. Di antara yang diminta beliau untuk memandikan jenazah beliau adalah KH Muhammad Syarwani Abdan.

Firasat tentang kewafatan itu ternyata benar adanya, sebab tak lama kemudian, Tuan Guru Husin Ali benar-benar wafat. Jenazah beliau disalatkan di Masjidil Haram, Makkah.

Saat itu, menurut Pengasuh Majelis Bani Ismail Banjarmasin itu, keganjilan kembali mengiringi proses pemakaman. Tiba-tiba saja, ada banyak orang mengiringi pemakaman Guru Husin Ali.

“Tuan Guru (KH Muhammad Syarwani Abdan, red) ketika ditanya juga mengaku tidak tahu dari mana asal orang-orang itu,” jelas pengasuh majelis Bani Ismail, Banjarmasin.

Jenazah Tuan Guru Husin Ali dimakamkan di pemakaman Ma’la, Makkah. Tidak jauh dari makam ayah beliau (Syekh Ali Al Banjari), kakek beliau (Syekh Abdullah ‘Wujud’ Al Banjari), dan ulama asal Indonesia lainnya, seperti Syekh Nawawi Al Bantani.

Baca Juga: Pemkab HSS Sediakan Bus untuk Jemaah Haul Abah Guru Sekumpul ke-14

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sirah

Berikut 7 Golongan yang Akan Mendapat Payung di Padang Mahsyar
apahabar.com

Sirah

Menuju Haul Syekh Kasyful Anwar ke-81, Sosok Dibalik Pendidikan Formal Ponpes Darussalam
apahabar.com

Religi

Sirah Nabawi (1): Nasab dan Keluarga Rasulullah SAW
apahabar.com

Sirah

Sikap Berhemat, Ini Anjurannya dalam Islam
apahabar.com

Sirah

Di Wadi Ranuna, Rasulullah Pertama Kali Salat Jumat
apahabar.com

Religi

Awal Mula Persahabatan Datu Kelampayan dan Datu Sanggul yang Melegenda
apahabar.com

Religi

Sayidina Husain Sempat Berpidato Sebelum Dibantai di Karbala
apahabar.com

Religi

Ikatan Sayidina Umar bin Khattab dengan Keluarga Rasulullah SAW
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com