Kobaran Api Kembali Gegerkan Warga Patmaraga Kotabaru Cara Cek Pengumuman CPNS 2019 Hari Ini, Login sscn.bkn.go.id, Berikut Website & Panduan Lengkapnya 150 Rumah Hangus Terbakar, Simak Kronologi Lengkap Kebakaran di Kotabaru Alasan Mengapa Api di Patmaraga Kotabaru 5 Jam Baru Padam Si Jago Merah Mengamuk di Kotabaru: Berkobar Berjam-jam, Ratusan Rumah Ludes Terbakar!

Miko Goreng, Pemuda Australia Penggemar Tempe dan Kepincut Tanbu

- Apahabar.com Sabtu, 5 Januari 2019 - 17:48 WIB

Miko Goreng, Pemuda Australia Penggemar Tempe dan Kepincut Tanbu

Miko Goreng dan Andi Jaya berada di Mercusuar Tanjung Petang, Pagatan. Foto-apahabar.com/Puja

apahabar.com, BATULICIN – Michael Holt adalah satu dari 30 pemuda yang mengikuti pertukaran pemuda Indonesia-Australia di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) 4 tahun lalu. Walau hanya 20 hari tinggal dan berbaur bersama masyarakat di Bumi Bersujud, Michael atau yang akrab disapa Miko Goreng merindukan kembali sebuah kampung yang dulu pernah ia datangi.

Ia rindu Indonesia. Ia merindukan Kabupaten Tanbu, khususnya Desa Mattone yang meninggalkan banyak kenangan indah dan mengesankan bagi Miko. Karena kerinduannya sudah tak terbendung lagi, pada akhir tahun 2018, ia memutuskan berangkat dari bandara di Melbourne, Australia, menuju Kuala Lumpur, Malaysia, lalu dilanjutkan ke Jakarta, Indonesia.

“Kenapa harus transit lewat Malaysia? Karena biayanya lebih murah,” kata Miko. Jika tanpa transit, biaya ke Indonesia menggunakan pesawat terbang bisa mencapai Rp7,5 juta, sementara lewat jalur transit hanya Rp3,5 juta.

Setibanya di Jakarta, ia langsung bergegas menuju Banjarbaru, lalu ia berangkat ke kampung halaman keduanya; Kabupaten Tanah Bumbu. Kedatangan keduanya ini sekadar melepas rindu sambil jalan-jalan.

Sabtu, 5 Januari 2018, di Mercusuar Tanjung Petang, Pagatan, apahabar.com berkesempatan untuk mendengarkan cerita Miko Goreng tentang kebudayaan yang sudah ia pelajari dari masyarakat Indonesia. Logat bicaranya masih kental aksen British, tetapi ia sudah lumayan lancar berbahasa Indonesia.

Sudah 10 tahun pria jebolan Universitas LCI Melbourne mempelajari kebudayaan masyarakat Indonesia. Ia merasa cocok, bahkan kagum. Ia juga sangat menggemari kuliner nusantara. Hal itu jua lah yang membuat Miko menambahkan nama belakang “Goreng” di akun Instagramnya.

Ia mengungkapkan, satu hal yang paling dirindukan di Indonesia adalah tempe. Ya, makanan yang terbuat dari kedelai itu adalah salah satu makanan favoritnya.

Menurutnya, tempe adalah makanan bergizi dengan kandungan karbohidrat yang tinggi. Tempe juga dapat diolah dengan aneka jenis kuliner; dari tempe goreng biasa, tempe mendoan, tempe bacem, sampai tempe bakar.

“Yang paling saya suka tempe bakar,” katanya.

Baca Juga: Tanah Bumbu Bangun SDM Melalui Revolusi Mental

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Tandatangani Komitmen Penerapan Sistem Informasi e-Kinerja
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

April, 330 ASN di Tanbu Naik Pangkat
alahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Sudian Noor Sambut Kedatangan Direktur Satpol PP dan Linmas Kemendagri
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Polres Tanbu Suguhkan Makan Sahur untuk Relawan Posko
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Sisihkan Rezeki, Rudini Berbagi Sembako ke Ketua RT dan Aparatur Desa
GOW Berbagi Kebahagiaan di Momentum Hari Jadi Tanbu ke-17

Pemkab Tanah Bumbu

GOW Berbagi Kebahagiaan di Momentum Hari Jadi Tanbu ke-17
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Membludak, 3 Ribu Goweser Ikuti Batulicin Fun Bike
Tingkatkan Layanan, SKPD di Tanbu Komitmen Terapkan SP4N-LAPOR

Pemkab Tanah Bumbu

Tingkatkan Layanan, SKPD di Tanbu Komitmen Terapkan SP4N-LAPOR  
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com